Kunyit untuk Melanoma

Kunyit (Curcuma longa) untuk Melanoma, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Kurkumin pada Melanoma: Meta-Analisis Studi Praklinis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    22 studi praklinis (in vitro dan in vivo) dengan total lebih dari 500 sampel sel dan 200 hewan coba
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi; in vitro 24-72 jam, in vivo selama 2-4 minggu
    Temuan:
    Kurkumin secara signifikan menghambat proliferasi dan menginduksi apoptosis pada sel melanoma melalui modulasi jalur NF-κB dan Wnt/β-catenin. Dosis efektif in vitro berkisar 5-50 µM, sedangkan in vivo 50-200 mg/kg.
  2. Uji Fase II Kurkumin Topikal pada Pasien Melanoma Stadium Awal

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Uji Klinis Fase II
    Sampel:
    30 pasien dengan melanoma stadium I-II (usia 35-70 tahun, 16 pria, 14 wanita)
    Dosis/Durasi:
    Krim kurkumin 1% dioleskan topikal 2x sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Aplikasi krim kurkumin 1% dua kali sehari selama 12 minggu mengurangi ukuran lesi pada 40% pasien dan menekan ekspresi Ki-67. Tidak dilaporkan efek samping sistemik yang serius.
  3. Tinjauan Sistematis Peran Kurkumin dalam Terapi Melanoma

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    18 studi in vitro dan 5 studi in vivo yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak spesifik, bervariasi antar studi in vitro (10-50 µM) dan in vivo (50-150 mg/kg)
    Temuan:
    Kurkumin menghambat proliferasi sel melanoma melalui inhibisi jalur sinyal STAT3 dan NF-κB. Bioavailabilitas yang rendah menjadi hambatan utama untuk aplikasi klinis.
  4. Kurkumin Menginduksi Apoptosis pada Sel Melanoma Manusia melalui Jalur Mitokondria

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Sel melanoma manusia (A375 dan SK-MEL-28) serta keratinosit normal sebagai kontrol
    Dosis/Durasi:
    10-40 µM selama 24-48 jam
    Temuan:
    Kurkumin dosis 10-20 µM meningkatkan produksi ROS dan menurunkan potensial membran mitokondria, menginduksi apoptosis kaspase-3 dependen. Efek sitotoksik minimal pada sel normal.
  5. Efek Kurkumin pada Pertumbuhan Tumor Melanoma pada Mencit: Studi In Vivo

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi In Vivo
    Sampel:
    40 menit nude betina (usia 6-8 minggu) dengan xenograft melanoma subkutan
    Dosis/Durasi:
    100 mg/kg oral setiap hari selama 21 hari
    Temuan:
    Pemberian kurkumin oral 100 mg/kg/hari selama 21 hari menghambat volume tumor sebesar 50% dibandingkan kontrol. Kombinasi dengan dakarbazin meningkatkan efek sinergis.
  6. Efek Sinergis Kurkumin dan Kemoterapi pada Melanoma: Meta-Analisis Studi Klinis dan Praklinis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji klinis (total 312 pasien) dan 12 studi praklinis (in vitro/in vivo)
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi; uji klinis menggunakan kurkumin 500-1000 mg/hari oral selama 8-24 minggu
    Temuan:
    Kombinasi kurkumin dengan kemoterapi konvensional meningkatkan respons tumor secara signifikan (RR=1.45, 95%CI 1.12-1.87) tanpa meningkatkan toksisitas. Efek paling jelas terlihat pada regimen berbasis platinum.


Cari: