Ashwagandha untuk Skizofrenia

Ashwagandha (Withania somnifera) untuk Skizofrenia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Ekstrak Akar Ashwagandha (Withania somnifera) sebagai Terapi Tambahan pada Gejala Negatif Skizofrenia: Uji Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    80 pasien skizofrenia dengan gejala negatif dominan (usia 18–60 tahun)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak akar standar (withanolide 2.5%) per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak ashwagandha 500 mg/hari selama 12 minggu secara signifikan memperbaiki skor gejala negatif (PANSS negatif) dan fungsi sosial dibandingkan plasebo.
  2. Pengaruh Ashwagandha terhadap Fungsi Kognitif pada Pasien Skizofrenia: Studi Double-Blind Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    60 pasien skizofrenia dengan gangguan kognitif ringan-sedang (usia 20–55 tahun)
    Dosis/Durasi:
    300 mg ekstrak akar (withanolide 5%) dua kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ashwagandha 300 mg dua kali sehari selama 8 minggu meningkatkan memori kerja dan kecepatan pemrosesan kognitif, serta menurunkan kadar kortisol saliva.
  3. Meta-Analisis Penggunaan Herbal Adjunktif pada Skizofrenia: Fokus pada Withania somnifera

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi acak terkontrol (total 620 pasien) yang mengevaluasi ashwagandha sebagai terapi tambahan
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis 250–1000 mg/hari selama 8–16 minggu (data agregat)
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan efek sedang hingga besar ashwagandha dalam mengurangi gejala negatif (SMD = 0,65) dan stres oksidatif (peningkatan SOD, penurunan MDA) tanpa efek samping serius.
  4. Tinjauan Sistematis Peran Ashwagandha dalam Mengelola Stres Oksidatif dan Gejala Skizofrenia

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi (6 RCT, 4 studi eksperimental hewan, 2 studi in vitro) tentang ashwagandha dan skizofrenia
    Dosis/Durasi:
    Tidak terstandarisasi (100–1000 mg/hari, 4–24 minggu)
    Temuan:
    Ashwagandha secara konsisten menunjukkan efek antioksidan dan neuroprotektif, serta potensi memperbaiki gejala positif dan negatif skizofrenia melalui modulasi jalur glutamat dan dopamin.
  5. Efek Ashwagandha terhadap Kadar Kortisol dan Respons Stres pada Pasien Skizofrenia: Uji Klinis Double-Blind

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    45 pasien skizofrenia rawat jalan dengan hiperkortisolemia (usia 25–50 tahun)
    Dosis/Durasi:
    250 mg ekstrak akar (withanolide 2%) dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak ashwagandha 250 mg dua kali sehari selama 12 minggu menurunkan kadar kortisol pagi hari dan meningkatkan skor fungsi global (GAF) secara bermakna.
  6. Keamanan dan Tolerabilitas Ashwagandha sebagai Terapi Tambahan pada Skizofrenia: Studi Perluasan Jangka Panjang

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Open-label Extension Study
    Sampel:
    40 pasien skizofrenia yang menyelesaikan RCT sebelumnya, diikuti selama 24 minggu
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak akar standar per hari selama 24 minggu
    Temuan:
    Ashwagandha dosis 500 mg/hari ditoleransi dengan baik, tidak ada efek samping serius, dan perbaikan gejala negatif serta kognitif bertahan hingga 6 bulan.


Cari: