Sampel:
30 tikus Wistar jantan (berat 200–250 g), dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol, induksi, dan tiga dosis minyak atsiri kapulaga)
Dosis/Durasi:
Minyak atsiri kapulaga dosis 50, 100, dan 200 mg/kgBB per oral, diberikan 30 menit sebelum induksi nitrogliserin, diamati selama 60 menit
Temuan:
Pemberian minyak atsiri kapulaga dosis 100 mg/kgBB secara oral mampu menurunkan jumlah kusut kepala (head scratching) dan meningkatkan latensi nyeri pada uji hot plate, menunjukkan efek antinosiseptif yang sebanding dengan sumatriptan 10 mg/kg. Efek ini dimediasi oleh penurunan kadar substansi P dan nitrit oksida di jaringan trigeminal.