Kapulaga untuk Sinusitis

Kapulaga (Elettaria cardamomum) untuk Sinusitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Kapulaga (Elettaria cardamomum) terhadap Sekresi Sitokin Proinflamasi pada Kultur Sel Epitel Sinus Manusia

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Kultur primer sel epitel sinus dari 5 pasien sinusitis kronis
    Dosis/Durasi:
    50-200 µg/mL ekstrak etanol 70%, diberikan selama 24 jam sebelum induksi LPS
    Temuan:
    Ekstrak kapulaga dosis 50-200 µg/mL secara signifikan menurunkan kadar IL-6 dan TNF-α yang diinduksi lipopolisakarida. Efek antiinflamasi ini setara dengan deksametason 10 µM tanpa mengurangi viabilitas sel.
  2. Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo: Efek Suplementasi Kapulaga terhadap Gejala Sinusitis Kronis dan Kualitas Hidup

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    60 pasien sinusitis kronis (usia 18-65 tahun), 30 kelompok intervensi dan 30 plasebo
    Dosis/Durasi:
    500 mg bubuk kapulaga dalam kapsul, 2 kali sehari, selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kapulaga 500 mg/hari selama 8 minggu secara signifikan menurunkan skor gejala sinusitis (SNOT-20) sebesar 34% dibanding plasebo. Perbaikan signifikan juga terlihat pada tekanan sinus dan kualitas tidur.
  3. Meta-Analisis Efektivitas Tanaman Obat Keluarga Zingiberaceae (Termasuk Kapulaga) sebagai Terapi Adjuvan Sinusitis Akut

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi dengan total 1.247 pasien sinusitis akut (6 studi tentang kapulaga)
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi 300-1000 mg/hari ekstrak kapulaga, durasi 5-14 hari
    Temuan:
    Suplementasi kapulaga sebagai adjuvan antibiotik standar meningkatkan resolusi gejala sinusitis sebesar 1,4 kali lebih cepat (RR 1,42; 95% CI 1,21-1,67). Efek paling nyata pada pengurangan nyeri wajah dan kongesti hidung.
  4. Efek Antibakteri Minyak Atsiri Kapulaga terhadap Biofilm Bakteri Penyebab Sinusitis Kronis (Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa)

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorium
    Sampel:
    Isolat klinis S. aureus (n=10) dan P. aeruginosa (n=10) dari pasien sinusitis kronis
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,5-2% minyak atsiri, paparan 1-24 jam untuk uji biofilm dan 6 jam untuk uji bakterisidal
    Temuan:
    Minyak atsiri kapulaga konsentrasi 0,5-2% (v/v) menghambat pembentukan biofilm kedua bakteri hingga 78%. Efek bakterisidal terlihat pada konsentrasi 1% terhadap S. aureus dan 2% terhadap P. aeruginosa.
  5. Studi Potensi 1,8-Cineole dari Kapulaga sebagai Mukolitik dan Dekongestan pada Model Tikus Sinusitis

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Praktinis (Hewan Coba)
    Sampel:
    40 tikus Wistar jantan yang diinduksi sinusitis dengan formalin 0,5%
    Dosis/Durasi:
    50 mg/kgBB 1,8-cineole (setara 300 mg kapulaga), diberikan 1 kali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Pemberian 1,8-cineole (komponen utama kapulaga) dosis 50 mg/kgBB secara oral meningkatkan pembersihan mukosiliar sinus sebesar 62% dan mengurangi edema mukosa. Efek dekongestan sebanding dengan pseudoefedrin.
  6. Systematic Review: Peran Kapulaga dalam Modulasi Inflamasi Saluran Napas Atas dan Implikasinya pada Sinusitis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    23 artikel (7 studi in vitro, 9 studi hewan, 7 studi klinis) yang membahas efek antiinflamasi dan antimikroba kapulaga
    Dosis/Durasi:
    Tidak dirata-rata, bervariasi 300-1000 mg/hari ekstrak atau 0,5-2% minyak atsiri
    Temuan:
    Kapulaga menunjukkan efek antiinflamasi melalui penghambatan jalur NF-κB dan penurunan COX-2, serta efek antimikroba terhadap patogen sinusitis utama. Bukti klinis terbatas pada studi kecil dengan durasi pendek, namun konsisten menunjukkan perbaikan gejala.


Cari: