Bawang Putih untuk Asam Urat

Bawang Putih (Allium sativum) untuk Asam Urat, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Suplementasi Bawang Putih terhadap Kadar Asam Urat Serum: Sebuah Meta-Analisis Studi Acak Terkontrol

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    10 studi acak terkontrol dengan total 520 partisipan dewasa dengan hiperurisemia atau gout
    Dosis/Durasi:
    600–1200 mg/hari ekstrak bawang putih (bubuk atau minyak), durasi 8–16 minggu
    Temuan:
    Suplementasi bawang putih secara signifikan menurunkan kadar asam urat serum dibandingkan plasebo (rata-rata penurunan 0,8 mg/dL, p<0,001). Efek ini konsisten pada dosis ≥600 mg/hari dan durasi ≥8 minggu.
  2. Efek Ekstrak Bawang Putih terhadap Kadar Asam Urat dan Fungsi Ginjal pada Pasien Hiperurisemia: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak Tersamar Ganda)
    Sampel:
    60 pasien hiperurisemia (kadar asam urat >7 mg/dL pria, >6 mg/dL wanita), usia 35–65 tahun, dibagi dua kelompok
    Dosis/Durasi:
    1000 mg/hari ekstrak bawang putih (setara 4 g bawang segar), durasi 12 minggu
    Temuan:
    Kelompok yang menerima ekstrak bawang putih menunjukkan penurunan kadar asam urat signifikan (rata-rata 1,2 mg/dL) dibandingkan plasebo setelah 12 minggu. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Potensi Antihiperurisemia Ekstrak Bawang Putih pada Tikus Model Gout: Studi Eksperimental In Vivo

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan dewasa yang diinduksi hiperurisemia dengan kalium oksonat
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kg BB ekstrak etanol bawang putih, diberikan secara oral selama 4 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak bawang putih dosis 200 mg/kg BB menurunkan kadar asam urat serum setara dengan allopurinol (penurunan ~40%). Ekstrak juga mengurangi ekspresi TNF-α dan IL-1β pada jaringan sendi.
  4. Tinjauan Sistematis Efek Bawang Putih (Allium sativum) pada Kadar Asam Urat dan Peradangan pada Gout

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    8 studi (5 uji klinis, 3 studi hewan) dengan total 320 partisipan manusia dan 80 hewan
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi: 500–1500 mg/hari ekstrak bawang putih, durasi 4–16 minggu
    Temuan:
    Sebagian besar studi melaporkan penurunan kadar asam urat setelah suplementasi bawang putih, disertai penurunan penanda inflamasi seperti CRP dan TNF-α. Namun, variasi dosis dan durasi masih perlu distandarisasi.
  5. Suplementasi Bawang Putih Menurunkan Kadar Asam Urat dan Nyeri Sendi pada Pasien Gout: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak Tersamar Ganda)
    Sampel:
    40 pasien gout akut (kadar asam urat ≥8 mg/dL) berusia 40–70 tahun, dibagi dua kelompok
    Dosis/Durasi:
    500 mg/hari minyak bawang putih (enteric-coated), durasi 8 minggu
    Temuan:
    Kelompok suplementasi bawang putih menunjukkan penurunan kadar asam urat sebesar 0,9 mg/dL dan skor nyeri VAS menurun 30% lebih besar dibandingkan plasebo setelah 8 minggu. Tidak ada interaksi dengan obat standar.
  6. Mekanisme Allicin dalam Menghambat Aktivitas Xantin Oksidase dan Produksi Asam Urat pada Kultur Sel HepG2

    Tahun:
    2013
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Kultur sel hepatoma manusia (HepG2) yang diinduksi dengan hipoksantin
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi allicin 5–50 µM, diinkubasi selama 24 jam
    Temuan:
    Allicin, senyawa aktif bawang putih, menghambat aktivitas xantin oksidase secara dosis-tergantung (IC50 12,5 µM) dan menurunkan produksi asam urat intraseluler. Efek ini lebih kuat pada dosis tinggi tanpa sitotoksisitas signifikan.


Cari: