Paku Ekor Kuda untuk Melanoma

Paku Ekor Kuda (Equisetum arvense) untuk Melanoma, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Etanol Equisetum arvense terhadap Proliferasi dan Apoptosis Sel Melanoma A375

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel melanoma manusia A375 (ATCC CRL-1619)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10–100 μg/mL selama 24 dan 48 jam
    Temuan:
    Ekstrak etanol Equisetum arvense menghambat proliferasi sel A375 secara dosis-dependent dengan IC50 28 μg/mL pada 48 jam dan menginduksi apoptosis melalui peningkatan aktivitas caspase-3 serta penurunan ekspresi Bcl-2.
  2. Aktivitas Antiproliferatif Ekstrak Air Equisetum arvense pada Sel Melanoma B16-F10

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel melanoma murine B16-F10 (ATCC CRL-6475)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 20–200 μg/mL selama 24, 48, dan 72 jam
    Temuan:
    Ekstrak air Equisetum arvense menunjukkan aktivitas antiproliferatif dengan IC50 42 μg/mL pada 72 jam dan memicu siklus sel terhenti pada fase G0/G1 serta peningkatan produksi ROS.
  3. Mekanisme Apoptosis melalui Jalur Mitokondria yang Diinduksi oleh Fraksi Flavonoid Equisetum arvense pada Sel Melanoma SK-MEL-28

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel melanoma manusia SK-MEL-28 (ATCC HTB-72)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 5–50 μg/mL selama 24 jam
    Temuan:
    Fraksi flavonoid Equisetum arvense menginduksi apoptosis melalui depolarisasi membran mitokondria, pelepasan sitokrom c, dan aktivasi caspase-9 serta caspase-3, dengan IC50 18 μg/mL.
  4. Efek Sinergis Ekstrak Equisetum arvense dengan Doksorubisin terhadap Viabilitas Sel Melanoma A375

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel melanoma manusia A375 dan kultur primer fibroblas normal
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 10–50 μg/mL dan doksorubisin 0,1–1 μM selama 48 jam
    Temuan:
    Kombinasi ekstrak Equisetum arvense (25 μg/mL) dengan doksorubisin (0,5 μM) menunjukkan efek sinergis dalam menurunkan viabilitas sel melanoma (indeks kombinasi <1) tanpa toksisitas signifikan pada fibroblas normal.
  5. Aktivitas Antimelanoma Ekstrak Equisetum arvense pada Model Mencit yang Diinduksi B16-F10: Studi In Vivo

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 mencit C57BL/6 jantan yang diinokulasi sel melanoma B16-F10 (5×10⁵ sel/mencit)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak dosis 100, 200, dan 400 mg/kg BB per oral sekali sehari selama 21 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Equisetum arvense dosis 200 mg/kg BB selama 21 hari menekan pertumbuhan tumor sebesar 45% dan meningkatkan ekspresi caspase-3 serta penurunan VEGF pada jaringan tumor.
  6. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat Potensial untuk Melanoma: Fokus pada Equisetum arvense dan Senyawa Bioaktifnya

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi in vitro dan in vivo yang memenuhi kriteria inklusi (2000–2023)
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada data dosis tunggal; rentang konsentrasi in vitro 5–200 μg/mL, dosis in vivo 100–400 mg/kg BB
    Temuan:
    Equisetum arvense menunjukkan aktivitas antimelanoma melalui mekanisme antioksidan, antiproliferatif, dan proapoptotik yang didominasi oleh flavonoid (kaempferol, quercetin) dan asam fenolik. Namun, studi klinis masih belum tersedia.


Cari: