Meniran untuk Tuberkulosis (TBC)

Meniran (Phyllanthus niruri) untuk Tuberkulosis (TBC), list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antimikobakteri Ekstrak Etanol Daun Meniran (Phyllanthus niruri) terhadap Mycobacterium tuberculosis H37Rv secara In Vitro

    Tahun: 2019
    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Kultur Mycobacterium tuberculosis H37Rv; uji konsentrasi hambat minimal (KHM) dengan 6 konsentrasi ekstrak
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 31,25–500 µg/mL; inkubasi 7 hari pada media Middlebrook 7H9
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun meniran menunjukkan aktivitas antimikobakteri dengan KHM 125 µg/mL terhadap M. tuberculosis H37Rv. Aktivitas ini terkait dengan kandungan flavonoid dan tanin yang menghambat dinding sel bakteri.
  2. Efek Imunomodulator Ekstrak Phyllanthus niruri pada Tikus yang Terinfeksi Mycobacterium tuberculosis: Studi pada Respons Limfosit dan Sitokin

    Tahun: 2021
    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan terinfeksi M. tuberculosis H37Rv; dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol negatif, kontrol positif, 3 dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, 400 mg/kgBB/hari per oral selama 28 hari pasca infeksi
    Temuan:
    Pemberian ekstrak meniran dosis 200 mg/kgBB meningkatkan jumlah limfosit CD4+ dan kadar IFN-γ secara signifikan dibandingkan kontrol. Ekstrak juga menurunkan beban bakteri di paru tikus.
  3. Uji Toksisitas Akut dan Subkronis Ekstrak Etanol Herba Meniran (Phyllanthus niruri) pada Mencit sebagai Bahan Pendamping Terapi Tuberkulosis

    Tahun: 2020
    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Toksisitas
    Sampel:
    40 mencit Swiss Webster (20 jantan, 20 betina) untuk uji akut; 80 mencit untuk uji subkronis 28 hari
    Dosis/Durasi:
    Dosis tunggal 5000 mg/kgBB (akut); dosis 125, 250, 500 mg/kgBB/hari selama 28 hari (subkronis)
    Temuan:
    Ekstrak meniran tidak menunjukkan efek toksik pada dosis hingga 5000 mg/kgBB pada uji akut. Pada uji subkronis dosis 500 mg/kgBB tidak menyebabkan perubahan signifikan pada fungsi hati dan ginjal, mendukung keamanan sebagai terapi adjuvan TB.
  4. Efektivitas dan Keamanan Phyllanthus niruri sebagai Terapi Tambahan pada Pasien Tuberkulosis Paru: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun: 2023
    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    80 pasien TB paru baru yang menerima pengobatan OAT standar; 40 kelompok intervensi (meniran), 40 plasebo
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak meniran 500 mg/hari (250 mg dua kali sehari) selama 8 minggu bersamaan dengan OAT standar
    Temuan:
    Penambahan kapsul ekstrak meniran (500 mg/hari) selama 2 bulan meningkatkan konversi dahak pada bulan ke-2 (85% vs 70%, p=0.04) dan memperbaiki skor klinis serta kadar IL-12. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  5. Tinjauan Sistematis: Peran Phyllanthus niruri sebagai Imunomodulator pada Infeksi Mycobacterium tuberculosis

    Tahun: 2022
    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    9 studi yang memenuhi kriteria (in vitro, in vivo, dan klinis) dari database PubMed, Scopus, dan Google Scholar hingga 2021
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi (dosis ekstrak 100–500 mg/kgBB pada hewan; 500 mg/hari pada manusia)
    Temuan:
    Sebagian besar studi menunjukkan bahwa Phyllanthus niruri memiliki aktivitas imunomodulator dengan meningkatkan respons Th1 dan produksi sitokin. Namun, bukti klinis masih terbatas dan diperlukan uji coba lebih besar dengan metodologi yang ketat.
  6. Meta-Analisis Efek Suplementasi Phyllanthus niruri terhadap Respons Imun pada Pasien Tuberkulosis

    Tahun: 2024
    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    5 studi klinis (total 420 pasien) yang membandingkan terapi standar TB dengan tambahan meniran vs plasebo
    Dosis/Durasi:
    Dosis berkisar 300–500 mg/hari ekstrak meniran selama 2–3 bulan
    Temuan:
    Suplementasi meniran secara signifikan meningkatkan kadar IFN-γ (SMD=0.45; 95% CI 0.20-0.70) dan persentase konversi dahak (RR=1.18; 95% CI 1.02-1.36) tanpa meningkatkan efek samping. Heterogenitas rendah hingga sedang antar studi.

Cari: