Kunyit untuk Pneumonia

Kunyit (Curcuma longa) untuk Pneumonia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Kurkumin sebagai Terapi Adjuvan pada Pneumonia Komunitas: Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien dewasa dengan pneumonia komunitas (usia 18-75 tahun)
    Dosis/Durasi:
    500 mg kurkumin (standar 95% kurkuminoid) dua kali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Kurkumin secara signifikan mengurangi durasi gejala (rata-rata 3,2 hari lebih cepat) dan menurunkan kadar C-reactive protein (CRP). Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Kurkumin Melemahkan Pneumonia Akibat Klebsiella pneumoniae pada Mencit

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi eksperimental hewan
    Sampel:
    40 mencit BALB/c jantan (berat 20-25 gram)
    Dosis/Durasi:
    50 mg/kg berat badan per hari secara intraperitoneal selama 5 hari berturut-turut
    Temuan:
    Pemberian kurkumin mengurangi jumlah bakteri di paru-paru, menekan respons inflamasi, dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup mencit yang terinfeksi.
  3. Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis tentang Efektivitas Kurkumin pada Pneumonia COVID-19

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi (4 RCT, 4 studi observasional) dengan total 1.200 pasien COVID-19 yang mengalami pneumonia
    Dosis/Durasi:
    Beragam dosis, umumnya 500–1500 mg/hari (dengan atau tanpa piperin) selama 2–4 minggu
    Temuan:
    Kurkumin secara signifikan menurunkan risiko perburukan pneumonia (RR 0,62) dan memperpendek lama rawat inap. Profil keamanan baik tanpa efek samping berarti.
  4. Pengaruh Kurkumin terhadap Penanda Inflamasi pada Pasien Pneumonia: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien pneumonia (bakteri dan virus) dirawat di rumah sakit, usia 30–70 tahun
    Dosis/Durasi:
    500 mg kurkumin yang diformulasi dengan piperin (5 mg) dua kali sehari selama 14 hari
    Temuan:
    Kurkumin menurunkan kadar interleukin-6 (IL-6) dan tumor necrosis factor-alpha (TNF-α) secara signifikan dibandingkan plasebo. Lama rawat inap lebih pendek rata-rata 2,5 hari.
  5. Aktivitas Antibakteri Kurkumin terhadap Streptococcus pneumoniae secara In Vitro

    Tahun:
    2008
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    10 isolat klinis Streptococcus pneumoniae (termasuk strain resisten penisilin)
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (studi in vitro)
    Temuan:
    Kurkumin menunjukkan aktivitas antibakteri dengan konsentrasi hambat minimum (MIC) 8–32 μg/mL dan bersinergi dengan amoksisilin.
  6. Kurkumin Mencegah Pneumonia Terkait Ventilator: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    100 pasien ICU dewasa yang menggunakan ventilasi mekanis invasif
    Dosis/Durasi:
    500 mg kurkumin (dalam bentuk suspensi) setiap 12 jam melalui selang nasogastrik selama masa ventilasi (maksimal 14 hari)
    Temuan:
    Kurkumin mengurangi insiden pneumonia terkait ventilator (VAP) dari 35% menjadi 18% dan memperpendek durasi ventilasi mekanis rata-rata 3 hari.


Cari: