Kapulaga untuk Diabetes

Kapulaga (Elettaria cardamomum) untuk Diabetes, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Kapulaga terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa dan HbA1c pada Pasien Diabetes Tipe 2: Sebuah Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    60 pasien diabetes tipe 2 (30 kelompok kapulaga, 30 plasebo), usia 35-65 tahun
    Dosis/Durasi:
    3 gram bubuk kapulaga per hari dalam bentuk kapsul, selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi bubuk kapulaga selama 8 minggu secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa (rata-rata penurunan 18 mg/dL) dan HbA1c (0,5%) dibandingkan plasebo. Efek ini disertai dengan perbaikan profil lipid dan penurunan stres oksidatif.
  2. Efek Antidiabetes Ekstrak Etanol Kapulaga (Elettaria cardamomum) pada Tikus yang Diinduksi Streptozotocin-Nikotinamida

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    36 tikus Sprague-Dawley jantan (6 kelompok: kontrol normal, kontrol diabetes, 3 dosis ekstrak, dan metformin)
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kgBB/hari secara oral selama 21 hari
    Temuan:
    Ekstrak kapulaga dosis 200 dan 400 mg/kgBB menurunkan glukosa darah secara signifikan (p<0,01) dan meningkatkan kadar insulin serum. Efek ini diduga melalui peningkatan aktivitas enzim antioksidan dan perlindungan sel beta pankreas.
  3. Meta-Analisis Efek Rempah-Rempah (Termasuk Kapulaga) terhadap Parameter Glikemik pada Pasien Diabetes dan Prediabetes

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    18 studi acak terkontrol (termasuk 3 studi spesifik kapulaga), total 1.024 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis kapulaga: 1,5-6 gram/hari, durasi 4-12 minggu (digabung dalam meta-analisis)
    Temuan:
    Suplementasi rempah-rempah, termasuk kapulaga, secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa (mean difference -12,5 mg/dL) dan HbA1c (-0,4%). Efek terbesar terlihat pada dosis kapulaga ≥3 gram/hari dan durasi ≥8 minggu.
  4. Tinjauan Sistematis Aktivitas Antidiabetes Kapulaga (Elettaria cardamomum) pada Manusia dan Hewan

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    26 studi (15 in vivo hewan, 8 uji klinis manusia, 3 in vitro)
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi: ekstrak 50-600 mg/kgBB pada hewan, bubuk 1,5-6 gram/hari pada manusia, durasi 2-12 minggu
    Temuan:
    Sebagian besar studi melaporkan efek hipoglikemik dan hipolipidemik kapulaga. Mekanisme utama meliputi inhibisi α-glukosidase, peningkatan sekresi insulin, dan aktivitas antioksidan. Namun, kualitas metodologi beberapa studi masih perlu ditingkatkan.
  5. Pengaruh Konsumsi Kapulaga terhadap Resistensi Insulin dan Stres Oksidatif pada Penderita Sindrom Metabolik

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Uji Klinis Terkontrol Plasebo
    Sampel:
    44 subjek dengan sindrom metabolik (22 kapulaga, 22 plasebo), usia 30-60 tahun
    Dosis/Durasi:
    3 gram bubuk kapulaga per hari (dibagi 2 dosis) selama 10 minggu
    Temuan:
    Pemberian bubuk kapulaga selama 10 minggu menurunkan resistensi insulin (HOMA-IR turun 1,2) dan malondialdehid (MDA) secara signifikan. Kadar glukosa darah puasa juga menurun meskipun tidak signifikan secara statistik.
  6. Mekanisme Penghambatan Enzim α-Glukosidase oleh Ekstrak Kapulaga secara In Vitro dan In Silico

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi In Vitro dan In Silico
    Sampel:
    Ekstrak etanol dan fraksi kapulaga; uji enzim α-glukosidase; simulasi docking molekuler dengan senyawa aktif (1,8-sineol, α-terpineol)
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis in vivo; konsentrasi ekstrak 25-200 µg/mL dalam uji in vitro
    Temuan:
    Ekstrak kapulaga menunjukkan penghambatan α-glukosidase dengan IC50 89,5 µg/mL, lebih kuat dari akarbosa (IC50 112,3 µg/mL). Senyawa 1,8-sineol dan α-terpineol berinteraksi dengan residu katalitik enzim melalui ikatan hidrogen, menjelaskan potensi antidiabetes.


Cari: