Temulawak untuk Maag

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) untuk Maag, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efikasi Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) pada Pasien Dispepsia Fungsional: Uji Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien dengan dispepsia fungsional (30 kelompok temulawak, 30 kelompok plasebo)
    Dosis/Durasi:
    3 × 200 mg ekstrak temulawak per hari (total 600 mg/hari) selama 6 minggu
    Temuan:
    Ekstrak temulawak secara signifikan mengurangi skor gejala dispepsia (nyeri epigastrium, rasa penuh, mual) dibandingkan plasebo setelah 6 minggu pengobatan. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Efek Gastroprotektif Ekstrak Air Temulawak terhadap Tukak Lambung yang Diinduksi Etanol pada Tikus

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan (dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol, induksi etanol, dan tiga dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kg BB ekstrak air temulawak diberikan secara oral selama 7 hari sebelum induksi etanol
    Temuan:
    Ekstrak temulawak dosis 200 mg/kg BB mampu menurunkan indeks ulkus secara signifikan dan meningkatkan produksi mukus lambung. Efek protektif diduga terkait dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.
  3. Tinjauan Sistematis Curcuma xanthorrhiza sebagai Terapi Adjuvan pada Gastritis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi (8 studi hewan, 4 studi klinis) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi antara 300–1000 mg/hari, durasi 2–8 minggu
    Temuan:
    Temulawak menunjukkan efek gastroprotektif melalui mekanisme antioksidan, antiinflamasi, dan peningkatan pertahanan mukosa. Sebagian besar studi klinis melaporkan perbaikan gejala maag dengan keamanan yang baik dalam jangka pendek.
  4. Meta-Analisis Efektivitas Temulawak terhadap Penyembuhan Gastritis

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 RCT dengan total 720 pasien gastritis
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis 500–1000 mg/hari selama 4–8 minggu
    Temuan:
    Temulawak secara signifikan meningkatkan tingkat penyembuhan gastritis dibandingkan plasebo (risiko relatif 1,8; 95% CI 1,3–2,5). Efek samping ringan dilaporkan pada 5% pasien tanpa perbedaan signifikan dengan plasebo.
  5. Pengaruh Ekstrak Curcuma xanthorrhiza terhadap Sekresi Asam Lambung pada Manusia

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Intervensi Terbuka
    Sampel:
    20 sukarelawan sehat (10 laki-laki, 10 perempuan) dengan usia 20–40 tahun
    Dosis/Durasi:
    Dosis tunggal 500 mg ekstrak temulawak
    Temuan:
    Pemberian ekstrak temulawak dosis tunggal 500 mg menurunkan volume sekresi asam lambung sebesar 30% dalam 2 jam setelah konsumsi. Tidak ada perubahan signifikan pada pH lambung basal.


Cari: