Ciplukan untuk Gagal Ginjal

Ciplukan (Physalis angulata) untuk Gagal Ginjal, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Nefroprotektif Ekstrak Etanol Daun Ciplukan (Physalis angulata) terhadap Nefrotoksisitas yang Diinduksi Cisplatin pada Tikus Putih

    Tahun: 2020
    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental (RCT Hewan)
    Sampel:
    24 ekor tikus putih jantan galur Wistar, dibagi 4 kelompok (kontrol, cisplatin, cisplatin + ekstrak 100 mg/kgBB, cisplatin + ekstrak 200 mg/kgBB)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol daun ciplukan diberikan secara oral dengan dosis 100 dan 200 mg/kgBB selama 7 hari berturut-turut, dimulai 3 hari sebelum induksi cisplatin.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol daun ciplukan dosis 200 mg/kgBB secara signifikan menurunkan kadar BUN dan kreatinin serum serta memperbaiki kerusakan histologi ginjal akibat cisplatin. Efek nefroprotektif diduga melalui mekanisme antioksidan dan antiinflamasi.
  2. Aktivitas Antioksidan dan Antiinflamasi Ekstrak Buah Ciplukan pada Model Gagal Ginjal Kronik Tikus

    Tahun: 2022
    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental (RCT Hewan)
    Sampel:
    30 ekor tikus putih jantan galur Sprague-Dawley dengan gagal ginjal kronik diinduksi adenin, dibagi 5 kelompok (kontrol, model, ekstrak 150, 300, 450 mg/kgBB)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol buah ciplukan diberikan secara oral selama 14 hari setelah induksi adenin, dengan dosis bertingkat 150, 300, dan 450 mg/kgBB per hari.
    Temuan:
    Ekstrak buah ciplukan dosis 300 mg/kgBB secara signifikan menurunkan kadar MDA dan TNF-α, serta meningkatkan SOD dan katalase di jaringan ginjal. Terjadi perbaikan fungsi ginjal yang ditandai penurunan kreatinin dan proteinuria.
  3. Uji Klinis Efek Suplemen Ciplukan terhadap Fungsi Ginjal pada Pasien Gagal Ginjal Stadium Awal

    Tahun: 2023
    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Kuasi-Eksperimental (Uji Klinis Terbuka)
    Sampel:
    40 pasien gagal ginjal stadium 3-4 (eGFR 15-59 mL/min/1.73m²), dibagi kelompok intervensi (n=20) dan kontrol (n=20)
    Dosis/Durasi:
    Kapsul berisi 500 mg ekstrak kering buah ciplukan (setara 10 g buah segar) diminum 1 kali sehari selama 12 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak ciplukan selama 12 minggu meningkatkan eGFR rata-rata sebesar 4,2 mL/min/1.73m² dan menurunkan proteinuria 24 jam secara signifikan dibandingkan kontrol. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  4. Meta-Analisis Efek Tanaman Ciplukan terhadap Parameter Fungsi Ginjal pada Hewan Model Nefropati

    Tahun: 2024
    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi hewan (total 168 tikus) dengan model nefropati (cisplatin, adenin, gentamisin) yang meneliti efek ekstrak Physalis angulata
    Dosis/Durasi:
    Dosis ekstrak berkisar 100-500 mg/kgBB dengan durasi 7-21 hari; analisis subkelompok menunjukkan dosis >200 mg/kgBB memberikan efek lebih besar.
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa pemberian ekstrak ciplukan secara signifikan menurunkan kreatinin serum (SMD = -1.82, 95% CI -2.45 hingga -1.19) dan BUN (SMD = -1.64, 95% CI -2.21 hingga -1.07) dibandingkan kontrol. Efek terlihat pada dosis ≥200 mg/kgBB.
  5. Systematic Review Potensi Nefroprotektif Physalis angulata: Mekanisme Molekuler dan Farmakologi

    Tahun: 2021
    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 artikel in vitro dan in vivo yang memenuhi kriteria inklusi (tahun 2000-2021)
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis tunggal yang dilaporkan; dosis pada studi hewan bervariasi antara 100-600 mg/kgBB ekstrak etanol atau air.
    Temuan:
    Review sistematis mengidentifikasi bahwa senyawa withanolide dan flavonoid dalam ciplukan menghambat jalur NF-κB dan mengaktifkan Nrf2, sehingga menekan stres oksidatif dan inflamasi pada ginjal. Sebagian besar studi mendukung potensi nefroprotektif, namun uji klinis pada manusia masih terbatas.

Cari: