Advertisement
Gynostemma pentaphyllum, yang dikenal luas sebagai Jiaogulan atau "ramuan keabadian", adalah tumbuhan merambat dari famili Cucurbitaceae yang berasal dari kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Tiongkok selatan, Jepang, Korea, serta wilayah pegunungan di Vietnam dan Thailand. Tumbuhan ini telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional Tiongkok, sering diseduh sebagai teh herbal yang memiliki rasa manis dan sedikit pahit. Keunikan utamanya terletak pada kandungan gypenosides—saponin triterpenoid yang secara struktural mirip dengan ginsenosides dari ginseng, tetapi dengan potensi adaptogenik yang lebih luas dan lebih mudah diserap tubuh. Karena kemiripan ini, Jiaogulan sering dijuluki "ginseng Selatan" meskipun secara botani tidak berkerabat dekat dengan ginseng.
Tanaman merambat ini suka banget hidup di area yang teduh, lembap, dan punya sirkulasi udara baik. Biasanya ditemukan di hutan pegunungan, semak belukar, atau sepanjang pinggiran sungai di wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara. Karakteristik/ciri-ciri Gynostemma / Jiaogulan (Gynostemma pentaphyllum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tumbuhan | Tanaman herba merambat yang punya sulur (tendril) buat memanjat. |
| Batang | Batangnya ramping, agak berbulu halus atau gundul, dan punya alur memanjang. |
| Daun | Daunnya model majemuk menjari, biasanya terdiri dari 5-7 anak daun. Pinggiran daunnya bergerigi halus dan permukaannya agak berkerut. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil berwarna hijau kekuningan, muncul dalam malai (panicle) di ketiak daun. |
| Buah | Buahnya berbentuk bulat kecil, kalau sudah matang warnanya berubah jadi hitam atau ungu tua, dan isinya ada biji. |
| Akar | Punya sistem perakaran rimpang (rizoma) yang menjalar di bawah tanah, bikin tanaman ini bisa menyebar dengan cepat. |
8 Manfaat Gynostemma / Jiaogulan untuk kesehatan.
Gypenosides mengaktifkan AMPK di hati dan otot rangka, meningkatkan translokasi GLUT4 dan pengambilan glukosa, menghambat α-glukosidase di usus, serta menekan glukoneogenesis hepatik melalui penurunan ekspresi PEPCK dan G6Pase. Jalur sinyal IRS-1/Akt juga diperbaiki.
Gypenosides mengaktifkan AMPK dan PPARα, meningkatkan oksidasi asam lemak, menurunkan lipogenesis hati melalui SREBP-1c, serta meningkatkan ekspresi reseptor LDL melalui SREBP-2. Efek ini berkontribusi pada perbaikan profil lipid dan fungsi endotel.
Gypenosides mengaktifkan AMPK dan SIRT1, menekan lipogenesis de novo yang dimediasi SREBP-1c, meningkatkan oksidasi asam lemak melalui PPARα, mengurangi stres oksidatif melalui Nrf2, serta menghambat inflamasi melalui NF-κB.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Gynostemma / Jiaogulan.
Interaksi & Kontraindikasi Gynostemma / Jiaogulan dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Gynostemma pentaphyllum, yang juga dikenal sebagai Jiaogulan, umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jangka pendek hingga sedang, namun dapat menimbulkan beberapa efek samping terutama pada saluran pencernaan. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi mual, peningkatan pergerakan usus, diare ringan, dan gangguan perut lainnya. Hal ini biasanya terjadi akibat respons sistem pencernaan terhadap kandungan saponin (gypenosides) yang tinggi di dalam tanaman tersebut, yang dapat merangsang mukosa lambung dan usus pada individu yang sensitif.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Gynostemma / Jiaogulan.