Bunga Lawang untuk Hipertensi

Bunga Lawang (Illicium verum) untuk Hipertensi, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Antihipertensi Ekstrak Etanol Bunga Lawang (Illicium verum) pada Tikus Hipertensi yang Diinduksi Garam

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    30 ekor tikus Wistar jantan, dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol, hipertensi, dan 3 dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB per oral selama 28 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol Illicium verum dosis 200 mg/kgBB selama 4 minggu menurunkan tekanan darah sistolik secara signifikan (p<0.05) dibandingkan kelompok hipertensi tanpa perlakuan. Efek ini diduga terkait aktivitas antioksidan dan vasodilatasi melalui jalur nitrit oksida.
  2. Uji Klinis Acak Terkontrol Efek Teh Bunga Lawang terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Ringan-Sedang

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    60 pasien hipertensi derajat 1-2 (usia 35-65 tahun), dibagi menjadi kelompok intervensi dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    3 gram seduhan bunga lawang kering dalam 200 mL air panas, diminum 2 kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Konsumsi teh bunga lawang (3 gram/hari) selama 8 minggu menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 8,2 mmHg dan diastolik 5,1 mmHg lebih besar dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Mekanisme Vasodilatasi Minyak Atsiri Illicium verum pada Aorta Tikus Terisolasi

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Lingkaran aorta toraks dari 20 ekor tikus Wistar, diuji dengan konsentrasi minyak atsiri 0,01-100 µg/mL
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,01-100 µg/mL, pengamatan 30 menit per konsentrasi
    Temuan:
    Minyak atsiri Illicium verum menunjukkan efek relaksasi dependen konsentrasi pada aorta yang dikontraksi fenilefrin. Efek ini dihambat oleh L-NAME dan indometasin, menunjukkan peran jalur NO dan prostaglandin.
  4. Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Efek Tanaman Rempah (Termasuk Illicium verum) terhadap Tekanan Darah

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    23 studi terkontrol (termasuk 3 studi spesifik Illicium verum) dengan total 1.542 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi, dosis Illicium verum 1-5 g/hari selama 4-12 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa konsumsi produk yang mengandung Illicium verum secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik (rata-rata -6,4 mmHg, 95% CI: -9,1 hingga -3,7) dan diastolik (-3,8 mmHg, 95% CI: -5,6 hingga -2,0) dibandingkan kontrol. Efek lebih besar pada dosis ≥2 g/hari dan durasi ≥8 minggu.
  5. Potensi Antihipertensi Senyawa Anethole dari Bunga Lawang melalui Penghambatan ACE dan Aktivitas Antioksidan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo dan In Silico
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley hipertensi renovaskular, serta simulasi molecular docking
    Dosis/Durasi:
    Anethole murni dosis 25, 50, dan 100 mg/kgBB per oral selama 14 hari
    Temuan:
    Anethole dosis 50 mg/kgBB selama 2 minggu menurunkan aktivitas ACE plasma sebesar 34% dan meningkatkan kapasitas antioksidan total. Docking molekuler menunjukkan afinitas tinggi anethole terhadap sisi katalitik ACE.
  6. Pengaruh Suplementasi Ekstrak Bunga Lawang terhadap Tekanan Darah dan Profil Lipid pada Pria Obesitas dengan Prehipertensi

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Quasi-Eksperimental
    Sampel:
    38 pria obesitas (BMI ≥27) dengan tekanan darah 120-139/80-89 mmHg, tanpa obat antihipertensi
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kering (setara 2 g bunga lawang) per oral sekali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak Illicium verum 500 mg/hari selama 12 minggu menurunkan tekanan darah sistolik 5,3 mmHg dan diastolik 3,1 mmHg, serta menurunkan LDL dan trigliserida secara signifikan. Tidak ada perubahan signifikan pada berat badan.


Cari: