Serai / Sereh untuk Pneumonia

Serai / Sereh (Cymbopogon citratus) untuk Pneumonia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Serai (Cymbopogon citratus) terhadap Klebsiella pneumoniae Penyebab Pneumonia

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    In-vitro study
    Sampel:
    10 isolat klinis Klebsiella pneumoniae yang diisolasi dari pasien pneumonia
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi minyak atsiri 0,5%, 1%, 2,5%, dan 5% v/v; inkubasi 24 jam pada 37°C
    Temuan:
    Minyak atsiri serai menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap seluruh isolat dengan diameter zona hambat rata-rata 15,2 mm pada konsentrasi 5%. Konsentrasi hambat minimum (KHM) berkisar antara 0,5-1,0% v/v.
  2. Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Serai (Cymbopogon citratus) pada Model Tikus Pneumonia yang Diinduksi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Animal study (in vivo)
    Sampel:
    30 ekor tikus Sprague-Dawley jantan, berat 200-250 g, dibagi 5 kelompok (kontrol negatif, kontrol positif, 3 dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol diberikan secara oral dosis 100, 200, dan 400 mg/kg BB selama 7 hari setelah induksi pneumonia
    Temuan:
    Ekstrak serai dosis 400 mg/kg BB menurunkan jumlah neutrofil alveolar dan kadar TNF-α secara signifikan dibandingkan kelompok pneumonia tanpa pengobatan. Histopatologi paru menunjukkan berkurangnya infiltrasi sel radang.
  3. Uji Klinis Acak Tersamar Ganda: Efektivitas Obat Kumur Ekstrak Serai (Cymbopogon citratus) sebagai Terapi Adjuvan pada Pneumonia Komunitas

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    60 pasien pneumonia komunitas rawat inap, usia 18-65 tahun, dibagi secara acak ke kelompok intervensi (n=30) dan plasebo (n=30)
    Dosis/Durasi:
    Obat kumur ekstrak serai 10% v/v, digunakan 3 kali sehari selama 7 hari, selain terapi antibiotik standar
    Temuan:
    Kelompok yang mendapat obat kumur ekstrak serai (10% v/v) selama 7 hari mengalami perbaikan skor gejala klinis lebih cepat (rata-rata 3,2 hari) dibandingkan plasebo (4,8 hari) dengan p<0,05. Tidak ada efek samping serius.
  4. Meta-Analisis Efektivitas Tanaman Herbal yang Mengandung Minyak Atsiri (Termasuk Serai) terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Anak

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analysis
    Sampel:
    15 studi (9 RCT, 6 studi observasional) dengan total 2.400 partisipan anak usia 1-12 tahun
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi; dosis minyak atsiri serai 0,5-2% dalam bentuk inhalasi atau topikal selama 5-14 hari
    Temuan:
    Suplementasi atau inhalasi minyak atsiri dari serai dan tanaman lain menurunkan risiko pneumonia sebesar 28% (RR 0,72; 95% CI 0,60-0,86) dan memperpendek durasi gejala pernapasan rata-rata 1,5 hari. Heterogenitas sedang (I²=45%).
  5. Potensi Fraksi Etil Asetat Serai (Cymbopogon citratus) dalam Menghambat Biofilm Streptococcus pneumoniae pada Kultur Sel Epitel Paru

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    In-vitro study
    Sampel:
    Kultur sel A549 (epitel paru manusia) dan 3 strain Streptococcus pneumoniae (termasuk strain resisten penisilin)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi fraksi 50, 100, 200 µg/mL selama 24 jam
    Temuan:
    Fraksi etil asetat serai pada konsentrasi 200 µg/mL menghambat pembentukan biofilm Streptococcus pneumoniae hingga 70% tanpa menimbulkan sitotoksisitas signifikan terhadap sel A549. Penghambatan terkait dengan gangguan komunikasi bakteri (quorum sensing).


Cari: