Adas untuk Osteoporosis

Adas (Foeniculum vulgare) untuk Osteoporosis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Etanol Biji Adas (Foeniculum vulgare) terhadap Kepadatan Tulang dan Profil Osteokalsin pada Tikus Ovariektomi

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    30 ekor tikus betina Sprague-Dawley, dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol, ovariektomi, dan tiga dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB/hari per oral selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak adas dosis 200 mg/kgBB/hari selama 8 minggu secara signifikan meningkatkan kepadatan tulang femur dan kadar osteokalsin serum dibandingkan kelompok ovariektomi tanpa perlakuan. Efek ini diduga terkait aktivitas fitoestrogenik anethole.
  2. Pengaruh Anethole sebagai Komponen Aktif Adas terhadap Diferensiasi dan Mineralisasi Osteoblas secara In Vitro

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vitro)
    Sampel:
    Sel osteoblas prekursor MC3T3-E1
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 1, 10, 25, dan 50 µM selama 7–21 hari
    Temuan:
    Anethole konsentrasi 10–50 µM meningkatkan aktivitas alkaline phosphatase dan pembentukan nodul mineral secara signifikan. Efek ini dimediasi melalui jalur sinyal BMP-2/Smad.
  3. Meta-Analisis Efek Tanaman Obat yang Mengandung Fitoestrogen terhadap Kepadatan Mineral Tulang pada Wanita Menopause

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi acak terkontrol dengan total 1.250 partisipan wanita menopause; 3 studi spesifik menggunakan ekstrak adas
    Dosis/Durasi:
    Dosis ekstrak adas berkisar 300–600 mg/hari selama 6–12 bulan
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak adas secara signifikan meningkatkan BMD lumbar (SMD=0,34; p<0,05) dan menurunkan kadar bone turnover marker dibandingkan plasebo. Efek paling nyata terlihat pada durasi lebih dari 6 bulan.
  4. Uji Klinis Acak Terkontrol Suplementasi Ekstrak Adas pada Wanita Postmenopause dengan Osteopenia

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 wanita postmenopause (usia 50–65 tahun) dengan osteopenia (T-score -1,0 hingga -2,5), dibagi menjadi kelompok adas dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kering biji adas (setara 20 mg anethole) per hari dalam kapsul, selama 12 bulan
    Temuan:
    Setelah 12 bulan, kelompok adas menunjukkan peningkatan signifikan BMD lumbar (2,3% vs -0,5% pada plasebo) dan penurunan kadar CTX-1 (penanda resorpsi tulang). Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  5. Efek Antiosteoporosis Ekstrak Air Daun Adas pada Tikus Model Osteoporosis akibat Glukokortikoid

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    24 ekor tikus Wistar jantan, diinduksi osteoporosis dengan deksametason 1 mg/kgBB/hari selama 4 minggu
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB/hari per oral selama 8 minggu (setelah induksi osteoporosis)
    Temuan:
    Pemberian ekstrak air daun adas dosis 200 mg/kgBB/hari selama 8 minggu menghambat penurunan BMD femur dan menurunkan jumlah osteoklas. Kadar kalsium dan fosfor serum juga lebih stabil dibandingkan kelompok kontrol osteoporosis.
  6. Systematic Review Tanaman Obat Indonesia yang Berpotensi sebagai Terapi Osteoporosis: Fokus pada Adas (Foeniculum vulgare)

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 artikel (studi in vitro, in vivo, dan klinis) yang memenuhi kriteria inklusi dari basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi (ekstrak 100–500 mg/kgBB pada hewan; 300–600 mg/hari pada manusia)
    Temuan:
    Bukti dari studi in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa ekstrak adas meningkatkan aktivitas osteoblas dan menghambat osteoklas melalui kandungan anethole dan quercetin. Namun, uji klinis masih terbatas dan diperlukan penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih ketat.


Cari: