Salam untuk Bronkitis

Salam (Syzygium polyanthum) untuk Bronkitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Antiinflamasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Tikus Model Bronkitis Akut

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    30 ekor tikus Sprague-Dawley jantan, dibagi 5 kelompok (kontrol, bronkitis tanpa pengobatan, dan 3 dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    200, 400, dan 800 mg/kgBB per oral selama 7 hari setelah induksi bronkitis dengan LPS
    Temuan:
    Ekstrak daun salam dosis 200 mg/kgBB menunjukkan penurunan signifikan jumlah sel inflamasi dan kadar TNF-α pada cairan bronkoalveolar. Efek antiinflamasi sebanding dengan deksametason dosis rendah.
  2. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Salam terhadap Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae Penyebab Bronkitis

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Laboratorium In Vitro
    Sampel:
    Isolat klinis S. pneumoniae (n=5) dan H. influenzae (n=5) dari pasien bronkitis
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 62,5-1000 μg/mL, inkubasi 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak daun salam memiliki konsentrasi hambat minimum (KHM) 250 μg/mL terhadap S. pneumoniae dan 500 μg/mL terhadap H. influenzae. Aktivitas antibakteri dikaitkan dengan kandungan flavonoid dan tanin.
  3. Uji Klinis Efektivitas Sirup Ekstrak Daun Salam pada Pasien Bronkitis Akut di Puskesmas

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkontrol (RCT)
    Sampel:
    60 pasien bronkitis akut (30 kelompok perlakuan, 30 plasebo), usia 18-60 tahun
    Dosis/Durasi:
    Sirup ekstrak daun salam (setara 500 mg ekstrak kering) 3 kali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Sirup ekstrak daun salam dosis 3x sehari 5 mL selama 7 hari memperbaiki skor gejala batuk dan sesak napas secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  4. Systematic Review: Efektivitas Tanaman Herbal sebagai Terapi Adjuvan pada Bronkitis Kronis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi terkait herbal untuk bronkitis kronis, termasuk 3 studi tentang Syzygium polyanthum
    Dosis/Durasi:
    Tidak spesifik, rentang dosis 200-800 mg/kgBB pada hewan
    Temuan:
    Daun salam menunjukkan potensi sebagai antiinflamasi dan antibakteri pada bronkitis kronis, namun bukti masih terbatas pada studi hewan dan in vitro. Diperlukan lebih banyak uji klinis.
  5. Aktivitas Bronkodilator Ekstrak Daun Salam pada Otot Polos Trakea Marmut Terisolasi

    Tahun:
    2010
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro dan In Vivo
    Sampel:
    Trakea dari 10 marmut jantan dewasa
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 0,1-10 mg/mL dalam organ bath
    Temuan:
    Ekstrak daun salam menyebabkan relaksasi otot polos trakea yang dikontraksikan oleh asetilkolin secara dosis dependen. Mekanisme diduga melalui inhibisi saluran kalsium.
  6. Meta-Analisis Efek Antiinflamasi Ekstrak Daun Salam pada Model Hewan Penyakit Saluran Pernapasan

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi hewan (tikus/mencit) dengan total 240 subjek, menilai penanda inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β)
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis 100-800 mg/kgBB, durasi 3-14 hari
    Temuan:
    Ekstrak daun salam secara signifikan menurunkan kadar TNF-α (SMD -1,45; 95% CI -2,10 hingga -0,80) dan IL-6 pada model peradangan saluran napas. Heterogenitas rendah hingga sedang.


Cari: