Ginseng untuk Stroke

Ginseng (Panax ginseng) untuk Stroke, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas dan Keamanan Ginseng pada Pasien Stroke: Sebuah Meta-Analisis

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji acak terkontrol dengan total 512 pasien stroke iskemik akut dan subakut
    Dosis/Durasi:
    100–200 mg ekstrak ginseng standar per hari selama 8–12 minggu
    Temuan:
    Ginseng secara signifikan meningkatkan skor fungsional stroke (NIHSS dan Barthel Index) tanpa efek samping serius. Meta-analisis mendukung penggunaan ginseng sebagai terapi adjuvant yang aman.
  2. Pengaruh Korean Red Ginseng pada Pemulihan Neurologis Pasien Stroke Iskemik Akut

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Uji Acak Terkontrol (RCT)
    Sampel:
    100 pasien stroke iskemik akut (50 kelompok ginseng, 50 plasebo), usia 40–80 tahun
    Dosis/Durasi:
    2 gram Korean red ginseng per hari dalam bentuk kapsul selama 4 minggu
    Temuan:
    Kelompok yang menerima Korean red ginseng menunjukkan perbaikan signifikan pada skor NIHSS dan Barthel Index setelah 4 minggu dibandingkan plasebo. Tidak ada perbedaan dalam efek samping antara kedua kelompok.
  3. Tinjauan Sistematis Peran Ginseng dalam Pencegahan Stroke

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (10 studi hewan, 5 studi klinis) dengan total 1.200 subjek
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi: 0,5–4 g/hari selama 2–24 minggu
    Temuan:
    Ginseng menunjukkan efek neuroprotektif melalui mekanisme antioksidan, anti-inflamasi, dan peningkatan aliran darah otak. Namun, bukti klinis masih terbatas dan diperlukan studi lebih lanjut.
  4. Efek Ginseng pada Fungsi Kognitif Pasca Stroke

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Uji Acak Terkontrol (RCT)
    Sampel:
    60 pasien stroke kronis (≥6 bulan pasca stroke) dengan gangguan kognitif ringan–sedang
    Dosis/Durasi:
    1,5 gram ekstrak ginseng standar (mengandung 5% ginsenosida) per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian ginseng selama 12 minggu secara signifikan meningkatkan skor Mini-Mental State Examination (MMSE) dan kualitas hidup terkait kognitif. Efek ini bertahan hingga 4 minggu setelah penghentian.
  5. Hubungan Konsumsi Ginseng dengan Risiko Stroke: Studi Kohort Prospektif

    Tahun:
    2012
    Tipe:
    Studi Kohort Prospektif
    Sampel:
    10.000 partisipan dewasa (usia 40–79 tahun) tanpa riwayat stroke pada awal studi, diikuti selama 10 tahun
    Dosis/Durasi:
    Konsumsi sukarela, dosis tidak distandarisasi; median asupan 1,5 g/hari
    Temuan:
    Konsumsi ginseng secara teratur (≥3 kali/minggu) dikaitkan dengan penurunan risiko stroke iskemik sebesar 30% setelah disesuaikan dengan faktor risiko kardiovaskular. Tidak ditemukan hubungan dengan stroke hemoragik.
  6. Keamanan dan Tolerabilitas Ginseng Dosis Tinggi pada Pasien Stroke Akut

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji Klinis Fase II (Open-label)
    Sampel:
    40 pasien stroke iskemik akut (<24 jam onset) yang menerima terapi standar
    Dosis/Durasi:
    4 gram ekstrak ginseng (20% ginsenosida) per hari, diberikan dalam 2 dosis terbagi, selama 7 hari
    Temuan:
    Ginseng dosis tinggi (4 g/hari) aman dan dapat ditoleransi dengan baik; tidak ada peningkatan efek samping serius. Terdapat tren perbaikan skor NIHSS pada hari ke-7, meskipun tidak signifikan secara statistik.


Cari: