Kayu Manis untuk Sinusitis

Kayu Manis (Cinnamomum verum) untuk Sinusitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Anti-Inflamasi Sinamaldehida pada Sel Epitel Hidung Manusia yang Terpapar Lipopolisakarida

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Kultur sel epitel hidung manusia (HNEpC) dari 5 donor sehat
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10, 25, 50 µM selama 24 jam
    Temuan:
    Sinamaldehida dosis 10-50 µM secara signifikan menurunkan ekspresi IL-6, IL-8, dan TNF-α melalui penghambatan jalur NF-κB. Temuan ini mendukung potensi kayu manis sebagai agen anti-inflamasi untuk sinusitis.
  2. Efektivitas Semprotan Hidung Minyak Kayu Manis sebagai Terapi Tambahan pada Sinusitis Akut: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak)
    Sampel:
    60 pasien sinusitis akut dewasa (30 kelompok intervensi, 30 plasebo)
    Dosis/Durasi:
    Semprotan hidung minyak kayu manis 1% (2 semprotan per lubang hidung, 3 kali sehari) selama 7 hari
    Temuan:
    Kelompok yang menerima semprotan hidung minyak kayu manis 1% selama 7 hari menunjukkan perbaikan skor gejala sinusitis (SNOT-20) yang lebih besar dibanding plasebo (p<0,05). Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Meta-Analisis Tanaman Obat sebagai Terapi Tambahan pada Sinusitis Kronis: Fokus pada Kayu Manis dan Jahe

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    10 studi acak terkontrol (total 1.200 pasien sinusitis kronis), termasuk 3 studi yang menggunakan kayu manis
    Dosis/Durasi:
    Dosis ekstrak kayu manis 1-2 g/hari selama 4-12 minggu (bervariasi antar studi)
    Temuan:
    Suplementasi kayu manis (dosis setara 1-2 g/hari) secara signifikan mengurangi skor gejala sinusitis dan penanda inflamasi (CRP, IL-6) dengan efek samping minimal. Heterogenitas rendah antar studi.
  4. Aktivitas Antimikroba Ekstrak Kulit Kayu Manis (Cinnamomum verum) terhadap Patogen Saluran Pernapasan Penyebab Sinusitis

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    15 isolat klinis: Streptococcus pneumoniae (5), Haemophilus influenzae (5), Moraxella catarrhalis (5)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 0,125-4 mg/mL, paparan 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak etanol kayu manis menunjukkan aktivitas bakterisida dengan MIC 0,5-1 mg/mL terhadap semua isolat. Efek sinergis dengan amoksisilin juga terdeteksi pada 40% isolat.
  5. Penghambatan Pembentukan Biofilm Staphylococcus aureus dari Pasien Rinosinusitis Kronis oleh Ekstrak Kayu Manis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    20 isolat Staphylococcus aureus yang diisolasi dari pasien rinosinusitis kronis
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 0,5-4 mg/mL, inkubasi 48 jam
    Temuan:
    Ekstrak kayu manis pada konsentrasi 2 mg/mL menghambat pembentukan biofilm hingga 85% dan mengganggu quorum sensing. Temuan ini relevan untuk mengurangi resistensi antimikroba pada sinusitis kronis.
  6. Efek Suplementasi Kayu Manis terhadap Gejala Rinitis Alergi: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak)
    Sampel:
    80 pasien rinitis alergi (40 kayu manis, 40 plasebo), usia 18-55 tahun
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak kayu manis 1,5 g/hari (dibagi 2 dosis) selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kayu manis 1,5 g/hari selama 8 minggu secara signifikan menurunkan skor gejala hidung (bersin, hidung tersumbat, rinore) dan kadar IgE total serum (p<0,01). Perbaikan ini berpotensi mengurangi risiko sinusitis sekunder.


Cari: