Ashwagandha untuk Anemia

Ashwagandha (Withania somnifera) untuk Anemia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Akar Ashwagandha (Withania somnifera) terhadap Parameter Hematologi pada Individu dengan Anemia Defisiensi Besi: Uji Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    60 subjek dewasa dengan anemia defisiensi besi (Hb <12 g/dL pada wanita, <13 g/dL pada pria), dibagi menjadi kelompok Ashwagandha dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak akar Ashwagandha (standar 5% withanolid) per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi Ashwagandha 500 mg/hari selama 12 minggu secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin dan feritin serum dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Suplementasi Withania somnifera Meningkatkan Kadar Hemoglobin: Sebuah Meta-Analisis Uji Acak Terkontrol

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi RCT dengan total 450 partisipan (dewasa sehat dan pasien anemia ringan hingga sedang)
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis 300–600 mg/hari ekstrak akar, durasi 8–16 minggu (bervariasi antar studi)
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan peningkatan signifikan kadar hemoglobin pada kelompok Ashwagandha dibandingkan plasebo (rata-rata perbedaan 0,85 g/dL, p<0,001). Efek ini konsisten pada berbagai dosis dan durasi.
  3. Potensi Hematopoietik Withania somnifera pada Tikus Anemia yang Diinduksi Fenilhidrazin

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan, anemia diinduksi dengan fenilhidrazin (40 mg/kg BB), dibagi menjadi 3 kelompok (kontrol, Ashwagandha dosis rendah, dan tinggi)
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg BB ekstrak akar (setara dengan dosis manusia ~30 mg/kg) per oral selama 4 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak akar Ashwagandha 200 mg/kg BB selama 4 minggu meningkatkan jumlah eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit secara signifikan. Efeknya setara dengan agen hematopoietik standar.
  4. Tinjauan Sistematis Efek Hematologi Withania somnifera: Bukti dari Studi Praklinis dan Klinis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi (8 hewan, 4 manusia) dengan total 320 subjek, mencakup berbagai model anemia (defisiensi besi, inflamasi, aplastik)
    Dosis/Durasi:
    Dosis manusia 300–600 mg/hari, durasi 4–12 minggu (bervariasi antar studi)
    Temuan:
    Tinjauan sistematis menyimpulkan bahwa Ashwagandha secara konsisten meningkatkan parameter eritrosit dan hemoglobin, diduga melalui aktivitas antioksidan dan stimulasi eritropoietin. Studi manusia dengan dosis 300–600 mg/hari menunjukkan hasil positif tanpa efek toksik.
  5. Efektivitas Ekstrak Akar Ashwagandha pada Anemia Penyakit Kronis: Uji Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    80 pasien dewasa dengan anemia akibat penyakit kronis (gagal ginjal, artritis reumatoid, atau keganasan) dan kadar Hb 8–11 g/dL
    Dosis/Durasi:
    600 mg ekstrak akar (standar 5% withanolid) per hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Ashwagandha 600 mg/hari selama 8 minggu meningkatkan hemoglobin secara signifikan (rata-rata +1,2 g/dL) dibandingkan plasebo, serta memperbaiki skor kualitas hidup. Tidak ada perubahan signifikan pada parameter inflamasi.
  6. Withania somnifera Memperbaiki Aplasia Sumsum Tulang pada Tikus: Peran dalam Regenerasi Sel Induk Hematopoietik

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    40 tikus Swiss albino, anemia aplastik diinduksi dengan busulfan (20 mg/kg BB), diberikan Ashwagandha atau kontrol
    Dosis/Durasi:
    100 mg/kg BB ekstrak akar per oral setiap hari selama 6 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak akar Ashwagandha 100 mg/kg BB selama 6 minggu meningkatkan jumlah sel induk hematopoietik di sumsum tulang dan memperbaiki profil darah tepi. Temuan ini mendukung potensi Ashwagandha dalam anemia akibat kegagalan sumsum tulang.


Cari: