Advertisement
Suma Root, yang juga dikenal sebagai Brazilian Ginseng, berasal dari akar tanaman Pfaffia paniculata, tumbuhan merambat asli hutan hujan Amazon dan wilayah tropis Amerika Selatan, terutama Brasil. Meskipun disebut ginseng karena khasiatnya yang serupa, secara botani Pfaffia paniculata tidak berkerabat dengan ginseng Asia (Panax). Masyarakat lokal Brasil telah lama menggunakannya sebagai tonik energi, penambah stamina, serta obat tradisional untuk mengatasi stres, kelelahan, dan berbagai gangguan metabolisme. Akar tumbuhan ini mengandung senyawa aktif unik seperti ecdysteroid (terutama beta-ecdysone), triterpen saponin, serta asam pfaffic yang diduga berperan dalam efek adaptogenik dan anti-inflamasi.
Tanaman ini asli dari hutan hujan tropis di Amerika Selatan, terutama di wilayah Amazon. Suka tumbuh di tanah yang subur dan area dengan kelembapan tinggi, tapi cukup tangguh beradaptasi di berbagai jenis tanah hutan. Karakteristik/ciri-ciri Suma Root / Brazilian Ginseng (Pfaffia paniculata):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Merupakan jenis tanaman merambat (semak) yang bersifat menahun. |
| Akar | Bagian paling ikonik, bentuknya tebal, berdaging, dan mirip dengan akar ginseng pada umumnya (makanya disebut Brazilian Ginseng). |
| Batang | Batangnya menjalar di atas permukaan tanah, cenderung fleksibel, dan bisa tumbuh cukup panjang. |
| Daun | Bentuk daunnya simpel, tersusun secara berpasangan (berhadapan), dengan tekstur yang agak kasar. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, berwarna putih atau krem, dan berkumpul dalam rangkaian yang disebut malai (panicle). |
| Sistem Perakaran | Memiliki akar sekunder yang dalam dan kuat, berfungsi menyimpan cadangan nutrisi yang membuatnya tetap hidup meski kondisi di atas permukaan tanah sedang kurang bersahabat. |
6 Manfaat Suma Root / Brazilian Ginseng untuk kesehatan.
Ekstrak akar Pfaffia paniculata menghambat aktivitas COX-2 dan produksi PGE2, menurunkan ekspresi TNF-α, IL-1β, dan IL-6 melalui regulasi NF-κB/MAPK pada makrofag. Efek analgesik dikaitkan dengan pengurangan mediator nyeri perifer, bukan jalur opioid sentral yang terkonfirmasi.
Senyawa ecdysteroid dan komponen fenolik menangkap spesies oksigen reaktif (ROS), menghambat peroksidasi lipid, serta meningkatkan aktivitas SOD, katalase, dan GSH; jalur Nrf2/ARE diduga berperan dalam peningkatan enzim antioksidan endogen.
Ekdisteroid seperti 20-hydroxyecdysone meningkatkan translokasi GLUT4 dan aktivasi AMPK sehingga meningkatkan ambilan glukosa; ekstrak juga menghambat α-glukosidase usus dan mengurangi stres oksidatif pada sel beta pankreas.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Suma Root / Brazilian Ginseng.
Interaksi & Kontraindikasi Suma Root / Brazilian Ginseng dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Suma root atau Brazilian Ginseng (Pfaffia paniculata) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jangka pendek oleh kebanyakan orang. Namun, seperti halnya suplemen herbal lainnya, bahan ini dapat menimbulkan beberapa efek samping terutama pada penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi. Efek samping ringan yang sering dilaporkan meliputi gangguan pencernaan seperti mual, kram perut, dan diare. Selain itu, beberapa individu mungkin mengalami reaksi alergi ringan, sakit kepala, atau insomnia karena efek stimulan ringan yang terkandung di dalam akar ini.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Suma Root / Brazilian Ginseng.