Pegagan untuk Epilepsi

Pegagan (Centella asiatica) untuk Epilepsi, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Antikonvulsan Ekstrak Etanol Centella asiatica pada Model Kejang Tikus yang Diinduksi Pentylenetetrazol

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    40 tikus Wistar jantan dewasa (200-250 g)
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg/hari oral selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol Centella asiatica dosis 200 dan 400 mg/kg secara signifikan menunda onset kejang dan menurunkan durasi kejang tonik-klonik. Efek ini diduga melalui mekanisme peningkatan aktivitas GABA di otak.
  2. Modulasi Sistem GABAergik oleh Centella asiatica sebagai Mekanisme Antiepilepsi pada Tikus

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley jantan (200-250 g)
    Dosis/Durasi:
    300 mg/kg/hari oral selama 21 hari
    Temuan:
    Ekstrak Centella asiatica dosis 300 mg/kg meningkatkan kadar GABA dan aktivitas enzim glutamat dekarboksilase (GAD) di hipokampus. Temuan ini mendukung peran tanaman sebagai modulator GABAergik yang potensial untuk epilepsi.
  3. Potensi Centella asiatica sebagai Terapi Tambahan Epilepsi: Tinjauan Sistematis Studi Praklinis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Tinjauan Sistematis
    Sampel:
    18 studi praklinis (hewan coba) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi (100-500 mg/kg/hari oral, 7-28 hari)
    Temuan:
    Tinjauan sistematis menunjukkan bukti kuat bahwa Centella asiatica memiliki efek antikonvulsan melalui mekanisme antioksidan, antiinflamasi, dan modulasi reseptor GABA. Namun, diperlukan uji klinis lebih lanjut untuk memvalidasi efektivitas pada manusia.
  4. Efek Centella asiatica pada Model Kejang Hewan: Meta-Analisis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    10 studi eksperimental dengan total 240 hewan coba (tikus dan mencit)
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis 100-500 mg/kg/hari oral, durasi 7-21 hari
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa Centella asiatica secara signifikan mengurangi durasi kejang tonik-klonik (SMD = -1.25; 95% CI -1.68 hingga -0.82) dan menurunkan mortalitas akibat kejang. Efek ini konsisten pada berbagai dosis dan model kejang.
  5. Uji Klinis Acak Ekstrak Centella asiatica sebagai Terapi Tambahan pada Pasien Epilepsi Refraktori

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Uji Klinis Acak (RCT)
    Sampel:
    60 pasien epilepsi refraktori (usia 18-60 tahun) yang masih mengalami kejang minimal 2 kali per bulan
    Dosis/Durasi:
    750 mg/hari oral dalam bentuk kapsul selama 12 minggu
    Temuan:
    Penambahan ekstrak Centella asiatica 750 mg/hari selama 12 minggu menurunkan frekuensi kejang rata-rata 30% lebih besar dibanding plasebo (p=0,02). Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  6. Peran Asam Asiatat dalam Modulasi Saluran Natrium Tegangan-Gerbang pada Neuron Kortikal

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Kultur neuron kortikal primer dari tikus embrionik (E18)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 1-50 µM selama 10-30 menit inkubasi
    Temuan:
    Asam asiatat, senyawa aktif utama Centella asiatica, menghambat arus natrium tegangan-gerbang (IC50 = 12 µM) dan menurunkan frekuensi potensial aksi berulang. Mekanisme ini dapat menjelaskan efek antikonvulsan pada tingkat seluler.


Cari: