Kunyit untuk Epilepsi

Kunyit (Curcuma longa) untuk Epilepsi, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Kurkumin terhadap Frekuensi Kejang dan Biomarker Inflamasi pada Epilepsi: Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi (9 studi hewan dan 3 uji klinis) dengan total 520 subjek (manusia dan hewan)
    Dosis/Durasi:
    Dosis kurkumin 100-500 mg/hari pada manusia selama 8-12 minggu; pada hewan 50-300 mg/kg BB selama 2-4 minggu
    Temuan:
    Kurkumin secara signifikan menurunkan frekuensi kejang dan kadar sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6) pada model epilepsi. Efek ini lebih nyata pada dosis tinggi dan durasi pemberian lebih dari 8 minggu.
  2. Kurkumin sebagai Terapi Tambahan pada Pasien Epilepsi Refrakter: Uji Klinis Acak Terkontrol Double-Blind

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkontrol (RCT)
    Sampel:
    120 pasien epilepsi refrakter (usia 18-65 tahun) yang tidak responsif terhadap minimal dua obat anti-epilepsi
    Dosis/Durasi:
    Kurkumin 500 mg/hari (dalam bentuk kapsul) selama 12 minggu
    Temuan:
    Penambahan kurkumin 500 mg/hari selama 12 minggu secara signifikan menurunkan frekuensi kejang bulanan rata-rata sebesar 38% dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Curcuma longa dan Senyawa Aktifnya Kurkumin dalam Epilepsi: Tinjauan Komprehensif Bukti Praklinis dan Klinis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Tinjauan Sistematis
    Sampel:
    45 studi (33 studi hewan, 8 studi in vitro, 4 uji klinis) yang dipublikasikan antara 2000-2021
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi: pada hewan 50-200 mg/kg BB, pada manusia 300-1000 mg/hari selama 4-16 minggu
    Temuan:
    Kurkumin menunjukkan efek antikonvulsan melalui mekanisme modulasi saluran ion, pengurangan stres oksidatif, dan inhibisi neuroinflamasi. Bukti klinis masih terbatas tetapi menjanjikan untuk epilepsi refrakter.
  4. Efek Antikonvulsan dan Neuroprotektif Kurkumin pada Tikus yang Dikindling dengan Pentylenetetrazole

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    50 tikus Wistar jantan (berat 200-250 g) dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    Kurkumin 100 mg/kg BB/hari (dalam suspensi minyak jagung) selama 28 hari
    Temuan:
    Pemberian kurkumin 100 mg/kg BB secara oral selama 28 hari menunda onset kejang dan menurunkan skor kejang secara signifikan. Kurkumin juga mengurangi kerusakan neuron hipokampus dan stres oksidatif.
  5. Studi Pilot Suplementasi Kurkumin pada Pasien Epilepsi: Efek terhadap Frekuensi Kejang dan Kualitas Hidup

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Pilot Klinis
    Sampel:
    30 pasien epilepsi (usia 20-60 tahun) dengan kejang terkontrol parsial yang masih mengalami kejang setidaknya satu kali per bulan
    Dosis/Durasi:
    Kurkumin 300 mg/hari (dalam bentuk kapsul dengan piperin 5 mg untuk bioavailabilitas) selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kurkumin 300 mg/hari selama 8 minggu menurunkan frekuensi kejang rata-rata 25% dan meningkatkan skor kualitas hidup (QOLIE-31). Namun, perbedaan tidak signifikan secara statistik karena ukuran sampel kecil.


Cari: