Sampel:
15 studi in vitro, in vivo, dan klinis yang memenuhi kriteria inklusi
Dosis/Durasi:
Bervariasi antar studi (ekstrak 100-600 mg/hari pada manusia; 50-200 mg/kg BB pada hewan)
Temuan:
Curcuma xanthorrhiza dan senyawa aktifnya (xanthorrhizol, kurkumin) memiliki potensi antiinflamasi, antimikroba, dan imunomodulator yang relevan untuk penanganan pneumonia, namun bukti klinis masih terbatas.