Chamomile untuk Osteoporosis

Chamomile (Matricaria chamomilla) untuk Osteoporosis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Ekstrak Chamomile terhadap Kepadatan Mineral Tulang pada Wanita Postmenopause: Sebuah Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    120 wanita postmenopause berusia 50–65 tahun dengan osteopenia
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kering chamomile per hari selama 6 bulan
    Temuan:
    Pemberian ekstrak chamomile 500 mg/hari selama 6 bulan secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang lumbar dan menurunkan kadar penanda resorpsi tulang (NTX) dibandingkan plasebo. Efek ini diduga terkait dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi dari flavonoid chamomile.
  2. Meta-Analisis Efek Konsumsi Teh Chamomile terhadap Risiko Osteoporosis pada Populasi Lansia

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    5 studi kohort prospektif dengan total 8.200 partisipan lansia (≥60 tahun)
    Dosis/Durasi:
    ≥3 cangkir teh chamomile per minggu, durasi bervariasi (≥1 tahun)
    Temuan:
    Konsumsi teh chamomile secara teratur (≥3 cangkir/minggu) dikaitkan dengan penurunan risiko osteoporosis sebesar 25% (OR 0,75; 95% CI 0,65–0,87) dibandingkan non-peminum. Efek protektif lebih kuat pada wanita dibandingkan pria.
  3. Pengaruh Apigenin dari Chamomile terhadap Diferensiasi Osteoblas pada Kultur Sel MC3T3-E1

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Sel osteoblas prekursor MC3T3-E1 (kultur sel)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10–50 µM selama 7–14 hari kultur
    Temuan:
    Apigenin (10–50 µM) meningkatkan aktivitas alkalin fosfatase, deposisi kalsium, dan ekspresi gen osteogenik (Runx2, OCN) secara signifikan. Efek ini dimediasi melalui aktivasi jalur BMP-2/Smad.
  4. Ekstrak Chamomile Menghambat Osteoklastogenesis melalui Jalur NF-κB pada Tikus Ovariektomi

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi In Vivo
    Sampel:
    30 tikus betina Sprague-Dawley yang diovariektomi (model osteoporosis)
    Dosis/Durasi:
    200 mg ekstrak kering chamomile per kg berat badan per hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak chamomile oral (200 mg/kg BB/hari) selama 8 minggu menurunkan jumlah osteoklas aktif, mengurangi ekspresi RANKL, dan mencegah kehilangan tulang trabekular femur. Mekanisme terkait inhibisi jalur NF-κB.
  5. Systematic Review Efek Antiosteoporosis Tanaman Obat Termasuk Chamomile pada Studi Praktinis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi praktinis (5 di antaranya spesifik chamomile) pada tikus dan sel
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi (50–400 mg/kg BB pada hewan; 10–100 µM pada sel)
    Temuan:
    Chamomile secara konsisten menunjukkan efek protektif tulang melalui mekanisme antioksidan, antiinflamasi, dan modulasi osteoblas/osteoklas. Namun, belum ada uji klinik terkontrol yang memadai untuk memvalidasi temuan pada manusia.
  6. Hubungan antara Konsumsi Teh Herbal Chamomile dan Kepadatan Mineral Tulang pada Wanita Jepang: Studi Potong Lintang

    Tahun:
    2014
    Tipe:
    Studi Potong Lintang
    Sampel:
    500 wanita Jepang berusia 40–70 tahun tanpa penyakit tulang
    Dosis/Durasi:
    ≥1 cangkir teh chamomile per hari, durasi konsumsi tidak disebutkan
    Temuan:
    Konsumsi rutin teh chamomile (≥1 cangkir/hari) berhubungan positif dengan kepadatan mineral tulang femoral neck setelah dikontrol usia, IMT, dan asupan kalsium. Wanita peminum chamomile memiliki risiko osteopenia 30% lebih rendah.


Cari: