Hemp Seed untuk Melanoma

Hemp Seed (Cannabis sativa) untuk Melanoma, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Potensi Terapi Cannabinoid pada Melanoma: Sebuah Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    25 studi in vitro dan in vivo yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak ditentukan (studi heterogen)
    Temuan:
    Cannabinoid, termasuk yang berasal dari Cannabis sativa, menunjukkan efek anti-proliferatif dan pro-apoptotik pada berbagai lini sel melanoma. Temuan ini mendukung potensi pengembangan terapi berbasis cannabinoid untuk melanoma.
  2. Efek Antiproliferatif dan Proapoptosis Cannabidiol pada Sel Melanoma Manusia

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Tiga lini sel melanoma manusia (A375, SK-MEL-28, G361)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi CBD 1-10 µM selama 24-72 jam
    Temuan:
    Cannabidiol (CBD) menghambat proliferasi dan menginduksi apoptosis pada semua lini sel melanoma yang diuji. Efek ini dimediasi melalui jalur sinyal yang melibatkan reseptor cannabinoid dan spesies oksigen reaktif.
  3. Ekstrak Biji Rami (Cannabis sativa L.) Kaya Lignanamida Menghambat Metastasis Melanoma pada Model Tikus

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 tikus C57BL/6 yang diinokulasi sel melanoma B16F10
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak biji rami 100 mg/kg BB/hari secara oral selama 21 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak biji rami secara oral secara signifikan mengurangi jumlah nodul metastasis paru pada tikus melanoma. Efek ini dikaitkan dengan aktivitas anti-angiogenik dan penekanan ekspresi matriks metalloproteinase (MMP).
  4. Delta-9-Tetrahydrocannabinol Menghambat Pertumbuhan Tumor Melanoma Melalui Aktivasi Reseptor CB1 dan CB2

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro dan In Vivo
    Sampel:
    Sel melanoma manusia (SK-MEL-2) dan 20 tikus nude yang diimplan sel tersebut
    Dosis/Durasi:
    In vitro: THC 0.1-10 µM selama 48 jam. In vivo: THC 15 mg/kg BB secara intraperitoneal setiap hari selama 14 hari
    Temuan:
    Delta-9-THC menghambat proliferasi sel melanoma secara in vitro dan memperlambat pertumbuhan tumor pada model tikus. Efek ini bergantung pada aktivasi reseptor CB1 dan CB2 serta diikuti dengan penurunan sinyal PI3K/Akt.
  5. Asam Lemak Omega-3 dari Biji Rami Meningkatkan Efektivitas Imunoterapi pada Melanoma: Sebuah Studi pada Mencit

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    40 menit C57BL/6 yang diinokulasi sel melanoma B16F10
    Dosis/Durasi:
    Minyak biji rami 200 mg/kg BB/hari secara oral selama 4 minggu, dikombinasikan dengan anti-PD-1 (200 µg) setiap 3 hari
    Temuan:
    Suplementasi minyak biji rami yang kaya omega-3 meningkatkan respons terhadap terapi anti-PD-1 pada melanoma. Kombinasi ini menghasilkan penurunan ukuran tumor yang lebih besar dan peningkatan infiltrasi sel T CD8+ ke dalam tumor.
  6. Cannabigerol (CBG) Sebagai Agen Antimelanoma Potensial: Mekanisme Molekuler dan Efek pada Autofagi

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Dua lini sel melanoma manusia (A375 dan WM115) serta kultur primer melanosit normal
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi CBG 5-20 µM selama 24-72 jam
    Temuan:
    Cannabigerol (CBG) secara selektif menginduksi kematian sel autofagik pada sel melanoma tanpa mempengaruhi melanosit normal. CBG juga menghambat migrasi sel dan aktivasi jalur MAPK/ERK.


Cari: