Adas untuk Migrain

Adas (Foeniculum vulgare) untuk Migrain, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Minyak Atsiri Adas (Foeniculum vulgare) pada Sakit Kepala Migrain: Uji Klinis Acak, Tersamar Ganda, Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    120 pasien migrain (usia 18–65 tahun)
    Dosis/Durasi:
    3 tetes minyak atsiri 5% dioleskan ke dahi dan pelipis setiap 6 jam selama 2 bulan
    Temuan:
    Minyak atsiri adas topikal secara signifikan mengurangi frekuensi dan intensitas serangan migrain dibandingkan plasebo. Efek samping minimal dan bersifat lokal.
  2. Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Tanaman Obat untuk Migrain: Peran Adas (Foeniculum vulgare)

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    15 studi (1.200 partisipan) termasuk 2 studi khusus adas
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi (ekstrak 200–500 mg/hari atau minyak atsiri topikal, durasi 4–12 minggu)
    Temuan:
    Adas menunjukkan efek positif dalam mengurangi durasi serangan migrain, namun kualitas bukti masih rendah karena heterogenitas dosis dan desain studi. Diperlukan lebih banyak RCT berkualitas tinggi.
  3. Uji Klinis Tersamar Tiga pada Ekstrak Adas (Foeniculum vulgare) untuk Profilaksis Migrain Tanpa Aura

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 wanita usia 20–45 tahun dengan migrain tanpa aura
    Dosis/Durasi:
    300 mg ekstrak standar (setara 2% anethole) dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak adas 300 mg dua kali sehari secara signifikan mengurangi jumlah hari migrain per bulan dibandingkan plasebo. Tidak ada perbedaan signifikan dalam efek samping antara kelompok.
  4. Mekanisme Antimigrain dari Anethole, Komponen Utama Adas: Studi In Vitro pada Sel Saraf

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Kultur sel SH-SY5Y dan neuron primer tikus
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10–100 µM selama 24 jam
    Temuan:
    Anethole menghambat pelepasan CGRP (calcitonin gene-related peptide) dan menurunkan aktivitas saluran kalsium tipe-T yang terkait dengan patofisiologi migrain. Efek ini bersifat dosis-tergantung.
  5. Perbandingan Efektivitas Minyak Adas dan Ibuprofen pada Migrain Akut: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    100 pasien migrain (usia 18–60 tahun)
    Dosis/Durasi:
    Minyak adas 5% dioleskan ke dahi dan pelipis; ibuprofen 400 mg oral, sekali saat serangan akut
    Temuan:
    Minyak adas topikal setara dengan ibuprofen oral dalam mengurangi intensitas nyeri dalam 2 jam setelah serangan, dengan efek samping yang lebih ringan (terutama iritasi lokal).
  6. Efek Antiinflamasi dan Antioksidan Ekstrak Adas pada Marker Migrain: Uji Klinis Terbuka

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Uji klinis non-acak
    Sampel:
    40 pasien migrain kronis (usia 25–55 tahun)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak air adas per hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak adas menurunkan kadar TNF-α dan meningkatkan aktivitas SOD dalam serum, yang berkorelasi dengan penurunan frekuensi migrain bulanan. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.


Cari: