Advertisement
Bloodroot atau akar darah adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Papaveraceae, berasal dari hutan-hutan gugur di kawasan timur Amerika Utara. Nama ilmiahnya Sanguinaria canadensis merujuk pada rimpangnya yang mengandung getah berwarna oranye-merah menyala menyerupai darah ketika dipotong. Tumbuhan ini muncul sangat awal di musim semi, menjadikannya salah satu ephemeral musim semi yang menghiasi lantai hutan sebelum kanopi pohon menutup. Seluruh bagiannya bersifat toksik karena mengandung senyawa alkaloid, sehingga getahnya harus ditangani dengan sangat hati-hati.
Tanaman ini asli Amerika Utara. Biasanya tumbuh subur di lantai hutan yang lembap, teduh, dan punya tanah yang kaya akan humus. Mereka adalah tanaman hutan musim semi yang muncul paling awal. Karakteristik/ciri-ciri Bloodroot (Sanguinaria canadensis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar Dan Rimpang | Punya rimpang (batang bawah tanah) yang tebal dan berdaging. Kalau dipotong, bakal keluar cairan berwarna merah oranye kayak darah, makanya dinamain Bloodroot. |
| Daun | Daunnya unik banget, bentuknya lebar seperti ginjal atau telapak tangan dengan lobus-lobus yang tidak beraturan. Warnanya hijau kebiruan di bagian atas dan lebih pucat di bawah. |
| Bunga | Bunganya cantik, warnanya putih bersih dengan pusat berwarna kuning cerah. Kelopaknya cepat sekali gugur, biasanya cuma bertahan beberapa hari aja. |
| Batang | Batangnya tegak dan halus, biasanya terbungkus oleh selaput daun muda saat baru tumbuh dari tanah. |
| Buah Dan Biji | Buahnya berbentuk kapsul memanjang yang bakal pecah saat matang, di dalamnya ada biji-biji kecil yang punya bagian berlemak (elaiosom) supaya bisa disebar sama semut. |
5 Manfaat Bloodroot untuk kesehatan.
Alkaloid sanguinarin dan chelerythrine menghambat pertumbuhan dan adhesi bakteri plak oral seperti Streptococcus mutans serta bakteri anaerob periodontal. Senyawa ini juga mengganggu pembentukan biofilm dan menekan respons inflamasi gingiva melalui penghambatan jalur NF-κB dan produksi sitokin pro-inflamasi.
Sanguinarine dan chelerythrine berinteraksi dengan membran sel mikroba, menghambat enzim bakteri dan respirasi sel, serta mengganggu pembentukan biofilm. Pada jamur, alkaloid ini merusak membran sel dan menghambat transisi hifa, sehingga berpotensi menekan Candida albicans dan bakteri Gram-positif patogen.
Sanguinarine dan chelerythrine menghambat aktivasi NF-κB, menurunkan ekspresi TNF-α, IL-6 dan IL-1β, serta menekan COX-2, iNOS, dan aktivasi inflamasi NLRP3. Efek ini mengurangi infiltrasi sel radang dan kerusakan jaringan pada model inflamasi hewan.
Advertisement
6 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bloodroot.
Bloodroot (Sanguinaria canadensis) mengandung alkaloid aktif utama bernama sanguinarine, yang bersifat sangat kaustik dan sitotoksik. Penggunaan topikal dari tanaman ini sering kali dipromosikan sebagai pengobatan alternatif untuk lesi kulit dan kanker kulit (seperti escharotic), namun hal ini dapat menyebabkan nekrosis jaringan yang parah, pembentukan jaringan parut yang luas (eskar), serta kerusakan permanen pada kulit sehat di sekitarnya. Reaksi lokal yang sering terjadi meliputi nyeri hebat, peradangan, ulserasi parah, dan infeksi sekunder pada area aplikasi.