Bawang Putih untuk Pneumonia

Bawang Putih (Allium sativum) untuk Pneumonia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Bawang Putih terhadap Pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan: Sebuah Meta-Analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi terkontrol acak dengan total 1.845 partisipan dewasa sehat dan dengan kondisi imunokompromais
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi antara 600–1.200 mg ekstrak bawang putih tua per hari selama 12–16 minggu
    Temuan:
    Suplementasi bawang putih secara signifikan mengurangi kejadian infeksi saluran pernapasan atas dan memperpendek durasi gejala, meskipun efek spesifik terhadap pneumonia belum dapat disimpulkan secara terpisah.
  2. Pengaruh Ekstrak Bawang Putih sebagai Terapi Adjuvan pada Pasien Pneumonia Nosokomial: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien dewasa dengan pneumonia nosokomial yang dirawat di ICU (40 kelompok intervensi, 40 kontrol)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak bawang putih distandarisasi mengandung 2,5 mg allicin/kg berat badan per hari, diberikan secara intravena selama 7–10 hari
    Temuan:
    Penambahan ekstrak bawang putih (allicin 2,5 mg/kg/hari) pada terapi standar antibiotik mempercepat resolusi demam dan perbaikan skor klinis, serta menurunkan durasi penggunaan ventilator.
  3. Aktivitas Antibakteri Allicin terhadap Streptococcus pneumoniae Isolat Klinis Secara In Vitro

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    30 isolat klinis Streptococcus pneumoniae yang resisten terhadap penisilin
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi allicin 8–32 µg/mL, inkubasi 24 jam pada suhu 37°C
    Temuan:
    Allicin menunjukkan aktivitas bakterisidal terhadap semua isolat dengan konsentrasi hambat minimum (MIC) 8–32 µg/mL, efektif melawan strain resisten dan pembentuk biofilm.
  4. Efek Protektif Ekstrak Bawang Putih Tua pada Pneumonia yang Diinduksi Klebsiella pneumoniae pada Mencit

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    40 mencit BALB/c jantan, dibagi menjadi 4 kelompok (kontrol, infeksi, dosis rendah, dosis tinggi)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak bawang putih tua dosis 100 dan 200 mg/kg berat badan per hari secara oral selama 14 hari, diikuti infeksi intratrakeal Klebsiella pneumoniae
    Temuan:
    Pemberian ekstrak bawang putih tua secara oral menurunkan jumlah bakteri di paru, mengurangi infiltrasi neutrofil, dan menekan kadar sitokin pro-inflamasi TNF-α dan IL-6 secara signifikan.
  5. Hubungan Antara Konsumsi Bawang Putih dan Risiko Pneumonia pada Populasi Lansia: Studi Kohort Prospektif

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Kohort Prospektif
    Sampel:
    1.234 lansia berusia ≥65 tahun yang tinggal di komunitas, diikuti selama 3 tahun
    Dosis/Durasi:
    Konsumsi bawang putih mentah ≥2 siung per minggu, dinilai secara periodik
    Temuan:
    Konsumsi bawang putih mentah ≥2 siung per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko pneumonia sebesar 34% (HR 0,66; 95% CI 0,48–0,91) setelah disesuaikan dengan faktor perancu.
  6. Tinjauan Sistematis Peran Bawang Putih dalam Terapi Infeksi Saluran Pernapasan Akut Termasuk Pneumonia

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    28 studi (in vitro, hewan, dan klinis) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi; dosis oral ekstrak bawang putih berkisar 600–2.400 mg/hari, durasi 7 hari hingga 6 bulan
    Temuan:
    Bawang putih dan senyawa aktifnya (allicin, ajoene) memiliki aktivitas antimikroba terhadap patogen pneumonia umum (S. pneumoniae, K. pneumoniae, virus influenza) serta memodulasi respons imun, namun bukti klinis masih terbatas dan memerlukan uji coba lebih besar.


Cari: