Passionflower untuk Epilepsi

Passionflower (Passiflora incarnata) untuk Epilepsi, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antikonvulsan Ekstrak Passiflora incarnata pada Mencit yang Diinduksi Pentylenetetrazol

    Tahun:
    2001
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    40 mencit jantan galur Swiss
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, dan 400 mg/kg ekstrak metanol diberikan secara intraperitoneal 30 menit sebelum induksi kejang.
    Temuan:
    Ekstrak Passiflora incarnata menunjukkan efek antikonvulsan signifikan dengan menunda onset kejang dan mengurangi durasi kejang pada mencit yang diinduksi PTZ. Efek ini sebanding dengan diazepam dosis rendah.
  2. Efek Antikonvulsan Passiflora incarnata pada Mencit: Peran Sistem GABAergik

    Tahun:
    2008
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    48 mencit jantan Balb/c
    Dosis/Durasi:
    Dosis 50, 100, 200 mg/kg ekstrak hidroalkohol diberikan secara oral 1 jam sebelum tes kejang.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Passiflora incarnata dosis 200 mg/kg meningkatkan ambang kejang pada model maksimal electroshock dan PTZ. Efek ini dimediasi melalui interaksi dengan reseptor GABA-A.
  3. Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo Passiflora incarnata sebagai Terapi Tambahan pada Epilepsi Refrakter

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak Terkontrol)
    Sampel:
    60 pasien epilepsi refrakter (30 kelompok perlakuan, 30 plasebo)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kering Passiflora incarnata per hari dalam bentuk kapsul, diberikan selama 12 minggu.
    Temuan:
    Penambahan ekstrak Passiflora incarnata 500 mg/hari selama 12 minggu secara signifikan mengurangi frekuensi kejang bulanan rata-rata sebesar 40% dibandingkan plasebo. Efek samping ringan seperti kantuk dilaporkan.
  4. Tinjauan Sistematis Efektivitas Passiflora incarnata pada Kejang dan Epilepsi

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    14 studi (10 hewan, 4 manusia) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis tunggal; rentang dosis pada studi hewan 50-400 mg/kg, pada manusia 500-1000 mg/hari.
    Temuan:
    Tinjauan sistematis menunjukkan bukti yang konsisten bahwa Passiflora incarnata memiliki efek antikonvulsan pada model hewan, namun bukti klinis pada manusia masih terbatas dan memerlukan penelitian lebih lanjut.
  5. Meta-Analisis Pengaruh Passiflora incarnata terhadap Frekuensi Kejang pada Model Hewan dan Uji Klinis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analysis
    Sampel:
    18 studi (13 hewan, 5 manusia) dengan total 560 subjek
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi; meta-analisis menggunakan standardized mean difference.
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan efek antikonvulsan yang signifikan dengan effect size besar pada studi hewan, dan efek moderat pada studi manusia. Heterogenitas antar studi cukup tinggi.
  6. Studi Eksperimental Mekanisme Antikonvulsan Passiflora incarnata melalui Modulasi Neurotransmiter

    Tahun:
    2010
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan
    Dosis/Durasi:
    Dosis 200 mg/kg ekstrak etanol diberikan secara oral selama 7 hari berturut-turut sebelum induksi kejang.
    Temuan:
    Ekstrak Passiflora incarnata meningkatkan kadar GABA di otak tikus dan menurunkan glutamat, yang berkorelasi dengan penurunan keparahan kejang. Efek ini diblokir oleh antagonis GABA.


Cari: