Kunyit untuk Gagal Ginjal

Kunyit (Curcuma longa) untuk Gagal Ginjal, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Kurkumin terhadap Fungsi Ginjal pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi dengan total 520 pasien (penyakit ginjal kronik stadium 3–5)
    Dosis/Durasi:
    500–1500 mg kurkumin per hari selama 8–24 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kurkumin secara signifikan menurunkan kadar kreatinin serum dan proteinuria pada pasien penyakit ginjal kronik. Efek ini didukung oleh penurunan penanda inflamasi seperti TNF-α dan CRP.
  2. Pengaruh Suplementasi Kurkumin terhadap Penurunan Albuminuria pada Pasien Nefropati Diabetik

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien diabetes tipe 2 dengan albuminuria (30 kelompok kurkumin, 30 plasebo)
    Dosis/Durasi:
    1000 mg kurkumin per hari (dalam bentuk kapsul) selama 12 minggu
    Temuan:
    Kelompok yang menerima kurkumin mengalami penurunan albuminuria yang signifikan dibandingkan plasebo setelah 12 minggu. Kadar kreatinin serum juga lebih rendah pada kelompok kurkumin.
  3. Peran Kurkumin dalam Pencegahan Cedera Ginjal Akut: Sebuah Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi (9 studi hewan, 3 studi klinis pada manusia) dengan total 450 subjek
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi (250–2000 mg/hari, durasi 1–12 minggu)
    Temuan:
    Kurkumin menunjukkan efek protektif terhadap cedera ginjal akut melalui mekanisme anti-inflamasi dan antioksidan. Studi pada manusia mengonfirmasi penurunan kadar kreatinin dan biomarker cedera ginjal.
  4. Efek Kurkumin pada Stres Oksidatif dan Inflamasi pada Pasien Hemodialisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    40 pasien hemodialisis kronik (20 kurkumin, 20 plasebo)
    Dosis/Durasi:
    500 mg kurkumin dua kali sehari (total 1000 mg/hari) selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kurkumin menurunkan kadar malondialdehid (MDA) dan TNF-α secara signifikan, serta meningkatkan laju filtrasi glomerulus (GFR). Pasien melaporkan perbaikan kualitas hidup.
  5. Kurkumin Memperbaiki Fungsi Ginjal pada Pasien dengan Sindrom Nefrotik: Studi Pilot

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Klinis (Pilot Study)
    Sampel:
    20 pasien sindrom nefrotik idiopatik (dewasa, usia 18–60 tahun)
    Dosis/Durasi:
    1000 mg kurkumin per hari (dibagi dalam 2 dosis) selama 6 bulan
    Temuan:
    Terjadi penurunan proteinuria 24 jam yang signifikan dan peningkatan kadar albumin serum setelah 6 bulan terapi kurkumin. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  6. Efek Kurkumin pada Marker Fungsi Ginjal pada Diabetes: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    15 uji klinis acak dengan total 1100 pasien diabetes tipe 2 (dengan atau tanpa nefropati)
    Dosis/Durasi:
    500–2000 mg kurkumin per hari selama 4–24 minggu (rata-rata 12 minggu)
    Temuan:
    Kurkumin secara signifikan menurunkan kadar kreatinin serum, urea darah, dan rasio albumin-kreatinin urin. Efek terlihat pada dosis ≥ 1000 mg/hari dengan durasi minimal 8 minggu.


Cari: