Gynostemma / Jiaogulan

Gynostemma pentaphyllum
Nama
Gynostemma / Jiaogulan
Nama Latin/Ilmiah
Gynostemma pentaphyllum
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Manis, pahit
Nama Lain
Jiaogulan (China), amachazuru (Japan), sweet tea vine (United States), southern ginseng (China), miracle herb (United States).
Asal
China, Korea, Jepang, Vietnam, Laos, Thailand, India, Nepal, Bangladesh.
Kandungan Utama
Gypenosida (saponin), flavonoid, polisakarida, asam amino, mineral

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Gynostemma / Jiaogulan

Gynostemma pentaphyllum, yang dikenal luas sebagai Jiaogulan atau "ramuan keabadian", adalah tumbuhan merambat dari famili Cucurbitaceae yang berasal dari kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Tiongkok selatan, Jepang, Korea, serta wilayah pegunungan di Vietnam dan Thailand. Tumbuhan ini telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional Tiongkok, sering diseduh sebagai teh herbal yang memiliki rasa manis dan sedikit pahit. Keunikan utamanya terletak pada kandungan gypenosides—saponin triterpenoid yang secara struktural mirip dengan ginsenosides dari ginseng, tetapi dengan potensi adaptogenik yang lebih luas dan lebih mudah diserap tubuh. Karena kemiripan ini, Jiaogulan sering dijuluki "ginseng Selatan" meskipun secara botani tidak berkerabat dekat dengan ginseng.

Baca Lebih Lanjut
Update: 12 Sep 2026 - 09:40:48
 

II. Ciri-ciri Gynostemma / Jiaogulan

Tanaman merambat ini suka banget hidup di area yang teduh, lembap, dan punya sirkulasi udara baik. Biasanya ditemukan di hutan pegunungan, semak belukar, atau sepanjang pinggiran sungai di wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara. Karakteristik/ciri-ciri Gynostemma / Jiaogulan (Gynostemma pentaphyllum):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tumbuhan Tanaman herba merambat yang punya sulur (tendril) buat memanjat.
Batang Batangnya ramping, agak berbulu halus atau gundul, dan punya alur memanjang.
Daun Daunnya model majemuk menjari, biasanya terdiri dari 5-7 anak daun. Pinggiran daunnya bergerigi halus dan permukaannya agak berkerut.
Bunga Bunganya kecil-kecil berwarna hijau kekuningan, muncul dalam malai (panicle) di ketiak daun.
Buah Buahnya berbentuk bulat kecil, kalau sudah matang warnanya berubah jadi hitam atau ungu tua, dan isinya ada biji.
Akar Punya sistem perakaran rimpang (rizoma) yang menjalar di bawah tanah, bikin tanaman ini bisa menyebar dengan cepat.

III. Manfaat Gynostemma / Jiaogulan

8 Manfaat Gynostemma / Jiaogulan untuk kesehatan.

  1. Kontrol glukosa darah dan diabetes melitus tipe 2

    Gypenosides mengaktifkan AMPK di hati dan otot rangka, meningkatkan translokasi GLUT4 dan pengambilan glukosa, menghambat α-glukosidase di usus, serta menekan glukoneogenesis hepatik melalui penurunan ekspresi PEPCK dan G6Pase. Jalur sinyal IRS-1/Akt juga diperbaiki.

    Senyawa Aktif: gypenoside XVII, gypenoside XLIX, gypenoside A
    Tampilkan
  2. Dislipidemia dan kesehatan kardiovaskular

    Gypenosides mengaktifkan AMPK dan PPARα, meningkatkan oksidasi asam lemak, menurunkan lipogenesis hati melalui SREBP-1c, serta meningkatkan ekspresi reseptor LDL melalui SREBP-2. Efek ini berkontribusi pada perbaikan profil lipid dan fungsi endotel.

    Senyawa Aktif: gypenoside A, gypenoside B, gypenoside XVII
    Tampilkan
  3. Perlemakan hati non-alkoholik (NAFLD)

    Gypenosides mengaktifkan AMPK dan SIRT1, menekan lipogenesis de novo yang dimediasi SREBP-1c, meningkatkan oksidasi asam lemak melalui PPARα, mengurangi stres oksidatif melalui Nrf2, serta menghambat inflamasi melalui NF-κB.

    Senyawa Aktif: gypenoside XVII, gypenoside LXXV, polisakarida Gynostemma
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Gynostemma / Jiaogulan

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Gynostemma / Jiaogulan.

  1. Gypenoside XVII (GP-17)

    Golongan: Triterpenoid saponin (dammarane-type)
    Bagian Tanaman: Daun dan herba aerial
    Aktivitas Farmakologis:
    Hepatoprotektif, Antiinflamasi, Antioksidan; Menghambat Aktivasi NF-κB Dan Menginduksi Enzim Antioksidan Nrf2/HO-1 Pada Model Sel Dan Hewan..
    Tampilkan
  2. Gypenoside XLIX (GP-49)

    Golongan: Triterpenoid saponin (dammarane-type)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Menghambat Inflamasi Dan Proliferasi Sel Otot Polos Pembuluh Darah; Berpotensi Untuk Aterosklerosis Dan Komplikasi Kardiovaskular..
    Tampilkan
  3. Gypenoside A

    Golongan: Triterpenoid saponin (dammarane-type)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Dilaporkan Memiliki Aktivitas Antidiabetes Dan Penurun Lipid; Meningkatkan Sensitivitas Insulin Dan Memperbaiki Profil Lipid Pada Model Hewan..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Gynostemma / Jiaogulan

Interaksi & Kontraindikasi Gynostemma / Jiaogulan dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Konsumsi bersama makanan/minuman umum

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tidak ada interaksi bermakna yang terdokumentasi. Mulai dosis rendah dan pantau toleransi. (Sumber: Natural Medicines Comprehensive Database).

  2. Suplemen antioksidan lain (vitamin C, vitamin E, selenium)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Potensi efek aditif antioksidan; tidak ada interaksi serius. Gunakan sesuai dosis yang dianjurkan. (Sumber: Natural Medicines Comprehensive Database).

  3. Suplemen herbal adaptogen lain (ashwagandha, ginseng, rhodiola)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Dapat menimbulkan efek aditif pada tekanan darah, glukosa darah, atau imunitas. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum kombinasi. (Sumber: Natural Medicines Comprehensive Database).

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+22)

VI. Efek Samping Gynostemma / Jiaogulan

Gynostemma pentaphyllum, yang juga dikenal sebagai Jiaogulan, umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jangka pendek hingga sedang, namun dapat menimbulkan beberapa efek samping terutama pada saluran pencernaan. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi mual, peningkatan pergerakan usus, diare ringan, dan gangguan perut lainnya. Hal ini biasanya terjadi akibat respons sistem pencernaan terhadap kandungan saponin (gypenosides) yang tinggi di dalam tanaman tersebut, yang dapat merangsang mukosa lambung dan usus pada individu yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Gynostemma / Jiaogulan

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Gynostemma / Jiaogulan.

Apa kandungan bioaktif utama Gynostemma pentaphyllum dan mengapa ia menarik bagi fitokimia?
Kandungan utamanya adalah gypenosides, golongan saponin dammarane yang secara struktur menyerupai ginsenosides. Sejauh ini telah diidentifikasi lebih dari 200 gypenosides, disertai polisakarida, flavonoid, dan asam amino. Gypenosides diketahui mengaktifkan jalur AMPK, memodulasi sinyal insulin, serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen. Hal inilah yang menjadikan Gynostemma banyak diteliti untuk kesehatan metabolik dan adaptogenik. Razmovski-Naumovski et al., 2005.
Apa saja manfaat kesehatan Gynostemma yang didukung uji klinis pada manusia?
Bukti terkuat adalah perbaikan kendali glukosa darah dan sensitivitas insulin pada diabetes tipe 2. Sebuah uji klinis acak tersamar ganda menunjukkan pemberian teh Gynostemma 6 g/hari selama 12 minggu sebagai tambahan terapi standar menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c dibandingkan plasebo. Uji klinis lain juga melaporkan efek penurunan kolesterol total, LDL, dan trigliserida pada pasien hiperlipidemia. Huyen et al., 2010; La Cour et al., 1995.
Berapa dosis Gynostemma yang umum digunakan dalam penelitian dan konsumsi harian?
Belum ada dosis resmi tunggal. Dalam uji klinis antidiabetes digunakan 6 g daun kering per hari yang diseduh sebagai teh, dibagi menjadi 2–3 kali minum setelah makan. Untuk penggunaan sehari-hari, mulailah dari dosis rendah seperti 2–4 g daun kering per hari dan perhatikan toleransi tubuh. Produk ekstrak terstandar sebaiknya mengikuti dosis pada label yang terverifikasi serta anjuran tenaga kesehatan. Huyen et al., 2010.
Bagaimana cara menyeduh teh Jiaogulan yang benar?
Seduh 2–4 g daun kering Gynostemma dengan 150–200 ml air panas mendidih, tutup, lalu biarkan 5–10 menit. Saring dan minum hangat. Jika digunakan untuk terapi metabolik, hindari penambahan gula berlebihan. Dalam penelitian diabetes, teh dibuat dari 6 g daun kering per hari dan diminum dalam beberapa porsi. Huyen et al., 2010.
Apakah Gynostemma aman dikonsumsi oleh ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak-anak?
Tidak dianjurkan untuk ibu hamil, ibu menyusui, bayi, maupun anak-anak karena belum ada uji klinis memadai yang membuktikan keamanannya pada kelompok populasi tersebut. Gypenosides memiliki aktivitas biologis luas terhadap glukosa darah, lipid, tekanan darah, dan sistem imun, sehingga potensi risikonya belum dapat dipastikan. Pedoman keamanan botani umumnya menempatkan tumbuhan dengan data keamanan tidak lengkap dalam kategori hindari pada populasi rentan. Gardner & McGuffin, 2013.
Apa efek samping yang perlu diwaspadai setelah mengonsumsi Gynostemma?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, antara lain mual, nyeri ulu hati, kembung, diare, sakit kepala, dan pusing. Pada uji klinis jangka pendek dengan dosis 6 g/hari tidak ditemukan efek samping berat, tetapi gangguan saluran cerna dapat muncul pada sebagian orang. Jika gejala menetap, tekanan darah terasa terlalu rendah, atau muncul reaksi alergi, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Huyen et al., 2010; Razmovski-Naumovski et al., 2005.
Apakah Gynostemma berinteraksi dengan obat-obatan?
Profil farmakologinya menunjukkan potensi interaksi aditif dengan obat antihiperglikemik, obat antihipertensi, dan antikoagulan atau antiplatelet. Gypenosides dapat menurunkan glukosa darah, tekanan darah, dan menghambat agregasi trombosit, sehingga risiko hipoglikemia, hipotensi, atau perdarahan perlu dipantau jika dikombinasikan dengan obat tersebut. Selain itu, efek imunomodulatornya secara teoretis dapat memengaruhi kerja imunosupresan. Gunakan hanya setelah berkonsultasi dengan dokter. Razmovski-Naumovski et al., 2005; Huyen et al., 2010.
Bisakah Gynostemma menggantikan obat dokter untuk diabetes, kolesterol, atau tekanan darah tinggi?
Tidak. Gynostemma dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer atau adjuvan, bukan pengganti obat standar. Dosis studi klinis dilakukan pada pasien yang tetap menerima terapi medis, dan hasilnya berupa perbaikan parameter metabolik yang bersifat membantu, bukan menyembuhkan. Menghentikan obat medis tanpa pengawasan dapat menyebabkan komplikasi serius. Semua penggunaan untuk kondisi penyakit harus di bawah pengawasan dokter. Huyen et al., 2010.
Apakah Gynostemma termasuk adaptogen dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh?
Dalam pengobatan herbal, Gynostemma sering disebut adaptogen karena gypenosidesnya dilaporkan membantu memodulasi respons stres dan mempertahankan homeostasis. Namun, bukti klinis pada manusia untuk klaim peningkatan stamina, daya tahan tubuh, atau anti-kelelahan masih terbatas dan sebagian besar berasal dari penelitian sel dan hewan. Karena itu klaim adaptogenik tidak boleh disamakan dengan efek medis yang terbukti. Panossian & Wikman, 2010.

Gastrodia / Tian Ma

Gastrodia elata

Leonurus / Yi Mu Cao

Leonurus japonicus

Cari: