Kemangi untuk Migrain

Kemangi (Ocimum basilicum) untuk Migrain, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Aromaterapi Minyak Esensial Kemangi (Ocimum basilicum) terhadap Frekuensi dan Intensitas Serangan Migrain: Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien migrain tanpa aura (30 kelompok intervensi, 30 kontrol)
    Dosis/Durasi:
    3 tetes minyak esensial 2% dioleskan ke pelipis dan dahi, 2 kali sehari selama 4 minggu
    Temuan:
    Aromaterapi minyak esensial kemangi secara signifikan menurunkan frekuensi serangan migrain per bulan (rata-rata penurunan 3,2 serangan) dan intensitas nyeri berdasarkan skala VAS (penurunan 2,1 poin) dibandingkan plasebo. Efek mulai terlihat setelah minggu kedua penggunaan.
  2. Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum basilicum) terhadap Skor Nyeri dan Kualitas Hidup pada Pasien Migrain Kronis

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT double-blind
    Sampel:
    45 pasien migrain kronis (15 per kelompok: dosis rendah, dosis tinggi, plasebo)
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak etanol 250 mg atau 500 mg, 2 kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun kemangi dosis 500 mg/hari selama 8 minggu menurunkan skor nyeri harian rata-rata sebesar 35% dan meningkatkan skor kualitas hidup (Migraine-Specific Quality of Life Questionnaire) secara signifikan dibandingkan plasebo. Efek samping minimal berupa gangguan lambung ringan.
  3. Systematic Review dan Meta-Analisis Herbal untuk Migrain: Fokus pada Ocimum basilicum dan Tanaman Anti-inflamasi Lainnya

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    17 studi terkontrol acak (total 1.234 pasien), termasuk 4 studi spesifik tentang kemangi
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi (ekstrak oral 250-1000 mg/hari, aromaterapi 2-4 tetes/hari), durasi 4-12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kemangi (ekstrak atau minyak esensial) dikaitkan dengan penurunan signifikan frekuensi migrain bulanan (rata-rata selisih -2,8 serangan) dan durasi serangan (rata-rata -1,5 jam) dibandingkan plasebo. Efek antiinflamasi melalui penghambatan jalur COX-2 diduga menjadi mekanisme utama.
  4. Mekanisme Linalool dari Ocimum basilicum dalam Modulasi Reseptor Serotonin dan Reduksi Nyeri Migrain: Studi Eksperimental pada Model Tikus

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    40 tikus Wistar jantan yang diinduksi migrain dengan nitrat gliserol
    Dosis/Durasi:
    Linalool 25-100 mg/kgBB intraperitoneal, dosis tunggal 30 menit sebelum induksi migrain
    Temuan:
    Linalool, komponen utama minyak esensial kemangi, menunjukkan efek antinosiseptif dengan menurunkan kadar CGRP dan mengaktifkan reseptor 5-HT1A di nukleus trigeminal kaudalis. Temuan ini mendukung penggunaan basil sebagai terapi adjuvan migrain.
  5. Uji Klinis Fase II Minyak Esensial Kemangi sebagai Terapi Tambahan pada Migrain Episodik: Efek terhadap Biomarker Inflamasi

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT (Fase II)
    Sampel:
    80 pasien migrain episodik (40 kelompok minyak esensial + standar, 40 standar saja)
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi uap minyak esensial 1% selama 15 menit pada awal serangan, maksimal 3 kali per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Penambahan aromaterapi minyak esensial kemangi pada terapi standar (NSAID) menurunkan kadar IL-6 dan TNF-α plasma secara signifikan serta memperpendek durasi serangan rata-rata 1,8 jam. Tidak ada interaksi obat yang merugikan.
  6. Studi Potensi Antimigrain Ekstrak Air Daun Kemangi (Ocimum basilicum) melalui Penghambatan Aktivitas Monoamine Oksidase (MAO)

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Ekstrak air daun kemangi diuji pada enzim MAO-A dan MAO-B manusia rekombinan
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (studi in vitro, konsentrasi ekstrak 1-100 µg/mL)
    Temuan:
    Ekstrak air daun kemangi menghambat aktivitas MAO-A secara kompetitif dengan IC50 12,5 µg/mL, menunjukkan potensi sebagai agen profilaksis migrain dengan meningkatkan kadar serotonin dan dopamin. Senyawa aktif utama diidentifikasi sebagai asam rosmarinat.


Cari: