Advertisement
Copaifera officinalis, yang dikenal sebagai kopai atau copaiba, adalah pohon tropis asli Amerika Selatan, terutama tumbuh di wilayah Amazon dan cerrado Brasil. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Fabaceae (Leguminosae) dan dapat mencapai tinggi hingga 30 meter. Ciri khasnya adalah batang yang lurus dengan kulit kayu tebal, serta daun majemuk yang tersusun menyirip. Yang paling penting, pohon ini menghasilkan oleoresin atau minyak copaiba yang disimpan dalam saluran resin di dalam batangnya. Resin ini disadap melalui pengeboran kecil pada kulit kayu, dan satu pohon dapat menghasilkan hingga lebih dari 40 liter per tahun tanpa harus ditebang, menjadikannya sumber daya hutan yang lestari.
Pohon ini asli dari wilayah tropis Amerika Selatan, terutama di hutan hujan Amazon. Mereka suka tumbuh di daerah yang drainasenya bagus dan sering ditemukan di hutan dataran rendah yang lembap. Karakteristik/ciri-ciri Copaiba (Copaifera officinalis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Pohonnya bisa tumbuh sangat tinggi, kulit batangnya berwarna abu-abu kecokelatan dan yang paling unik adalah adanya saluran resin di bagian dalam kayu yang sering disadap untuk diambil minyaknya. |
| Daun | Daunnya bertipe majemuk menyirip (pinnate) dengan anak daun yang bentuknya lonjong, mengkilap, dan tersusun secara berselang-seling pada tangkainya. |
| Bunga | Bunganya berukuran kecil, warnanya keputihan atau agak kehijauan, dan biasanya muncul dalam bentuk malai (panicle) di ujung ranting. |
| Buah | Buahnya berbentuk polong yang pipih dan berwarna cokelat saat sudah matang, biasanya di dalamnya hanya berisi satu biji yang dilapisi oleh selaput berwarna cerah (arilus). |
| Akar | Memiliki sistem perakaran tunggang yang kuat untuk menopang tubuh pohon yang bisa tumbuh hingga sangat besar di tengah hutan. |
6 Manfaat Copaiba untuk kesehatan.
Oleoresin kaya β-caryophyllene, yang berikatan dengan reseptor CB2 dan menghambat jalur NF-κB. Hal ini menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-1β, dan IL-6; asam diterpen seperti copalic acid juga menghambat mediator inflamasi.
Aktivasi reseptor CB2 oleh β-caryophyllene mengurangi pelepasan mediator proinflamasi yang mensensitisasi nosiseptor; α-humulene dan caryophyllene oxide menambah efek anti-nosiseptif melalui inhibisi sinyal inflamasi perifer.
Seskuiterpen dan asam diterpen merusak membran mikroba, meningkatkan permeabilitas sel, menghambat pembentukan biofilm, dan mengganggu respirasi sel mikroba.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Copaiba.
Interaksi & Kontraindikasi Copaiba dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Minyak esensial dan oleoresin dari Copaiba (Copaifera officinalis) umumnya dianggap aman untuk penggunaan aromaterapi, namun dapat menimbulkan berbagai efek samping jika digunakan secara tidak tepat, terutama melalui rute oral atau topikal tanpa pengenceran. Efek samping yang paling sering dilaporkan dari penggunaan topikal adalah dermatitis kontak iritan, reaksi alergi kulit, dan sensitisasi pada individu yang memiliki kulit sensitif. Senyawa aktif seperti beta-kariofilen di dalamnya dapat memicu kemerahan, gatal, atau sensasi terbakar pada area aplikasi jika tidak dicampur dengan minyak pembawa (carrier oil).
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Copaiba.