Bawang Putih untuk Osteoporosis

Bawang Putih (Allium sativum) untuk Osteoporosis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Bawang Putih pada Kepadatan Mineral Tulang: Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis dari Uji Acak Terkendali

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    6 studi dengan total 412 partisipan (wanita pascamenopause dan lansia)
    Dosis/Durasi:
    500-1000 mg bubuk bawang putih per hari selama 12-24 minggu
    Temuan:
    Suplementasi bawang putih secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang di daerah pinggul dan tulang belakang. Efek ini lebih nyata pada dosis ≥500 mg/hari dan durasi ≥12 minggu.
  2. Suplementasi Bubuk Bawang Putih dan Penanda Resorpsi Tulang pada Wanita Pascamenopause: Sebuah Uji Acak Terkendali Double-Blind

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 wanita pascamenopause (usia 50-65 tahun) dengan osteopenia
    Dosis/Durasi:
    2 gram bubuk bawang putih per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Kelompok yang menerima bubuk bawang putih menunjukkan penurunan signifikan kadar NTX (penanda resorpsi tulang) dibandingkan plasebo. Tidak ada perubahan signifikan pada kadar kalsium atau vitamin D serum.
  3. Bawang Putih (Allium sativum) dan Efeknya terhadap Osteoporosis: Sebuah Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi (8 studi manusia, 4 studi hewan)
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi, umumnya 500 mg – 2 g ekstrak atau bubuk per hari selama 8-24 minggu
    Temuan:
    Bawang putih berpotensi mencegah osteoporosis melalui mekanisme antioksidan, anti-inflamasi, dan penghambatan osteoklasogenesis. Namun, diperlukan uji klinis dengan desain yang lebih ketat untuk memastikan efektivitasnya.
  4. Efek Ekstrak Bawang Putih Tua pada Penanda Tulang dan Hormon pada Wanita Pascamenopause: Sebuah Studi Percontohan

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    30 wanita pascamenopause (usia 55-70 tahun) tanpa osteoporosis
    Dosis/Durasi:
    1,2 gram ekstrak bawang putih tua per hari selama 3 bulan
    Temuan:
    Ekstrak bawang putih tua menurunkan kadar hormon paratiroid (PTH) dan meningkatkan kadar kalsium serum. Terjadi pula penurunan kadar IL-6 yang signifikan, menunjukkan efek anti-inflamasi.
  5. Suplementasi Bubuk Bawang Putih Meningkatkan Kepadatan Mineral Tulang pada Wanita Pascamenopause: Sebuah Uji Acak Terkendali

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    96 wanita pascamenopause (usia 50-75 tahun) dengan osteopenia atau osteoporosis ringan
    Dosis/Durasi:
    500 mg bubuk bawang putih (setara dengan 2 mg allicin) per hari selama 6 bulan
    Temuan:
    Suplementasi bubuk bawang putih selama 6 bulan secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang total tubuh dan daerah pinggul. Efek ini disertai penurunan kadar TNF-α dan malondialdehid.
  6. Pengaruh Suplementasi Bawang Putih terhadap Kepadatan Mineral Tulang pada Lansia dengan Osteopenia: Studi Acak Terkendali

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    100 lansia (usia 60-80 tahun) dengan osteopenia, baik pria maupun wanita
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak bawang putih (standar 1% allicin) per hari selama 6 bulan
    Temuan:
    Kelompok yang mendapat suplemen bawang putih menunjukkan peningkatan kepadatan mineral tulang di tulang belakang lumbal dan penurunan kadar IL-6 yang signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.


Cari: