桂枝加黄耆湯

(Keishikaogito)

Kategori: Dermatology / Tonic


Keishikaogito adalah formula Kampo yang digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi kulit seperti eksim, furunkel, dan ulkus kronis, terutama pada pasien dengan kelemahan energi vital. Formula ini bekerja dengan meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Indikasi/Manfaat:

Eksim, furunkel, ulkus kronis, dan kondisi kulit pada pasien dengan kelemahan energi.

Bahan Herbal dalam Keishikaogito:

Cinnamomum cassia
Paeonia lactiflora
Kurma Cina
Ziziphus jujuba
Astragalus membranaceus
Glycyrrhiza uralensis
Zingiber officinale

Advertisement

Jahe / Ginger

Zingiber officinale
Jahe

Zingiber officinale, yang lebih dikenal sebagai jahe, adalah tumbuhan herba tahunan dari famili Zingiberaceae yang berasal dari Asia Tenggara. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah rimpangnya, yang memiliki bentuk gemuk, bercabang, dan berserat dengan aroma khas yang tajam. Tanaman ini tumbuh optimal di daerah tropis dengan curah hujan tinggi dan suhu hangat, biasanya mencapai ketinggian 30–100 cm dengan daun sempit memanjang. Secara botani, jahe berkembang biak secara vegetatif melalui rimpang, bukan biji, sehingga setiap segmen rimpang yang ditanam dapat tumbuh menjadi individu baru. Rimpang jahe mengandung senyawa aktif utama seperti gingerol, shogaol, dan zingeron yang bertanggung jawab atas rasa pedas dan manfaat kesehatannya.

Nama Lain: Halia (Malaysia), Adrak (India), Jiang (China), Shoga (Jepang), Khing (Thailand)

Kayu Manis Cina / Chinese Cassia

Cinnamomum cassia
Kayu Manis Cina

Cinnamomum cassia, yang dikenal luas sebagai kayu manis Cina atau cassia, merupakan pohon hijau abadi dari famili Lauraceae yang berasal dari wilayah selatan Tiongkok, Myanmar, dan Vietnam. Berbeda dengan Cinnamomum verum (kayu manis Ceylon), cassia memiliki kulit kayu yang lebih tebal, kasar, dan berwarna cokelat kemerahan dengan tekstur yang lebih keras. Daunnya berbentuk oval memanjang dengan tiga urat daun yang menonjol, serta menghasilkan bunga kecil berwarna putih kekuningan dalam malai. Bagian yang paling bernilai adalah kulit kayu bagian dalam yang dikeringkan, yang kemudian digulung menjadi batang kayu manis atau digiling menjadi bubuk.

Nama Lain: Cinnamon (United States), Chinese cinnamon (United Kingdom), Ròu guì (China), Kayu manis cina (Indonesia), Quế (Vietnam)

Huang Qi / Mongolian Milkvetch

Astragalus membranaceus

Astragalus membranaceus, yang dikenal luas sebagai Huang Qi atau astragalus dalam pengobatan tradisional, adalah tanaman herbal tahunan dari keluarga Fabaceae. Tanaman ini berasal dari wilayah utara Tiongkok, Mongolia, dan Korea, serta telah digunakan selama ribuan tahun dalam sistem pengobatan tradisional Tiongkok (TCM). Akar Huang Qi yang tebal dan berwarna kekuningan memiliki aroma manis seperti kayu manis dan merupakan bagian yang paling sering dimanfaatkan. Dalam klasifikasi TCM, tanaman ini termasuk dalam kategori "tonik Qi" dan dianggap mampu memperkuat energi vital serta meningkatkan daya tahan tubuh secara menyeluruh.

Nama Lain: Hwanggi (Korea), Ōgi (Jepang), Hoàng kỳ (Vietnam), Chinese milkvetch (Inggris), Mongolian milkvetch (Mongolia)

Akar Manis Cina / Chinese Licorice

Glycyrrhiza uralensis
Akar Manis Cina

Glycyrrhiza uralensis, yang dikenal luas sebagai Chinese Licorice atau Gan Cao dalam pengobatan tradisional Tiongkok, merupakan tanaman herba tahunan yang termasuk dalam famili Fabaceae. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia Timur, terutama Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Akar tunggangnya yang tebal dan berwarna cokelat kekuningan merupakan bagian yang paling bernilai secara medis. Secara morfologi, tanaman ini dapat tumbuh hingga setinggi satu meter, dengan daun majemuk menyirip dan bunga ungu kebiruan yang tersusun dalam tandan. Rasa manis khas dari akar licorice berasal dari senyawa glisirizin yang 50 kali lebih manis daripada gula tebu, menjadikannya salah satu tanaman obat paling ikonik dalam khazanah botanika.

Nama Lain: Gan Cao (China), Kanzo (Japan), Gamcho (South Korea), Ural licorice (Russia), Mongolian licorice (Mongolia)

Peony Tiongkok / Chinese Peony

Paeonia lactiflora
Peony Tiongkok

Akar Paeonia lactiflora, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Bai Shao, berasal dari tanaman peoni putih yang termasuk dalam famili Paeoniaceae. Tanaman herba menahun ini tumbuh liar di kawasan Asia Timur, terutama di Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Bagian yang digunakan secara medis adalah akar yang telah dikupas dan dikeringkan. Dalam sistem pengobatan Tionghoa, Bai Shao dikategorikan sebagai ramuan yang bersifat sedikit dingin, berasa asam dan pahit, serta masuk ke meridian hati dan limpa. Khasiat utamanya adalah menyehatkan darah, mengatur sirkulasi energi (qi), dan meredakan nyeri, terutama yang berkaitan dengan ketidakseimbangan fungsi hati dan darah.

Nama Lain: Shakuyaku (Jepang), Jak-yak (Korea), Pivoine blanche (Prancis), Peonía blanca (Spanyol)


Referensi:

  1. Kampo Formulations for Prescription 2024

Keishikakobokukyoninto

Keishikakobokukyoninto

Keishikaryojutsubuto

Keishikaryojutsubuto

Cari: