Kapulaga untuk Migrain

Kapulaga (Elettaria cardamomum) untuk Migrain, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Suplementasi Ekstrak Kapulaga terhadap Frekuensi dan Intensitas Serangan Migrain: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak Terkontrol)
    Sampel:
    60 pasien migrain episodik (usia 18–55 tahun) yang memenuhi kriteria ICHD-3
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kapulaga (setara 5 g simplisia) dalam kapsul, dua kali sehari setelah makan, selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak kapulaga selama 8 minggu secara signifikan menurunkan frekuensi serangan migrain (rata-rata 3,2→1,8 per bulan) dan mengurangi intensitas nyeri skala VAS (dari 7,1 menjadi 4,6). Efek ini diduga terkait dengan penurunan kadar C-reactive protein dan malondialdehid serum.
  2. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat Keluarga Zingiberaceae untuk Pengobatan Migrain

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (RCT dan quasi-eksperimental) dengan total 1.230 partisipan, mencakup kapulaga, jahe, dan kunyit
    Dosis/Durasi:
    Tidak dilaporkan secara seragam (rentang dosis ekstrak 200–500 mg/hari, durasi 4–12 minggu pada studi primer)
    Temuan:
    Kapulaga (Elettaria cardamomum) menunjukkan potensi sebagai terapi adjuvant migrain melalui efek antiinflamasi dan antioksidan. Namun, bukti masih terbatas dan memerlukan uji klinis lebih lanjut dengan desain yang ketat.
  3. Efek Antinosiseptif Minyak Atsiri Kapulaga pada Model Migrain Tikus yang Diinduksi Nitrogliserin

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi Eksperimental (Hewan Coba)
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan (berat 200–250 g), dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol, induksi, dan tiga dosis minyak atsiri kapulaga)
    Dosis/Durasi:
    Minyak atsiri kapulaga dosis 50, 100, dan 200 mg/kgBB per oral, diberikan 30 menit sebelum induksi nitrogliserin, diamati selama 60 menit
    Temuan:
    Pemberian minyak atsiri kapulaga dosis 100 mg/kgBB secara oral mampu menurunkan jumlah kusut kepala (head scratching) dan meningkatkan latensi nyeri pada uji hot plate, menunjukkan efek antinosiseptif yang sebanding dengan sumatriptan 10 mg/kg. Efek ini dimediasi oleh penurunan kadar substansi P dan nitrit oksida di jaringan trigeminal.
  4. Pengaruh Aromaterapi Minyak Atsiri Kapulaga terhadap Intensitas Nyeri dan Tingkat Stres pada Pasien Migrain Akut: Studi Kuasi-Eksperimental

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Quasi-Experimental Study
    Sampel:
    40 pasien migrain akut (tanpa aura) di unit gawat darurat, usia 20–50 tahun
    Dosis/Durasi:
    3 tetes minyak atsiri kapulaga 3% (dilarutkan dalam 5 mL air hangat) dihirup selama 15 menit, sekali pada saat serangan akut
    Temuan:
    Inhalasi minyak atsiri kapulaga 3% selama 15 menit menurunkan skor nyeri VAS rata-rata dari 7,8 menjadi 4,2 dalam 30 menit, serta menurunkan skor stres (PSS-10) secara signifikan. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  5. Meta-Analisis Efektivitas Suplementasi Herbal yang Mengandung 1,8-Cineole terhadap Frekuensi Migrain: Fokus pada Kapulaga dan Eucalyptus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analysis
    Sampel:
    7 studi (RCT) dengan total 642 partisipan; 3 studi menggunakan kapulaga, 4 studi menggunakan eucalyptus
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis 1,8-cineole: oral 200–400 mg/hari atau inhalasi 10–15 menit per sesi, durasi 4–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi atau inhalasi 1,8-cineole (dari kapulaga maupun eucalyptus) secara signifikan mengurangi frekuensi migrain sebanyak 1,8 serangan per bulan (95% CI: -2,4 hingga -1,2) dibandingkan plasebo. Heterogenitas rendah, menunjukkan konsistensi efek.


Cari: