Sampel:
9 studi yang memenuhi kriteria (in vitro, in vivo, dan klinis) dari database PubMed, Scopus, dan Google Scholar hingga 2021
Dosis/Durasi:
Bervariasi antar studi (dosis ekstrak 100–500 mg/kgBB pada hewan; 500 mg/hari pada manusia)
Temuan:
Sebagian besar studi menunjukkan bahwa Phyllanthus niruri memiliki aktivitas imunomodulator dengan meningkatkan respons Th1 dan produksi sitokin. Namun, bukti klinis masih terbatas dan diperlukan uji coba lebih besar dengan metodologi yang ketat.