Bunga Lawang untuk Insomnia

Bunga Lawang (Illicium verum) untuk Insomnia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Sedatif Ekstrak Etanol Bunga Lawang (Illicium verum) pada Tikus yang Diinduksi Insomnia: Studi Perilaku dan Neurokimia

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan (Pra-klinis)
    Sampel:
    30 ekor tikus Sprague-Dawley jantan, dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol, induksi insomnia, dan 3 dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kgBB/hari secara oral selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak etanol bunga lawang dosis 200 mg/kgBB secara signifikan meningkatkan durasi tidur non-REM dan menurunkan aktivitas lokomotor pada tikus insomnia. Efek ini dikaitkan dengan peningkatan kadar GABA dan serotonin di hipotalamus.
  2. Pengaruh Aromaterapi Minyak Atsiri Bunga Lawang terhadap Kualitas Tidur pada Pasien Insomnia Ringan-Sedang: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    64 pasien insomnia (skor PSQI > 5), usia 25-55 tahun, dibagi menjadi kelompok aromaterapi dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi minyak atsiri 3% (3 tetes dalam diffuser) selama 30 menit setiap malam, 4 minggu
    Temuan:
    Inhalasi minyak atsiri bunga lawang 3% selama 30 menit sebelum tidur selama 4 minggu secara signifikan menurunkan skor PSQI rata-rata sebesar 4,2 poin dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping signifikan yang dilaporkan.
  3. Mekanisme Molekuler Anetol dari Illicium verum dalam Memodulasi Sistem GABAergik sebagai Agen Hipnotik

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi In Vivo dan In Vitro
    Sampel:
    Kultur neuron kortikal tikus (in vitro) dan 40 ekor tikus (in vivo)
    Dosis/Durasi:
    Dosis anetol: 25, 50, 100 mg/kgBB i.p. dosis tunggal; pengamatan 6 jam
    Temuan:
    Anetol, senyawa utama bunga lawang, bekerja sebagai agonis positif pada reseptor GABA-A subunit α1 dan β2, meningkatkan frekuensi pembukaan saluran klorida. Pada tikus, anetol dosis 50 mg/kgBB memperpendek latensi tidur hingga 45%.
  4. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat untuk Insomnia: Fokus pada Spesies Illicium dan Potensi Klinisnya

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    25 studi (15 in vivo, 8 in vitro, 2 uji klinis) yang memenuhi kriteria inklusi dari database PubMed, Scopus, dan Cochrane
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi: dosis ekstrak 100-400 mg/kgBB (hewan), minyak atsiri 1-5% (manusia), durasi 1-8 minggu
    Temuan:
    Illicium verum menunjukkan bukti paling konsisten sebagai agen pro-tidur di antara genus Illicium, terutama melalui jalur GABA dan serotonin. Namun, uji klinis pada manusia masih terbatas dan memerlukan penelitian lebih lanjut dengan desain yang ketat.
  5. Efek Kombinasi Ekstrak Illicium verum dan Valeriana officinalis terhadap Pola Tidur pada Tikus Model Insomnia Kronis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    36 ekor tikus Wistar jantan, model insomnia kronis dengan PCPA (p-chlorophenylalanine)
    Dosis/Durasi:
    150 mg/kgBB ekstrak I. verum + 200 mg/kgBB ekstrak V. officinalis, oral, 21 hari
    Temuan:
    Kombinasi ekstrak bunga lawang (150 mg/kgBB) dan akar valerian (200 mg/kgBB) menunjukkan efek sinergis dalam meningkatkan total waktu tidur dan memulihkan ritme sirkadian yang terganggu. Efeknya sebanding dengan diazepam 2 mg/kgBB tanpa efek sedasi residual.
  6. Meta-Analisis Efek Tanaman Obat yang Mengandung Anetol terhadap Kualitas Tidur: Fokus pada Illicium verum dan Pimpinella anisum

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi (9 hewan, 3 manusia) dengan total 582 subjek (486 hewan, 96 manusia)
    Dosis/Durasi:
    Rerata dosis anetol: 30-80 mg/kgBB (hewan); durasi studi 1-8 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa tanaman kaya anetol (termasuk I. verum) secara signifikan meningkatkan durasi tidur total (SMD = 1,24; 95% CI 0,89-1,59) dan menurunkan latensi tidur (SMD = -0,98; 95% CI -1,32 hingga -0,64). Efek lebih kuat pada studi hewan dibandingkan manusia.


Cari: