Kapulaga untuk Batu Empedu

Kapulaga (Elettaria cardamomum) untuk Batu Empedu, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Kapulaga terhadap Profil Lipid dan Stres Oksidatif pada Wanita Kelebihan Berat Badan dan Obesitas: Uji Acak Terkontrol Plasebo Ganda

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 wanita dengan kelebihan berat badan atau obesitas (BMI 25–35), usia 20–50 tahun
    Dosis/Durasi:
    3 gram bubuk kapulaga per hari dalam kapsul, selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kapulaga selama 8 minggu secara signifikan menurunkan kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida, serta meningkatkan HDL dan kapasitas antioksidan total. Perubahan ini berpotensi mengurangi risiko pembentukan batu empedu kolesterol.
  2. Efek Kapulaga terhadap Sindrom Metabolik: Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    10 studi terkontrol acak dengan total 637 partisipan (dewasa dengan sindrom metabolik atau faktor risiko terkait)
    Dosis/Durasi:
    Dosis berkisar 1–3 gram/hari, durasi 4–12 minggu (bervariasi antar studi)
    Temuan:
    Suplementasi kapulaga secara signifikan menurunkan kolesterol total, LDL, trigliserida, dan glukosa darah puasa, serta meningkatkan HDL. Efek ini mendukung potensi kapulaga dalam mencegah batu empedu yang terkait dengan dislipidemia.
  3. Pengaruh Kapulaga terhadap Pembentukan Batu Empedu Kolesterol pada Mencit

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    30 mencit jantan galur Swiss albino yang diinduksi batu empedu dengan diet kolesterol tinggi
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol kapulaga dosis 200 mg/kg BB/hari, selama 6 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol kapulaga secara oral selama 6 minggu mengurangi jumlah dan ukuran batu empedu kolesterol, serta menurunkan kadar kolesterol empedu dan indeks litogenik. Efek ini terkait dengan aktivitas antioksidan dan penurunan sekresi kolesterol hati.
  4. Efek Kapulaga terhadap Fungsi Hati dan Stres Oksidatif pada Penyakit Hati Berlemak Non-Alkoholik: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    50 pasien dengan NAFLD (steatosis hepatik derajat 1-2), usia 25–60 tahun
    Dosis/Durasi:
    2 gram bubuk kapulaga/hari dalam kapsul, selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kapulaga selama 12 minggu menurunkan enzim hati (ALT, AST), malondialdehid, dan meningkatkan glutation. Perbaikan stres oksidatif hati dapat menurunkan risiko pembentukan batu empedu yang sering menyertai NAFLD.
  5. Aktivitas Antioksidan dan Anti-Inflamasi Ekstrak Kapulaga pada Kultur Sel Kandung Empedu Manusia

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Kultur sel epitel kandung empedu manusia (sel GBC-SD) yang diinduksi oksidasi
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol kapulaga dengan konsentrasi 25–100 µg/mL selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak kapulaga menekan produksi spesies oksigen reaktif dan sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6) pada sel epitel kandung empedu. Efek ini menunjukkan potensi kapulaga dalam melindungi kandung empedu dari kerusakan yang dapat memicu batu empedu.


Cari: