Kelor untuk Osteoporosis

Kelor (Moringa oleifera) untuk Osteoporosis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Pemberian Bubuk Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Kepadatan Mineral Tulang pada Wanita Pascamenopause dengan Osteoporosis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 wanita pascamenopause (usia 50-65 tahun) dengan osteoporosis
    Dosis/Durasi:
    10 gram bubuk daun kelor per hari, selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian bubuk daun kelor 10 gram/hari selama 12 minggu secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang di daerah lumbar spine dan femoral neck dibandingkan plasebo.
  2. Ekstrak Etanol Daun Kelor Memperbaiki Mikrostruktur Tulang pada Tikus Ovariektomi Model Osteoporosis

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    30 tikus betina Sprague-Dawley yang diovariektomi
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kgBB ekstrak etanol daun kelor per oral, selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun kelor dosis 200 mg/kgBB selama 8 minggu meningkatkan volume tulang trabekular dan menurunkan jumlah osteoklas pada tikus osteoporosis.
  3. Tinjauan Sistematis Efek Moringa oleifera pada Kesehatan Tulang dan Osteoporosis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi (hewan dan manusia) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi, dosis umum 5-15 gram bubuk daun/hari pada manusia
    Temuan:
    Mayoritas studi menunjukkan bahwa Moringa oleifera memiliki efek positif pada kepadatan tulang dan remodeling tulang melalui mekanisme antioksidan dan anti-inflamasi.
  4. Efek Suplementasi Ekstrak Daun Kelor terhadap Penanda Pembentukan Tulang pada Wanita dengan Osteopenia

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji Klinis Terkontrol Acak
    Sampel:
    40 wanita usia 45-60 tahun dengan osteopenia
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak daun kelor per hari (standar 10% flavonoid), selama 6 bulan
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak daun kelor 500 mg/hari selama 6 bulan meningkatkan kadar osteokalsin dan menurunkan kadar RANKL, mengindikasikan stimulasi pembentukan tulang.
  5. Meta-Analisis Efek Moringa oleifera terhadap Densitas Mineral Tulang dan Marker Remodeling Tulang pada Model Osteoporosis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    15 studi (termasuk 5 RCT pada manusia, 10 studi hewan)
    Dosis/Durasi:
    Kombinasi dosis: 5-15 g/hari pada manusia, 100-400 mg/kgBB pada hewan; durasi 4-24 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa Moringa oleifera secara signifikan meningkatkan bone mineral density (BMD) dan menurunkan bone resorption marker seperti CTX-1, dengan efek yang lebih nyata pada dosis tinggi (>10 g/hari) dan durasi panjang (>12 minggu).
  6. Pengaruh Fraksi Polifenol Daun Kelor terhadap Diferensiasi Osteoblas dan Osteoklas Secara In Vitro

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Kultur sel osteoblas MC3T3-E1 dan osteoklas RAW264.7
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10-100 µg/mL, diinkubasi 24-72 jam
    Temuan:
    Fraksi polifenol daun kelor meningkatkan diferensiasi osteoblas dan menghambat maturasi osteoklas melalui regulasi jalur Wnt/β-catenin dan NF-κB.


Cari: