Anggur untuk Skizofrenia

Anggur (Vitis vinifera) untuk Skizofrenia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Potensi Resveratrol sebagai Terapi Tambahan untuk Skizofrenia: Tinjauan Sistematis Studi Praklinis dan Klinis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    25 studi (15 praklinis, 10 klinis) dengan total lebih dari 500 subjek
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis standar; pada studi klinis dosis berkisar 150-500 mg/hari selama 8-16 minggu.
    Temuan:
    Resveratrol menunjukkan efek neuroprotektif dan anti-inflamasi pada model hewan skizofrenia. Uji klinis kecil menunjukkan perbaikan pada gejala negatif dan kognitif.
  2. Efek Suplementasi Resveratrol terhadap Gejala Negatif dan Fungsi Kognitif pada Pasien Skizofrenia Kronis: Uji Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien skizofrenia kronis (30 resveratrol, 30 plasebo)
    Dosis/Durasi:
    200 mg/hari resveratrol selama 12 minggu.
    Temuan:
    Resveratrol secara signifikan memperbaiki gejala negatif (PANSS negatif) dan fungsi kognitif (skor MMSE) dibandingkan plasebo. Efek samping minimal.
  3. Efek Polifenol terhadap Fungsi Kognitif pada Skizofrenia: Meta-Analisis Uji Acak Terkontrol

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analysis
    Sampel:
    8 RCT dengan total 450 pasien skizofrenia
    Dosis/Durasi:
    Beragam, rata-rata dosis polifenol total 300-600 mg/hari selama 8-24 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi polifenol (termasuk resveratrol dari anggur) menunjukkan peningkatan kecil namun signifikan pada fungsi kognitif global. Efek lebih besar pada domain perhatian dan memori kerja.
  4. Efek Neuroprotektif Ekstrak Biji Anggur (Vitis vinifera) pada Model Skizofrenia yang Diinduksi Ketamin pada Tikus

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental (Praklinis)
    Sampel:
    40 tikus jantan Sprague-Dawley (10 kontrol, 10 ketamin, 10 ketamin+ekstrak dosis rendah, 10 dosis tinggi)
    Dosis/Durasi:
    100 atau 200 mg/kg berat badan per hari secara oral selama 14 hari setelah induksi ketamin.
    Temuan:
    Ekstrak biji anggur dosis tinggi (200 mg/kg) mengurangi defisit sosial dan kognitif yang diinduksi ketamin, serta menurunkan kadar malondialdehid (MDA) dan TNF-α di otak.
  5. Pengaruh Ekstrak Biji Anggur terhadap Gejala Positif dan Negatif pada Pasien Skizofrenia: Uji Buta Ganda Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    44 pasien skizofrenia rawat jalan (22 ekstrak biji anggur, 22 plasebo)
    Dosis/Durasi:
    300 mg/hari ekstrak biji anggur (standar 95% polifenol) selama 8 minggu.
    Temuan:
    Kelompok ekstrak biji anggur menunjukkan penurunan signifikan pada skor PANSS total dan subskala positif dan negatif setelah 8 minggu. Tidak ada efek samping serius.
  6. Peran Potensial Resveratrol dalam Pengobatan Skizofrenia: Tinjauan Bukti dari Studi Hewan dan Manusia

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    18 studi (12 hewan, 6 manusia)
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi; dosis hewan 20-200 mg/kg, dosis manusia 150-500 mg/hari.
    Temuan:
    Resveratrol menunjukkan efek menguntungkan pada gejala skizofrenia melalui mekanisme antioksidan, anti-inflamasi, dan modulasi glutamat. Namun, diperlukan uji klinis lebih besar untuk konfirmasi.


Cari: