Kelor untuk Gagal Ginjal

Kelor (Moringa oleifera) untuk Gagal Ginjal, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Nefroprotektif Ekstrak Daun Moringa oleifera terhadap Kerusakan Ginjal Akibat Gentamisin pada Tikus

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan, dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol, gentamisin, dan tiga kelompok dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    200, 400, dan 800 mg/kg berat badan per hari secara oral selama 10 hari, dengan induksi gentamisin (80 mg/kg) pada hari ke-8 hingga ke-10
    Temuan:
    Pemberian ekstrak daun Moringa oleifera secara signifikan menurunkan kadar kreatinin dan urea serum serta mengurangi kerusakan histologis ginjal yang diinduksi gentamisin. Efek nefroprotektif diduga melalui aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi.
  2. Efek Serbuk Daun Moringa oleifera terhadap Fungsi Ginjal pada Pasien Diabetes Tipe 2 dengan Penyakit Ginjal Kronis: Uji Acak Terkendali

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien diabetes tipe 2 dengan penyakit ginjal kronis stadium 3-4, dibagi secara acak ke kelompok intervensi dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    500 mg serbuk daun Moringa dalam kapsul dua kali sehari (total 1 g/hari) selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi serbuk daun Moringa oleifera selama 12 minggu secara signifikan meningkatkan laju filtrasi glomerulus (eGFR) dan menurunkan kadar kreatinin serum serta proteinuria. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Tinjauan Sistematis Potensi Nefroprotektif Moringa oleifera: Bukti dari Studi Praklinis dan Klinis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    22 studi (15 hewan, 5 in vitro, 2 klinis) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi; pada hewan 100-800 mg/kg/hari, pada manusia 500-2000 mg/hari selama 4-24 minggu
    Temuan:
    Sebagian besar studi menunjukkan efek nefroprotektif Moringa oleifera melalui mekanisme antioksidan, anti-inflamasi, dan antiapoptosis. Namun, kualitas studi klinis masih terbatas dan diperlukan uji coba lebih lanjut pada manusia.
  4. Meta-Analisis Efek Moringa oleifera terhadap Kontrol Glikemik dan Fungsi Ginjal pada Diabetes Tipe 2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji klinis acak terkendali dengan total 512 pasien diabetes tipe 2
    Dosis/Durasi:
    Dosis 500-2000 mg/hari dalam bentuk bubuk atau ekstrak selama 8-24 minggu
    Temuan:
    Suplementasi Moringa oleifera secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah puasa, HbA1c, serta kreatinin serum, dan meningkatkan eGFR dibandingkan plasebo. Hasil ini mendukung potensi Moringa sebagai terapi adjuvan pada nefropati diabetik.
  5. Efek Protektif Ekstrak Etanol Daun Moringa oleifera terhadap Nefrotoksisitas yang Diinduksi Cisplatin pada Tikus

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    24 tikus Sprague-Dawley jantan, dibagi menjadi 4 kelompok (kontrol, cisplatin, cisplatin + ekstrak dosis rendah dan tinggi)
    Dosis/Durasi:
    250 mg/kg dan 500 mg/kg berat badan per hari secara oral selama 7 hari, dengan injeksi cisplatin (7 mg/kg) dosis tunggal pada hari ke-4
    Temuan:
    Ekstrak Moringa oleifera dosis 250 mg/kg secara signifikan mengurangi peningkatan BUN dan kreatinin, serta menekan stres oksidatif dan apoptosis sel tubular ginjal akibat cisplatin. Perlindungan ginjal setara dengan agen nefroprotektif standar.
  6. Suplementasi Ekstrak Moringa oleifera Memperbaiki Fungsi Ginjal dan Mengurangi Inflamasi pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis Stadium Awal

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji Klinis Non-Acak
    Sampel:
    40 pasien penyakit ginjal kronis stadium 2-3 (eGFR 30-90 mL/menit), tanpa diabetes, dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol
    Dosis/Durasi:
    400 mg ekstrak kering daun Moringa oleifera (dalam kapsul) dua kali sehari (total 800 mg/hari) selama 8 minggu
    Temuan:
    Setelah 8 minggu, kelompok yang menerima ekstrak Moringa menunjukkan peningkatan eGFR yang signifikan dan penurunan kadar CRP (C-reactive protein) serta TNF-α dibandingkan kontrol. Tidak ada perubahan signifikan pada tekanan darah.


Cari: