Kapulaga untuk Asam Urat

Kapulaga (Elettaria cardamomum) untuk Asam Urat, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Ekstrak Etanol Kapulaga (Elettaria cardamomum) terhadap Kadar Asam Urat pada Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Kalium Oksonat

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus putih jantan galur Wistar, dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol negatif, kontrol positif, 3 kelompok dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol kapulaga dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB per oral sekali sehari selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol kapulaga dosis 200 dan 400 mg/kgBB selama 14 hari menurunkan kadar asam urat secara signifikan (p<0,05) dibandingkan kontrol positif. Efek penurunan setara dengan allopurinol dosis 10 mg/kgBB.
  2. Efek Suplementasi Kapulaga (Elettaria cardamomum) terhadap Kadar Asam Urat pada Pria Dewasa dengan Hiperurisemia Ringan: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    60 pria dewasa (usia 25–55 tahun) dengan kadar asam urat serum 7,0–8,5 mg/dL, dibagi menjadi kelompok kapulaga dan plasebo (30 per kelompok)
    Dosis/Durasi:
    3 gram bubuk kapulaga per hari dalam bentuk kapsul, dibagi dua dosis, selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kapulaga 3 g/hari selama 8 minggu menurunkan kadar asam urat serum rata-rata 1,2 mg/dL (15%) dibandingkan plasebo (p<0,01). Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Meta-Analisis Efek Rempah-Rempah terhadap Kadar Asam Urat: Fokus pada Kapulaga (Elettaria cardamomum) dan Jahe (Zingiber officinale)

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi (7 uji klinis dan 5 studi hewan) dengan total 560 subjek manusia dan 180 hewan coba
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi (1–6 g/hari, 4–12 minggu); meta-regresi menunjukkan dosis dan durasi sebagai moderator signifikan
    Temuan:
    Kapulaga menunjukkan efek penurunan asam urat yang moderat (effect size -0,48; 95% CI -0,72 hingga -0,24) dengan heterogenitas rendah. Efek lebih nyata pada dosis ≥3 g/hari dan durasi ≥8 minggu.
  4. Aktivitas Anti-Hiperurisemia Ekstrak Kapulaga (Elettaria cardamomum) pada Tikus Hiperurisemia: Peran Penghambatan Xantin Oksidase

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo dan In Vitro
    Sampel:
    24 tikus putih jantan galur Sprague-Dawley (6 per kelompok) dan uji in vitro enzim xantin oksidase
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak metanol kapulaga dosis 100, 200, dan 300 mg/kgBB per oral sekali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Ekstrak metanol kapulaga menghambat aktivitas xantin oksidase secara in vitro (IC50 45 µg/mL) dan menurunkan kadar asam urat serum tikus hiperurisemia hingga 35% pada dosis 300 mg/kgBB. Penghambatan enzim setara dengan allopurinol.
  5. Pengaruh Konsumsi Kapulaga (Elettaria cardamomum) terhadap Profil Metabolik pada Pasien Diabetes Tipe 2: Analisis Sekunder Kadar Asam Urat

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji Klinis Acak (Analisis Sekunder)
    Sampel:
    80 pasien diabetes tipe 2 (40 kapulaga, 40 plasebo) dengan kadar asam urat rata-rata 6,8 mg/dL pada awal studi
    Dosis/Durasi:
    2 gram bubuk kapulaga per hari dalam kapsul, selama 10 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kapulaga 2 g/hari selama 10 minggu menurunkan kadar asam urat serum sebesar 0,5 mg/dL, namun tidak signifikan secara statistik (p=0,08). Penurunan signifikan diamati pada subkelompok dengan hiperurisemia awal (p<0,05).
  6. Uji Toksisitas dan Efek Hipourisemik Ekstrak Air Kapulaga (Elettaria cardamomum) pada Tikus yang Diinduksi Fruktosa

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo (Toksisitas & Efikasi)
    Sampel:
    40 tikus putih jantan (10 per kelompok: kontrol, induksi fruktosa, induksi + ekstrak 150 mg/kg, induksi + ekstrak 300 mg/kg)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak air kapulaga dosis 150 dan 300 mg/kgBB per oral sekali sehari selama 21 hari
    Temuan:
    Ekstrak air kapulaga dosis 300 mg/kgBB selama 21 hari menurunkan kadar asam urat serum sebesar 28% dan meningkatkan ekskresi asam urat urin. Tidak ditemukan toksisitas pada hati dan ginjal berdasarkan uji histopatologi dan enzim.


Cari: