Pegagan untuk Asam Urat

Pegagan (Centella asiatica) untuk Asam Urat, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Centella asiatica terhadap Penurunan Kadar Asam Urat pada Pasien Hiperurisemia: Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien hiperurisemia (30 kelompok perlakuan, 30 kontrol plasebo)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kering per hari, dibagi dalam dua kapsul, selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Centella asiatica 500 mg/hari selama 8 minggu menurunkan kadar asam urat serum secara signifikan dibandingkan plasebo (p<0,01). Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Aktivitas Anti-Hiperurisemia Centella asiatica pada Tikus yang Diinduksi Kalium Oksonat

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi eksperimental hewan
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan, dibagi 5 kelompok (normal, kontrol hiperurisemia, dosis rendah/sedang/tinggi ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kgBB/hari secara oral selama 7 hari, dengan induksi kalium oksonat pada hari ke-1 dan ke-4
    Temuan:
    Ekstrak etanol Centella asiatica dosis 200 dan 400 mg/kgBB menurunkan kadar asam urat serum secara signifikan serta menghambat aktivitas xantin oksidase hati. Efek setara dengan allopurinol dosis 10 mg/kgBB.
  3. Systematic Review Tanaman Obat untuk Asam Urat: Peran Centella asiatica dalam Terapi Hiperurisemia

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi inklusi (6 studi hewan, 4 studi in vitro, 5 studi klinis) yang memenuhi kriteria PRISMA
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi, rentang dosis 100-500 mg ekstrak per hari pada manusia
    Temuan:
    Centella asiatica menunjukkan bukti potensial sebagai agen antihiperurisemia melalui inhibisi xantin oksidase dan aktivitas antiinflamasi. Namun, kualitas studi klinis masih terbatas dan diperlukan RCT lebih lanjut.
  4. Uji In Vitro Inhibisi Xantin Oksidase oleh Ekstrak Centella asiatica dan Identifikasi Senyawa Aktif

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Ekstrak metanol, etanol, dan fraksi air dari Centella asiatica; enzim xantin oksidase komersial
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 10-100 µg/mL, inkubasi 30 menit pada 37°C
    Temuan:
    Ekstrak etanol menunjukkan aktivitas inhibisi xantin oksidase tertinggi dengan IC50 42 µg/mL, bersifat kompetitif. Asiatikosida dan madekasosida diidentifikasi sebagai inhibitor utama.
  5. Pengaruh Konsumsi Teh Pegagan (Centella asiatica) terhadap Kadar Asam Urat pada Pria Dewasa dengan Hiperurisemia Ringan

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Quasi-eksperimental (pre-post test)
    Sampel:
    40 pria dewasa (20-50 tahun) dengan kadar asam urat 7,0-8,5 mg/dL, tanpa komorbiditas berat
    Dosis/Durasi:
    6 g daun kering Pegagan diseduh dalam 2 cangkir air panas (200 mL per cangkir), diminum 2 kali sehari setelah makan, selama 4 minggu
    Temuan:
    Konsumsi 2 cangkir teh pegagan (setara 6 g daun kering/hari) selama 4 minggu menurunkan kadar asam urat rata-rata dari 7,8 menjadi 6,4 mg/dL (p<0,05). Tidak ada perubahan signifikan pada fungsi hati dan ginjal.


Cari: