Copaiba

Copaifera officinalis
Nama
Copaiba
Nama Latin/Ilmiah
Copaifera officinalis
Famili
Bagian Digunakan
Resin (oleoresin) Dari Batang.
Rasa
Pahit, pedas
Nama Lain
Copaíba (Brasil), copaiba (Peru), bálsamo de copaiba (Kolombia), copaiba balsam (Amerika Serikat), copaïer (Perancis).
Asal
Brasil, peru, kolombia, venezuela, guyana, suriname, guyana prancis, bolivia.
Kandungan Utama
Minyak atsiri (seskuiterpena seperti beta-kariofilena), asam resin diterpena

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Copaiba

Copaifera officinalis, yang dikenal sebagai kopai atau copaiba, adalah pohon tropis asli Amerika Selatan, terutama tumbuh di wilayah Amazon dan cerrado Brasil. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Fabaceae (Leguminosae) dan dapat mencapai tinggi hingga 30 meter. Ciri khasnya adalah batang yang lurus dengan kulit kayu tebal, serta daun majemuk yang tersusun menyirip. Yang paling penting, pohon ini menghasilkan oleoresin atau minyak copaiba yang disimpan dalam saluran resin di dalam batangnya. Resin ini disadap melalui pengeboran kecil pada kulit kayu, dan satu pohon dapat menghasilkan hingga lebih dari 40 liter per tahun tanpa harus ditebang, menjadikannya sumber daya hutan yang lestari.

Baca Lebih Lanjut
Update: 28 Agu 2026 - 15:40:28
 

II. Ciri-ciri Copaiba

Pohon ini asli dari wilayah tropis Amerika Selatan, terutama di hutan hujan Amazon. Mereka suka tumbuh di daerah yang drainasenya bagus dan sering ditemukan di hutan dataran rendah yang lembap. Karakteristik/ciri-ciri Copaiba (Copaifera officinalis):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Pohonnya bisa tumbuh sangat tinggi, kulit batangnya berwarna abu-abu kecokelatan dan yang paling unik adalah adanya saluran resin di bagian dalam kayu yang sering disadap untuk diambil minyaknya.
Daun Daunnya bertipe majemuk menyirip (pinnate) dengan anak daun yang bentuknya lonjong, mengkilap, dan tersusun secara berselang-seling pada tangkainya.
Bunga Bunganya berukuran kecil, warnanya keputihan atau agak kehijauan, dan biasanya muncul dalam bentuk malai (panicle) di ujung ranting.
Buah Buahnya berbentuk polong yang pipih dan berwarna cokelat saat sudah matang, biasanya di dalamnya hanya berisi satu biji yang dilapisi oleh selaput berwarna cerah (arilus).
Akar Memiliki sistem perakaran tunggang yang kuat untuk menopang tubuh pohon yang bisa tumbuh hingga sangat besar di tengah hutan.

III. Manfaat Copaiba

6 Manfaat Copaiba untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi (nyeri sendi/artritis eksperimental)

    Oleoresin kaya β-caryophyllene, yang berikatan dengan reseptor CB2 dan menghambat jalur NF-κB. Hal ini menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-1β, dan IL-6; asam diterpen seperti copalic acid juga menghambat mediator inflamasi.

    Tampilkan
  2. Analgesik (nyeri inflamasi)

    Aktivasi reseptor CB2 oleh β-caryophyllene mengurangi pelepasan mediator proinflamasi yang mensensitisasi nosiseptor; α-humulene dan caryophyllene oxide menambah efek anti-nosiseptif melalui inhibisi sinyal inflamasi perifer.

    Tampilkan
  3. Antimikroba (bakteri dan jamur)

    Seskuiterpen dan asam diterpen merusak membran mikroba, meningkatkan permeabilitas sel, menghambat pembentukan biofilm, dan mengganggu respirasi sel mikroba.

    Senyawa Aktif: β-Caryophyllene, Caryophyllene oxide, copalic acid
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+3)

Advertisement


IV. Kandungan Copaiba

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Copaiba.

  1. Golongan: Terpenoid (seskuiterpena bisiklik)
    Bagian Tanaman: Oleoresin batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Agonis Reseptor CB2; Antiinflamasi, Analgesik, Gastroprotektif, Dan Antibakteri Pada Studi In Vitro/in Vivo. Belum Ada Uji Klinis Manusia Yang Konklusif..
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid (seskuiterpena)
    Bagian Tanaman: Oleoresin batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Melalui Penghambatan NF-κB Dan TNF-α; Antinociceptive; Antiproliferatif Pada Beberapa Lini Sel. Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid (seskuiterpena teroksigenasi)
    Bagian Tanaman: Oleoresin batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antibakteri, Antijamur, Antiinflamasi, Dan Sitotoksik Terhadap Sel Tumor Dalam Studi In Vitro. Belum Ada Uji Klinis Manusia..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Copaiba

Interaksi & Kontraindikasi Copaiba dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersama makanan tinggi lemak

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tidak ada interaksi berbahaya yang dilaporkan; lemak dapat meningkatkan absorbsi resin. Gunakan dosis tetap dan jangan melebihi dosis anjuran. (Referensi: PDR for Herbal Medicines, 4th ed.)

  2. Penggunaan pada penderita Gangguan fungsi hati ringan

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hati-hati karena senyawa aktif dapat membebani metabolisme hati. Pantau fungsi hati jika digunakan dalam jangka panjang. (Referensi: WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 2002)

  3. Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan bersama obat antihipertensi

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Copaiba berpotensi memiliki efek hipotensif ringan. Kombinasi dengan obat antihipertensi dapat menurunkan tekanan darah secara berlebihan. Pantau tekanan darah secara berkala. (Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database, 2023)

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Copaiba

Minyak esensial dan oleoresin dari Copaiba (Copaifera officinalis) umumnya dianggap aman untuk penggunaan aromaterapi, namun dapat menimbulkan berbagai efek samping jika digunakan secara tidak tepat, terutama melalui rute oral atau topikal tanpa pengenceran. Efek samping yang paling sering dilaporkan dari penggunaan topikal adalah dermatitis kontak iritan, reaksi alergi kulit, dan sensitisasi pada individu yang memiliki kulit sensitif. Senyawa aktif seperti beta-kariofilen di dalamnya dapat memicu kemerahan, gatal, atau sensasi terbakar pada area aplikasi jika tidak dicampur dengan minyak pembawa (carrier oil).

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Copaiba

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Copaiba.

Apa kandungan fitokimia utama dari Copaiba (Copaifera officinalis)?
Copaiba menghasilkan oleoresin yang terdiri dari fraksi resin dan fraksi minyak atsiri. Fraksi resin terutama mengandung asam-asam diterpena seperti asam kopalat, asam kaurenoat, dan asam hardwickiat. Fraksi minyak atsiri kaya seskuiterpena, dengan komponen utama β-kariofilena, α-kopaena, dan α-humulena. β-kariofilena memiliki afinitas terhadap reseptor CB2 sehingga sering dikaitkan dengan efek anti-inflamasi. Kandungan ini telah dirangkum oleh Veiga Junior & Pinto dalam Química Nova, 2002.
Bagaimana penggunaan copaiba sehari-hari yang lazim dilakukan?
Secara tradisional, oleoresin copaiba digunakan topikal sebagai obat luka, nyeri otot, dan iritasi kulit. Untuk penggunaan topikal, oleoresin atau minyak atsiri harus diencerkan dengan minyak pembawa seperti minyak kelapa atau minyak zaitun. Ada juga praktik oral di Amazon berupa 1-2 tetes oleoresin dicampur air atau madu, tetapi dosis oral ini belum memiliki standar keamanan dan dapat mengiritasi lambung. Prinsip kehati-hatian minyak atsiri menyarankan penggunaan hanya pada produk terstandarisasi dan bukan untuk pemakaian internal sembarangan (Tisserand & Young, Essential Oil Safety, 2014).
Apakah copaiba efektif sebagai obat anti-inflamasi?
Studi pada hewan menunjukkan bahwa minyak copaiba dan β-kariofilena dapat mengurangi peradangan akut, penumpukan sel radang, dan nyeri. Pada model edema telinga dan kaki tikus, β-kariofilena bekerja melalui reseptor CB2 dan menurunkan mediator inflamasi. Namun, efektivitas pada manusia belum didukung uji klinis skala besar, sehingga copaiba tidak dapat disamakan dengan obat antiradang standar (Leandro dkk., Inflammopharmacology, 2012).
Apa efek samping yang perlu diwaspadai dari copaiba?
Efek samping yang harus diwaspadai antara lain iritasi kulit, dermatitis kontak alergi, kemerahan, dan gatal pada pemakaian topikal tanpa pengenceran. Jika tertelan dalam jumlah besar, bisa timbul mual, nyeri ulu hati, dan diare. Kelompok rentan seperti bayi, anak kecil, wanita hamil, dan menyusui sebaiknya menghindari copaiba karena data keamanannya tidak memadai. Bila muncul reaksi berat, hentikan penggunaan dan segera konsultasikan ke tenaga kesehatan (Tisserand & Young, Essential Oil Safety, 2014).
Apakah copaiba aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak direkomendasikan untuk bayi dan anak-anak. Tidak ada uji keamanan yang memadai, sedangkan kulit bayi lebih sensitif, sistem enzimnya belum matang, dan minyak atsiri oral berisiko menyebabkan aspirasi atau gangguan napas. Penggunaan hanya boleh dilakukan atas resep dan pengawasan tenaga kesehatan yang kompeten, bukan untuk pengobatan mandiri (Tisserand & Young, Essential Oil Safety, 2014).
Apakah copaiba aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Belum ada bukti klinis yang cukup untuk menyatakan copaiba aman digunakan oleh ibu hamil atau menyusui. Karena komponen terpenoidnya aktif secara farmakologis, khususnya β-kariofilena yang berikatan dengan reseptor kanabinoid, dan tidak diketahui apakah metabolitnya masuk ASI, prinsip keamanan adalah menghindari penggunaan selama hamil dan menyusui kecuali direkomendasikan oleh dokter ahli (Tisserand & Young, Essential Oil Safety, 2014).
Apa manfaat potensial copaiba untuk kesehatan umum?
Manfaat umum yang dilaporkan pada penelitian pra-klinis meliputi anti-inflamasi, analgesik, antimikroba, dan penyembuhan luka. Oleoresin juga dipakai secara tradisional untuk gangguan kulit dan saluran kemih. Namun, klaim tersebut masih bertumpu pada studi laboratorium dan hewan, bukan pada bukti klinis manusia yang kuat. Karena itu, copaiba sebaiknya digunakan sebagai terapi pendukung, bukan pengganti obat medis yang telah teruji (Veiga Junior & Pinto, Química Nova, 2002).
Apakah copaiba berinteraksi dengan obat-obatan?
Belum ada data klinik yang cukup untuk menyebutkan interaksi copaiba dengan obat tertentu secara spesifik. Beberapa komponen terpenoid pada minyak atsiri dapat memengaruhi enzim sitokrom P450 dalam penelitian in vitro, sehingga potensi perubahan metabolisme obat tidak bisa diabaikan. Pengguna obat rutin, terutama obat dengan indeks terapi sempit, harus berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum menambahkan copaiba (Tisserand & Young, Essential Oil Safety, 2014).
Berapa dosis copaiba yang aman untuk dikonsumsi?
Belum ada dosis oral standar yang disetujui oleh lembaga pengawas obat untuk copaiba. Oleoresin bukan bahan makanan, dan minyak atsiri murni tidak boleh ditelan. Produk suplemen yang ada di pasaran sangat bervariasi, sehingga satu-satunya cara aman adalah mengikuti petunjuk produsen yang telah teruji, atau tidak mengonsumsi secara oral tanpa pendampingan dokter (Tisserand & Young, Essential Oil Safety, 2014).

Chuchuhuasi

Maytenus macrocarpa

Anamu

Petiveria alliacea

Cari: