Advertisement
Bush Tomato (Solanum centrale), yang juga dikenal sebagai akudjura atau kutjera, adalah semak perennial kecil dari keluarga Solanaceae yang endemik di wilayah gurun dan semi-gurun Australia Tengah. Tumbuhan ini beradaptasi pada kondisi ekstrem dengan daun hijau keperakan, berbulu halus, dan tajuk rendah yang membantu mengurangi penguapan. Bunganya kecil berwarna ungu-biru, sedangkan buahnya berupa beri bulat yang saat matang mengering menjadi cokelat keemasan dan menyerupai kismis. Buah inilah yang menjadi bagian paling ikonik dari tumbuhan ini dan telah lama menjadi makanan penting bagi masyarakat Aborigin di Gurun Barat, Tengah, dan Selatan Australia.
Tanaman ini asli dari pedalaman Australia yang gersang. Sering ditemukan tumbuh liar di area padang pasir, lahan terbakar, atau daerah berbatu yang tanahnya berpasir dan kering. Karakteristik/ciri-ciri Bush Tomato (Solanum centrale):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Semak kecil yang tangguh dengan tinggi rata-rata 30 hingga 50 cm. |
| Batang | Batangnya tegak dan sering tertutup bulu-bulu halus (tomentose) yang berwarna agak keputihan atau keabuan. |
| Daun | Bentuknya lonjong bergelombang atau agak bergerigi di pinggirnya, dengan tekstur yang berbulu halus di kedua sisinya. |
| Bunga | Berwarna ungu cerah atau biru pucat dengan bentuk bintang khas keluarga Solanaceae (seperti bunga terong). |
| Buah | Berbentuk bulat kecil seperti kelereng. Saat masih muda warnanya hijau dengan garis-garis gelap, dan berubah menjadi kuning kecokelatan atau cokelat gelap saat sudah matang dan kering di pohon. |
| Akar | Memiliki sistem perakaran yang kuat untuk bertahan hidup di tanah yang miskin nutrisi dan kering. |
8 Manfaat Bush Tomato untuk kesehatan.
Senyawa fenolik (asam klorogenat, quercetin, kaempferol) dan karotenoid (lutein, zeaxanthin, beta-karoten) menangkap radikal bebas, mengkelat logam transisi, serta mengaktifkan jalur Nrf2/ARE yang meningkatkan enzim antioksidan endogen SOD, CAT, dan GPx. Vitamin C dan E bertindak sebagai antioksidan sekunder.
Glikoalkaloid steroid (solasonine, solamargine) dan flavonoid mengganggu integritas membran sel bakteri, menyebabkan kebocoran ion/metabolit, depolarisasi membran, serta menghambat sintesis DNA/RNA. Polifenol juga mengkelat besi esensial bagi bakteri.
Flavonoid dan asam fenolat menghambat aktivasi NF-κB dan MAPK, menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-6, dan NO pada makrofag yang distimulasi LPS. Glikoalkaloid dapat menghambat pelepasan mediator inflamasi dari sel mast.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bush Tomato.
Bush Tomato (Solanum centrale) adalah buah asli Australia yang umumnya aman dikonsumsi dan menjadi bagian penting dari makanan tradisional penduduk Aborigin. Namun, seperti banyak spesies lain dari famili Solanaceae (suku terung-terungan), tanaman ini mengandung senyawa glikoalkaloid, terutama solanin dan tomatin, meskipun dalam konsentrasi yang relatif rendah pada buah yang telah matang sempurna. Konsumsi buah yang belum matang atau bagian lain dari tanaman seperti daun dan batang dapat menyebabkan penumpukan senyawa toksik ini. Efek samping ringan dari keracunan glikoalkaloid meliputi gangguan pencernaan seperti mual, muntah, kram perut, dan diare akut akibat iritasi pada mukosa lambung dan usus.