Bawang Putih untuk Gagal Ginjal

Bawang Putih (Allium sativum) untuk Gagal Ginjal, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Bawang Putih pada Fungsi Ginjal: Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 uji coba terkontrol acak dengan total 800 pasien penyakit ginjal kronis (CKD) stadium 2–4
    Dosis/Durasi:
    600–1200 mg/hari ekstrak bawang putih (standarisasi allicin 1,3%) selama 8–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi bawang putih secara signifikan menurunkan kadar kreatinin serum dan proteinuria pada pasien CKD. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Pengaruh Ekstrak Bawang Putih terhadap Penurunan Stres Oksidatif pada Pasien Hemodialisis

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkontrol (RCT)
    Sampel:
    60 pasien hemodialisis (30 kelompok intervensi, 30 plasebo) dari dua pusat dialisis di Jakarta
    Dosis/Durasi:
    500 mg/hari ekstrak bawang putih (allicin 5 mg) selama 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak bawang putih menurunkan kadar malondialdehid (MDA) secara signifikan dan meningkatkan kadar glutathione (GSH) plasma. Pasien melaporkan perbaikan kualitas hidup terkait kelelahan.
  3. Suplementasi Bawang Putih Memperbaiki Fungsi Ginjal pada Pasien Nefropati Diabetik

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkontrol (RCT)
    Sampel:
    100 pasien diabetes melitus tipe 2 dengan nefropati diabetik stadium awal (albuminuria 30–300 mg/hari)
    Dosis/Durasi:
    600 mg/hari ekstrak bawang putih (allicin 7,2 mg) selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi bawang putih menurunkan kreatinin serum, albuminuria, dan kadar HbA1c. Laju filtrasi glomerulus (eGFR) cenderung stabil dibandingkan kelompok plasebo.
  4. Efek Nefroprotektif Allicin pada Tikus dengan Gagal Ginjal Akut yang Diinduksi Cisplatin

    Tahun:
    2012
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley jantan (berat 200–250 g) dibagi dalam 4 kelompok
    Dosis/Durasi:
    Allicin murni 20 mg/kg berat badan intraperitoneal setiap hari, 7 hari sebelum dan 7 hari selama induksi cisplatin
    Temuan:
    Pemberian allicin sebelum dan selama induksi cisplatin menurunkan kadar urea dan kreatinin serum, serta mengurangi kerusakan tubular dan apoptosis sel ginjal. Efek protektif terkait aktivasi jalur Nrf2.
  5. Peran Bawang Putih dalam Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Ginjal Kronis: Sebuah Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Tinjauan Sistematis (Systematic Review)
    Sampel:
    15 studi (9 RCT, 3 studi kohort, 3 studi hewan) dengan total 1.200 subjek manusia
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi: 300–1200 mg/hari ekstrak bawang putih selama 4–24 minggu
    Temuan:
    Bukti konsisten menunjukkan efek nefroprotektif bawang putih melalui mekanisme antioksidan, antiinflamasi, dan penghambatan jalur renin-angiotensin. Sebagian besar studi melaporkan penurunan kreatinin dan proteinuria.
  6. Efek Bawang Putih pada Tekanan Darah dan Fungsi Ginjal pada Pasien Hipertensi dengan CKD Stadium 2–3

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkontrol (RCT)
    Sampel:
    80 pasien hipertensi dengan CKD stadium 2–3 (eGFR 30–89 mL/menit/1,73 m²)
    Dosis/Durasi:
    900 mg/hari ekstrak bawang putih (allicin 10 mg) dalam bentuk tablet, selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi bawang putih menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, serta meningkatkan eGFR secara signifikan dibandingkan plasebo. Kadar kalium serum tidak berubah secara bermakna.


Cari: