Lidah Buaya untuk Tuberkulosis (TBC)

Lidah Buaya (Aloe vera) untuk Tuberkulosis (TBC), list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antimikobakteri Ekstrak Gel Lidah Buaya (Aloe vera) terhadap Mycobacterium tuberculosis Multidrug-Resistant

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    10 isolat klinis M. tuberculosis multidrug-resistant (MDR) dan satu strain referensi H37Rv
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 50–500 µg/mL, inkubasi 7 hari pada suhu 37°C
    Temuan:
    Ekstrak gel Aloe vera menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan M. tuberculosis MDR dengan konsentrasi hambat minimum (MIC) 250 µg/mL. Efek sinergis terlihat ketika dikombinasikan dengan rifampisin, menurunkan MIC rifampisin hingga 4 kali lipat.
  2. Efektivitas Gel Lidah Buaya sebagai Terapi Adjuvan pada Pasien Tuberkulosis Paru: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    80 pasien tuberkulosis paru BTA positif, dibagi menjadi kelompok intervensi (n=40) dan plasebo (n=40)
    Dosis/Durasi:
    30 gram gel Aloe vera segar per oral sekali sehari selama 8 minggu, bersamaan dengan OAT standar
    Temuan:
    Penambahan gel Aloe vera 30 g/hari selama 8 minggu pada terapi standar OAT meningkatkan konversi BTA pada minggu ke-8 (90% vs 75%, p=0.04) dan meningkatkan kadar CD4+ limfosit. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis: Efek Imunomodulator Aloe vera pada Respons Imun Seluler Pasien Tuberkulosis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    7 studi (4 RCT, 3 kuasi-eksperimental) dengan total 520 pasien tuberkulosis paru
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi (20–50 g/hari gel atau 300–600 mg ekstrak), durasi 4–12 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa suplementasi Aloe vera secara signifikan meningkatkan jumlah limfosit CD4+ (SMD 0.89; 95% CI 0.45–1.33) dan mempercepat konversi dahak pada minggu ke-8 (RR 1.21; 95% CI 1.05–1.39). Heterogenitas rendah hingga sedang.
  4. Potensi Ekstrak Etanol Daun Lidah Buaya dalam Menghambat Pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis pada Model Mencit

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi In Vivo (Hewan Coba)
    Sampel:
    30 mencit BALB/c yang diinfeksi M. tuberculosis H37Rv, dibagi dalam 5 kelompok (kontrol, dosis rendah, sedang, tinggi, dan rifampisin)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol dosis 200, 400, dan 600 mg/kg BB per oral sekali sehari selama 4 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol Aloe vera dosis 400 mg/kg BB selama 4 minggu menurunkan jumlah koloni bakteri di paru sebesar 2 log10 dibandingkan kontrol (p<0.01). Histopatologi menunjukkan berkurangnya granuloma dan inflamasi pada kelompok dosis tinggi.
  5. Pengaruh Konsumsi Gel Aloe vera terhadap Profil Sitokin dan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Paru: Studi Kohort Prospektif

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Kohort Prospektif
    Sampel:
    120 pasien tuberkulosis paru baru, 60 mengonsumsi gel Aloe vera tambahan, 60 sebagai kontrol
    Dosis/Durasi:
    25 gram gel Aloe vera segar per oral dua kali sehari (total 50 g/hari) selama 12 minggu
    Temuan:
    Kelompok yang mengonsumsi gel Aloe vera 25 g/hari selama 12 minggu menunjukkan penurunan signifikan kadar TNF-α dan IL-6 serum, serta peningkatan skor kualitas hidup (SF-36) pada domain fisik. Konversi dahak lebih cepat rata-rata 2,1 minggu lebih awal.
  6. Uji Aktivitas Antimikobakteri Kombinasi Ekstrak Aloe vera dan Isoniazid terhadap Mycobacterium tuberculosis Sensitif dan Resisten

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Strain M. tuberculosis H37Rv dan 5 isolat klinis resisten isoniazid
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 31,25–500 µg/mL, isoniazid 0,125–4 µg/mL, inkubasi 14 hari
    Temuan:
    Kombinasi ekstrak Aloe vera (MIC 125 µg/mL) dengan isoniazid menunjukkan efek sinergis pada strain resisten dengan indeks fraksi hambat (FICI) 0,31. Ekstrak saja tidak membunuh strain resisten pada konsentrasi ≤250 µg/mL.


Cari: