Pala untuk Melanoma

Pala (Myristica fragrans) untuk Melanoma, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Ekstrak Myristica fragrans menghambat proliferasi dan menginduksi apoptosis pada sel melanoma B16F10 melalui jalur ROS

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel melanoma B16F10 (tikus); 3 ulangan independen
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10–100 µg/mL selama 24 dan 48 jam
    Temuan:
    Ekstrak metanol pala (Myristica fragrans) secara signifikan menurunkan viabilitas sel B16F10 dan menginduksi apoptosis melalui peningkatan spesies oksigen reaktif (ROS) serta aktivasi kaspase-3. Efek sitotoksik bersifat dosis-tergantung dengan IC50 sebesar 45 µg/mL.
  2. Macelignan dari pala menghambat pertumbuhan tumor melanoma pada model xenograft tikus melalui modulasi siklus sel

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in vivo pada hewan coba
    Sampel:
    40 tikus BALB/c nude dengan xenograft sel melanoma A375; 4 kelompok (n=10 per kelompok)
    Dosis/Durasi:
    Macelignan 20 dan 40 mg/kgBB/hari secara oral selama 21 hari
    Temuan:
    Pemberian macelignan (senyawa aktif pala) secara oral menghambat pertumbuhan tumor melanoma hingga 58% dibandingkan kontrol. Analisis histologi menunjukkan penurunan proliferasi sel (Ki-67) dan induksi apoptosis yang signifikan.
  3. Uji aktivitas antimelanoma minyak atsiri pala secara in vitro dan in silico

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro dan simulasi in silico
    Sampel:
    Sel melanoma manusia A375 dan HaCaT (keratinosit normal); 3 ulangan
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 5–80 µg/mL selama 48 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri pala menunjukkan sitotoksisitas selektif terhadap sel A375 (IC50 28 µg/mL) tanpa toksisitas berarti pada sel normal. Simulasi docking molekuler mengidentifikasi myristicin sebagai inhibitor potensial Bcl-2.
  4. Tinjauan sistematis potensi antikanker pala (Myristica fragrans) dengan penekanan pada melanoma

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    18 studi in vitro dan in vivo yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (review, dosis bervariasi antar studi)
    Temuan:
    Mayoritas studi melaporkan aktivitas antiproliferatif dan proapoptotik ekstrak atau senyawa pala pada berbagai sel melanoma. Senyawa utama seperti myristicin dan macelignan menunjukkan potensi sebagai agen kemopreventif.
  5. Formulasi nanopartikel ekstrak pala meningkatkan sitotoksisitas terhadap sel melanoma A375

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel melanoma A375; 3 ulangan
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 5–50 µg/mL (setara ekstrak) selama 24 jam
    Temuan:
    Nanopartikel kitosan yang mengandung ekstrak pala memiliki ukuran 150 nm dan efisiensi enkapsulasi 85%. Sitotoksisitas terhadap A375 meningkat 3,5 kali lipat dibandingkan ekstrak bebas, dengan IC50 12 µg/mL.
  6. Efek sinergis ekstrak pala dan doksorubisin dalam menghambat pertumbuhan sel melanoma manusia

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro (kombinasi)
    Sampel:
    Sel melanoma manusia G-361 dan A375; 3 ulangan
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak pala 5–20 µg/mL + doksorubisin 0,1–1 µM selama 48 jam
    Temuan:
    Kombinasi ekstrak pala (10 µg/mL) dan doksorubisin (0,5 µM) menunjukkan efek sinergis (indeks kombinasi <1) dengan peningkatan apoptosis hingga 70%. Ekstrak pala juga menurunkan ekspresi protein multi-drug resistance (MDR1).


Cari: