Kunyit untuk Osteoporosis

Kunyit (Curcuma longa) untuk Osteoporosis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Kurkumin terhadap Kepadatan Mineral Tulang pada Osteoporosis: Sebuah Meta-Analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    10 studi dengan total 1.200 subjek (manusia dan hewan)
    Dosis/Durasi:
    100-500 mg/kg berat badan per hari (hewan) atau 500-1500 mg/hari (manusia) selama 8-24 minggu
    Temuan:
    Kurkumin secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang (BMD) pada kelompok perlakuan dibandingkan kontrol. Efek ini lebih nyata pada model osteoporosis pascamenopause.
  2. Efek Suplementasi Kurkumin pada Marker Pembentukan dan Resorpsi Tulang pada Wanita Pascamenopause: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 wanita pascamenopause (usia 50-65 tahun) dengan osteopenia
    Dosis/Durasi:
    500 mg kurkumin (dengan piperin 5 mg) dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kurkumin selama 12 minggu meningkatkan kadar osteokalsin (marker pembentukan tulang) dan menurunkan kadar CTX-1 (marker resorpsi tulang) secara signifikan dibandingkan plasebo.
  3. Peran Kurkumin dalam Mencegah Osteoporosis pada Tikus Ovariektomi melalui Regulasi Jalur Wnt/β-Catenin

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    40 tikus betina Sprague-Dawley (dibagi 4 kelompok: sham, ovariektomi, ovariektomi+kurkumin dosis rendah, ovariektomi+kurkumin dosis tinggi)
    Dosis/Durasi:
    Dosis rendah 100 mg/kg dan dosis tinggi 200 mg/kg per oral setiap hari selama 8 minggu setelah ovariektomi
    Temuan:
    Kurkumin dosis tinggi (200 mg/kg) secara signifikan meningkatkan ekspresi β-catenin dan osteoblas, serta menurunkan aktivitas osteoklas. Kepadatan tulang femur lebih tinggi pada kelompok kurkumin dibandingkan ovariektomi tanpa perlakuan.
  4. Kurkumin sebagai Agen Terapi Osteoporosis: Tinjauan Sistematis terhadap Studi In Vitro dan In Vivo

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    28 studi (in vitro dan in vivo) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi; pada hewan 50-300 mg/kg/hari, pada manusia 500-2000 mg/hari selama 4-24 minggu
    Temuan:
    Kurkumin menghambat diferensiasi dan aktivasi osteoklas melalui penekanan jalur NF-κB dan RANKL. Pada hewan, kurkumin meningkatkan BMD dan kekuatan tulang. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas.
  5. Kurkumin Menghambat Resorpsi Tulang melalui Regulasi Rasio RANKL/OPG pada Kultur Osteoblas-Osteoklas

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Kultur sel osteoblas dan osteoklas dari sumsum tulang tikus
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 1, 10, 25, 50 µM selama 48-72 jam dalam kultur
    Temuan:
    Kurkumin dosis 10-50 µM menurunkan rasio RANKL/OPG secara signifikan, sehingga menghambat osteoklastogenesis. Efek ini setara dengan estrogen pada konsentrasi yang diuji.
  6. Kombinasi Kurkumin dan Kalsium dalam Meningkatkan Kepadatan Tulang pada Wanita dengan Osteopenia: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 wanita pascamenopause dengan osteopenia (T-score -1.0 hingga -2.5) berusia 55-70 tahun
    Dosis/Durasi:
    Kurkumin 500 mg (dengan piperin 5 mg) + kalsium 1000 mg per hari selama 6 bulan
    Temuan:
    Kombinasi kurkumin (500 mg) dan kalsium (1000 mg) selama 6 bulan menghasilkan peningkatan BMD lumbal yang lebih besar dibandingkan kalsium saja atau plasebo. Kadar serum alkaline phosphatase spesifik tulang juga meningkat.
  7. Efek Anti-Osteoporosis Ekstrak Etanol Kunyit pada Tikus yang Diinduksi Kortikosteroid

    Tahun:
    2014
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    30 tikus jantan Wistar (dibagi 5 kelompok: kontrol normal, kontrol osteoporosis, dosis rendah, sedang, tinggi ekstrak kunyit)
    Dosis/Durasi:
    Dosis ekstrak setara 100, 200, 400 mg kurkumin/kg/hari per oral selama 6 minggu bersamaan dengan induksi kortikosteroid
    Temuan:
    Ekstrak etanol kunyit (setara dengan 100-400 mg kurkumin/kg) mampu mencegah penurunan BMD dan kekuatan tulang femur akibat kortikosteroid. Diameter trabekula tulang lebih tebal pada kelompok dosis tinggi.
  8. Bioavailabilitas Kurkumin dan Potensinya dalam Terapi Osteoporosis: Sebuah Tinjauan Naratif

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Narrative Review
    Sampel:
    Lebih dari 50 artikel relevan tentang farmakokinetik dan farmakodinamik kurkumin pada tulang
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis tunggal; tinjauan mencakup berbagai dosis dan durasi
    Temuan:
    Kurkumin memiliki bioavailabilitas rendah, namun formulasi dengan piperin atau nanopartikel meningkatkan absorpsi. Efek anti-osteoporosis kurkumin melibatkan modulasi sitokin inflamasi dan jalur pensinyalan osteoblas-osteoklas. Diperlukan lebih banyak studi klinis dengan formulasi bioavailabilitas tinggi.


Cari: