桂枝加厚朴杏子湯

(Keishikakobokukyoninto)

Kategori: Respiratory


Keishikakobokukyoninto adalah formula Kampo yang digunakan untuk mengatasi batuk, sesak napas, dan gejala pernapasan lainnya yang menyertai pilek atau flu. Formula ini bekerja dengan melegakan saluran pernapasan dan mengurangi peradangan pada bronkus.

Indikasi/Manfaat:

Batuk, sesak napas, bronkitis ringan, dan gejala pernapasan pada pilek.

Bahan Herbal dalam Keishikakobokukyoninto:

Cinnamomum cassia
Magnolia officinalis
Biji Aprikot
Prunus armeniaca
Paeonia lactiflora
Kurma Cina
Ziziphus jujuba
Glycyrrhiza uralensis
Zingiber officinale

Advertisement

Jahe / Ginger

Zingiber officinale
Jahe

Zingiber officinale, yang lebih dikenal sebagai jahe, adalah tumbuhan herba tahunan dari famili Zingiberaceae yang berasal dari Asia Tenggara. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah rimpangnya, yang memiliki bentuk gemuk, bercabang, dan berserat dengan aroma khas yang tajam. Tanaman ini tumbuh optimal di daerah tropis dengan curah hujan tinggi dan suhu hangat, biasanya mencapai ketinggian 30–100 cm dengan daun sempit memanjang. Secara botani, jahe berkembang biak secara vegetatif melalui rimpang, bukan biji, sehingga setiap segmen rimpang yang ditanam dapat tumbuh menjadi individu baru. Rimpang jahe mengandung senyawa aktif utama seperti gingerol, shogaol, dan zingeron yang bertanggung jawab atas rasa pedas dan manfaat kesehatannya.

Nama Lain: Halia (Malaysia), Adrak (India), Jiang (China), Shoga (Jepang), Khing (Thailand)

Kayu Manis Cina / Chinese Cassia

Cinnamomum cassia
Kayu Manis Cina

Cinnamomum cassia, yang dikenal luas sebagai kayu manis Cina atau cassia, merupakan pohon hijau abadi dari famili Lauraceae yang berasal dari wilayah selatan Tiongkok, Myanmar, dan Vietnam. Berbeda dengan Cinnamomum verum (kayu manis Ceylon), cassia memiliki kulit kayu yang lebih tebal, kasar, dan berwarna cokelat kemerahan dengan tekstur yang lebih keras. Daunnya berbentuk oval memanjang dengan tiga urat daun yang menonjol, serta menghasilkan bunga kecil berwarna putih kekuningan dalam malai. Bagian yang paling bernilai adalah kulit kayu bagian dalam yang dikeringkan, yang kemudian digulung menjadi batang kayu manis atau digiling menjadi bubuk.

Nama Lain: Cinnamon (United States), Chinese cinnamon (United Kingdom), Ròu guì (China), Kayu manis cina (Indonesia), Quế (Vietnam)

Akar Manis Cina / Chinese Licorice

Glycyrrhiza uralensis
Akar Manis Cina

Glycyrrhiza uralensis, yang dikenal luas sebagai Chinese Licorice atau Gan Cao dalam pengobatan tradisional Tiongkok, merupakan tanaman herba tahunan yang termasuk dalam famili Fabaceae. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia Timur, terutama Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Akar tunggangnya yang tebal dan berwarna cokelat kekuningan merupakan bagian yang paling bernilai secara medis. Secara morfologi, tanaman ini dapat tumbuh hingga setinggi satu meter, dengan daun majemuk menyirip dan bunga ungu kebiruan yang tersusun dalam tandan. Rasa manis khas dari akar licorice berasal dari senyawa glisirizin yang 50 kali lebih manis daripada gula tebu, menjadikannya salah satu tanaman obat paling ikonik dalam khazanah botanika.

Nama Lain: Gan Cao (China), Kanzo (Japan), Gamcho (South Korea), Ural licorice (Russia), Mongolian licorice (Mongolia)

Peony Tiongkok / Chinese Peony

Paeonia lactiflora
Peony Tiongkok

Akar Paeonia lactiflora, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Bai Shao, berasal dari tanaman peoni putih yang termasuk dalam famili Paeoniaceae. Tanaman herba menahun ini tumbuh liar di kawasan Asia Timur, terutama di Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Bagian yang digunakan secara medis adalah akar yang telah dikupas dan dikeringkan. Dalam sistem pengobatan Tionghoa, Bai Shao dikategorikan sebagai ramuan yang bersifat sedikit dingin, berasa asam dan pahit, serta masuk ke meridian hati dan limpa. Khasiat utamanya adalah menyehatkan darah, mengatur sirkulasi energi (qi), dan meredakan nyeri, terutama yang berkaitan dengan ketidakseimbangan fungsi hati dan darah.

Nama Lain: Shakuyaku (Jepang), Jak-yak (Korea), Pivoine blanche (Prancis), Peonía blanca (Spanyol)

Hou Po / Magnolia Bark

Magnolia officinalis

Kulit kayu magnolia, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Hou Po, berasal dari pohon Magnolia officinalis. Tumbuhan ini merupakan pohon deciduous yang dapat tumbuh hingga setinggi 15–20 meter, dengan daun besar berbentuk oval dan bunga harum berwarna putih krem. Bagian yang paling sering digunakan untuk pengobatan adalah kulit batang, cabang, dan akar yang telah dikeringkan. Proses pengolahan tradisional melibatkan fermentasi dan pengeringan untuk mengaktifkan senyawa aktifnya. Magnolia officinalis banyak dibudidayakan di wilayah pegunungan Cina, terutama di provinsi Sichuan, Hubei, dan Zhejiang.

Nama Lain: Hou po (China), koboku (Japan), hoebak (South Korea), hậu phác (Vietnam), magnolia bark (English)


Referensi:

  1. Kampo Formulations for Prescription 2024

Keishikakakkonto

Keishikakakkonto

Keishikaogito

Keishikaogito

Cari: