Ashwagandha untuk Epilepsi

Ashwagandha (Withania somnifera) untuk Epilepsi, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Antikonvulsan Ekstrak Akar Withania somnifera pada Model Kejang Tikus yang Diinduksi Maksimal Electroshock dan Pentylenetetrazol

    Tahun:
    2003
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    Tikus Wistar jantan dewasa (n=36) dibagi dalam 6 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    100 dan 200 mg/kg BB, diberikan secara oral selama 7 hari berturut-turut sebelum induksi kejang
    Temuan:
    Ekstrak akar Ashwagandha dosis 100-200 mg/kg menunjukkan efek protektif signifikan terhadap kejang tonik-klonik pada model MES dan PTZ. Mekanisme diduga terkait modulasi reseptor GABA-A dan aktivitas antioksidan.
  2. Aktivitas Antikonvulsan dan Neuroprotektif Withania somnifera (Ashwagandha) pada Model Kejang Tikus yang Diinduksi Lithium-Pilocarpine

    Tahun:
    2013
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    Tikus Sprague-Dawley jantan (n=48) dibagi dalam 4 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    250 mg/kg BB, diberikan secara oral selama 14 hari sebelum induksi kejang lithium-pilocarpine
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Ashwagandha dosis 250 mg/kg secara signifikan menunda onset kejang dan mengurangi durasi status epileptikus. Efek neuroprotektif terlihat dari penurunan kematian neuron hipokampus.
  3. Peran Withaferin A, Senyawa Bioaktif Utama Ashwagandha, dalam Menekan Kejang dan Inflamasi Saraf pada Model Epilepsi Tikus

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    Tikus C57BL/6 jantan (n=40) dengan model epilepsi yang diinduksi kainat
    Dosis/Durasi:
    50 mg/kg BB, diberikan secara intraperitoneal setiap hari selama 7 hari pasca induksi kejang
    Temuan:
    Withaferin A dosis 50 mg/kg secara signifikan mengurangi frekuensi kejang spontan dan menekan aktivasi mikroglia serta ekspresi sitokin pro-inflamasi di hipokampus. Temuan ini menunjukkan potensi anti-inflamasi sebagai mekanisme antikonvulsan.
  4. Efek Antikonvulsan Ekstrak Withania somnifera pada Model Kindling Amygdala Tikus: Studi Perilaku dan Biokimia

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    Tikus Wistar jantan (n=32) yang menjalani kindling elektroda amygdala
    Dosis/Durasi:
    100 mg/kg BB, diberikan secara oral setiap hari selama 21 hari selama proses kindling
    Temuan:
    Ekstrak Ashwagandha dosis 100 mg/kg menunda perkembangan kindling dan menurunkan skor kejang secara signifikan. Analisis biokimia menunjukkan peningkatan aktivitas enzim antioksidan dan penurunan kadar malondialdehid di otak.
  5. Uji Klinis Pendahuluan: Efek Suplementasi Ashwagandha sebagai Terapi Tambahan pada Pasien Epilepsi Refrakter

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Uji Klinis Terbuka (Open-label Pilot Study)
    Sampel:
    Pasien epilepsi refrakter dewasa (n=15) yang tetap mengalami kejang minimal 1 kali/bulan meskipun menggunakan 2 obat anti-epilepsi
    Dosis/Durasi:
    300 mg ekstrak akar Ashwagandha standar (2.5% withanolides) dua kali sehari selama 12 minggu, diberikan sebagai tambahan obat anti-epilepsi yang sudah ada
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak Ashwagandha selama 3 bulan (dosis 300 mg dua kali sehari) sebagai terapi tambahan menghasilkan penurunan frekuensi kejang rata-rata 45% pada 10 dari 15 pasien. Efek samping ringan seperti gangguan saluran cerna dilaporkan pada 2 pasien.


Cari: