Kapulaga untuk Maag

Kapulaga (Elettaria cardamomum) untuk Maag, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Kapulaga terhadap Gejala Dispepsia Fungsional: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien dispepsia fungsional (40 kelompok kapulaga, 40 plasebo), usia 18–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kapulaga (standar 5% minyak atsiri) dua kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kapulaga selama 8 minggu secara signifikan menurunkan skor gejala dispepsia (nyeri epigastrium, kembung, mual) dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Aktivitas Gastroprotektif Ekstrak Etanol Kapulaga pada Tikus yang Diinduksi Etanol

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan, berat 200–250 g, dibagi 5 kelompok (kontrol, etanol, dan tiga dosis kapulaga)
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kg BB per oral selama 7 hari, kemudian induksi etanol 70% (1 mL/200 g BB) pada hari ke-7
    Temuan:
    Ekstrak kapulaga dosis 200 mg/kg BB mengurangi luas tukak lambung hingga 72% dibandingkan kontrol etanol. Efek gastroprotektif dimediasi oleh peningkatan produksi lendir dan aktivitas antioksidan.
  3. Tinjauan Sistematis Efek Kardamom pada Sistem Pencernaan: Fokus pada Penyakit Maag

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (12 hewan, 3 manusia) yang memenuhi kriteria inklusi dari database PubMed dan Scopus
    Dosis/Durasi:
    Tidak dirangkum secara kuantitatif; dosis pada studi hewan berkisar 100–500 mg/kg BB, pada manusia 500–3000 mg/hari selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Sebagian besar studi melaporkan efek anti-ulkus dan anti-inflamasi kapulaga melalui mekanisme antioksidan dan penghambatan pompa proton. Namun, kualitas studi manusia masih terbatas dan diperlukan RCT lebih lanjut.
  4. Meta-Analisis Efek Suplementasi Kapulaga terhadap Indeks Ulkus dan Parameter Oksidatif pada Model Hewan

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi hewan (total 240 tikus/mencit) dengan induksi ulkus menggunakan etanol atau NSAID
    Dosis/Durasi:
    Dosis berkisar 100–500 mg/kg BB, durasi 5–14 hari
    Temuan:
    Suplementasi kapulaga secara signifikan menurunkan indeks ulkus (SMD = -1.42; 95% CI: -1.89 hingga -0.95) dan meningkatkan aktivitas SOD serta glutathione. Efek terlihat pada dosis ≥200 mg/kg BB.
  5. Pengaruh Bubuk Kapulaga terhadap Kadar Asam Lambung dan Gejala Nyeri pada Pasien Gastritis Kronis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji Klinis Non-Randomized
    Sampel:
    40 pasien gastritis kronis (20 intervensi, 20 kontrol), usia 25–60 tahun, diagnosis endoskopi
    Dosis/Durasi:
    3 gram bubuk kapulaga (dalam kapsul) diminum 3 kali sehari sebelum makan selama 4 minggu
    Temuan:
    Pemberian bubuk kapulaga 3 gram/hari selama 4 minggu menurunkan pH lambung dari 2.1 menjadi 3.4 (p<0.05) dan mengurangi skor nyeri epigastrium sebesar 40%. Tidak ada perubahan signifikan pada kontrol.
  6. Penghambatan Aktivitas H+/K+ ATPase oleh Senyawa Aktif Kapulaga secara In Vitro sebagai Mekanisme Anti-ulkus

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Enzim H+/K+ ATPase dari mukosa lambung babi; pengujian dengan berbagai konsentrasi ekstrak kapulaga dan fraksi aktif
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak: 0,1–2,0 mg/mL; inkubasi selama 30 menit sebelum pengukuran aktivitas enzim
    Temuan:
    Ekstrak kapulaga dan fraksi kaya 1,8-sineol menghambat aktivitas H+/K+ ATPase secara kompetitif dengan IC50 0,5 mg/mL. Mekanisme ini mirip dengan omeprazole namun dengan afinitas lebih rendah.


Cari: