Advertisement
Mayapple (*Podophyllum peltatum*) merupakan tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Berberidaceae, yang secara alami tumbuh di kawasan hutan lembap serta area teduh di Amerika Utara bagian timur. Tumbuhan ini dikenal dengan penampilannya yang khas: batang tunggal yang tegak dan dihiasi oleh satu atau dua daun besar berbentuk payung (peltate). Daun-daun tersebut menjulang di atas bunga tunggal berwarna putih yang mekar di pertengahan musim semi, kemudian berkembang menjadi buah berdaging kuning kehijauan—yang kerap disebut "apel mayapple"—ketika telah matang.
Si Mayapple ini biasanya suka banget sama tempat yang teduh dan lembap, kayak di dasar hutan yang tanahnya subur dan banyak humus. Mereka sering tumbuh berkelompok atau membentuk koloni karena punya akar rimpang yang merambat di bawah tanah. Karakteristik/ciri-ciri Mayapple (Podophyllum peltatum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tumbuhan herba menahun yang tingginya sekitar 30 sampai 40 cm. |
| Daun | Bentuknya unik kayak payung, lebar, dan terbagi jadi 5 sampai 9 lobus. Warnanya hijau cerah, dan daunnya baru muncul satu tangkai di batang yang tidak berbunga, atau dua tangkai di batang yang berbunga. |
| Bunga | Cuma ada satu bunga putih yang menggantung di bawah ketiak daun. Kelopaknya kelihatan agak lilin dan muncul di antara percabangan dua daun. |
| Buah | Bentuknya bulat oval kayak telur, awalnya hijau terus berubah jadi kuning pas sudah matang. Ingat ya, cuma buahnya yang matang yang aman, bagian lainnya beracun! |
| Sistem Perakaran | Punya rimpang (rhizome) yang merambat di bawah tanah, fungsinya buat cadangan makanan dan bikin mereka bisa nyebar luas di area hutan. |
2 Manfaat Mayapple untuk kesehatan.
Podofilotoksin mengikat tubulin pada domain pengikatan kolkisin dan menghambat polimerisasi mikrotubulus, sehingga sel epitel yang mengalami hiperproliferasi akibat infeksi HPV berhenti pada metafase mitosis dan mengalami apoptosis/nekrosis. Lignan lain seperti α-peltatin dan β-peltatin juga menghambat proliferasi sel secara in vitro; sediaan farmaseutikal menggunakan podofilotoksin murni yang disebut podofilox.
Etoposide dan teniposide adalah derivatif semisintetik podofilotoksin yang menghambat enzim topoisomerase II. Ikatan obat dengan kompleks DNA-topoisomerase II mencegah religasi DNA, menyebabkan putusnya untai ganda DNA dan apoptosis pada sel yang membelah. Podofilotoksin asli lebih banyak bekerja sebagai penghambat tubulin dan tidak digunakan secara sistemik karena toksisitasnya yang tinggi.
Advertisement
5 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Mayapple.
Mayapple (Podophyllum peltatum) adalah tanaman liar yang mengandung senyawa aktif beracun, terutama podophyllotoxin, yang sangat poten dan berbahaya jika dikonsumsi atau bersentuhan langsung tanpa pengolahan yang tepat. Efek samping sistemik dari keracunan mayapple meliputi mual berat, muntah, diare berdarah, sakit perut parah, pusing, kebingungan, halusinasi, hipotensi, dan dalam kasus yang parah dapat menyebabkan depresi pernapasan, koma, serta kegagalan multiorgan. Toksisitas ini bekerja dengan cara menghambat mitosis sel (seperti racun seluler lainnya), yang sangat memengaruhi organ dengan pergantian sel yang cepat seperti saluran pencernaan dan sumsum tulang.